Anda di sini

Postingan Blog: Perjanjian Paris

  • Memahami "Kesenjangan Emisi" dalam 5 Grafik

    Setiap tahun, UN Environement Programme (UNEP) mengumpulkan para ilmuwan dari seluruh dunia untuk mengukur ukuran emisi gas rumah kaca (GRK), "kesenjangan emisi", perbedaan tingkat emisi antara negara-negara yang telah berjanji untuk mencapai tingkat batas yang konsisten pada pemanasan global hingga di bawah 2 derajat Celcius berdasarkan kesepakatan internasional.

    Bagikan

  • Titik Balik: Negara Mana Saja Yang Meningkat Emisi GRK-nya? Negara Mana yang Akan Mengalami Peningkatan Emisi di Masa Depan?

    Salah satu tujuan Perjanjian Paris yang ambisius adalah bagi berbagai negara untuk mencapai puncak emisi - titik ketika emisi global berubah dari peningkatan menjadi penurunan - sesegera mungkin. Penelitian WRI terbaru menunjukkan bahwa 57 negara, yang merepresentasikan 60 persen emisi global, mungkin mencapai puncak emisi pada 2030.

    Bagikan

  • Lanskap Hutan Utuh Penting untuk Perubahan Iklim. Inilah Tiga Alasannya.

    Sebuah studi baru di Science Advances mengungkapkan bahwa sejak tahun 2000, total kawasan lanskap hutan utuh (intact forest landscape atau IFL) dunia, yakni bentangan hutan belantara yang luas dan utuh yang sebagian besar tidak terganggu oleh aktivitas manusia, telah menurun hingga 7,2 persen. Hal tersebut cukup menyedihkan mengingat IFL merupakan komponen utama dalam memitigasi perubahan iklim global.

    Bagikan

  • Lembar Istilah COP22

    Berikut ini adalah daftar istilah dalam COP22 beserta penjelasan dan implikasinya untuk mengatasi perubahan iklim.

    Bagikan

  • Dari Komitmen Menuju Aksi: Tanda-tanda Kemajuan Sejak Diskusi Iklim di Paris

    Bulan Desember lalu, 196 negara mengadopsi Perjanjian Paris yang bersejarah tentang perubahan iklim, menciptakan pakta universal pertama yang menempatkan dunia menuju masa depan tanpa emisi karbon dan tahan terhadap perubahan iklim.

    Sejak itu, beberapa langkah konkret telah diambil dan kita juga dapat melihat beberapa contoh kemajuan yang signifikan pada tahun 2015. Banyak negara, kawasan, kota, dan pihak swasta turut mengambil bagian untuk membuat dunia pindah ke jalur yang tepat, yaitu menuju masa depan yang rendah karbon dan tahan terhadap perubahan iklim. Bersamaan dengan berkumpulnya para pemimpin dunia di New York pada 22 April untuk menandatangani Perjanjian Paris, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi kembali terhadap tanggapan dunia untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

    Bagikan

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan laporan, informasi acara, publikasi, dan berbagai bahan multimedia kami. Silakan mendaftar untuk membaca nawala WRI Digest yang terbit setiap dua minggu dan berbagai nawala lainnya.