Anda di sini

Postingan Blog: Asia

  • Risiko Kabut Indonesia Akan Tetap Tinggi Sampai Menteri Penuhi Janjinya

    Postingan ini awalnya dipublikasikan di the Jakarta Post.

    Sejak adanya polusi udara yang memecahkan rekor di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, para menteri dari lima negara Asia Tenggara akan bertemu di Kuala Lumpur minggu ini untuk segera membahas pemberantasan kabut asap.

    Analisis baru mengenai pola dan penyebab kebakaran di Sumatera yang mengakibatkan kabut asap menjadi permasalahan yang serius pada pembukaan pertemuan ke-15 Komite Pengarah Menteri Sub-Regional sehubungan dengan Polusi Kabut Asap Antar-Batas.

    Bagikan

  • Pelajaran dari Indonesia: Menggerakkan Investasi di Energi Panas Bumi

    Developing countries will need about $531 billion of additional investments in clean energy technologies every year in order to limit global temperature rise to 2°C above pre-industrial levels, thus preventing climate change’s worst impacts. To attract investments on the scale required, developing country governments, with support from developed countries, must undertake “readiness” activities that will encourage public and private sector investors to put their money into climate-friendly projects.

    WRI Global’s six-part blog series, Mobilizing Clean Energy Finance, highlights individual developing countries’ experiences in scaling up investments in clean energy and explores the role climate finance plays in addressing investment barriers. The cases draw on WRI’s recent report, Mobilizing Climate Investment.

    The development of Indonesia’s geothermal energy sector—and the starts and stops along the way—provides an interesting case study on how to create readiness for low-carbon energy. By addressing barriers such as pricing distortions and resource-exploration risks, the country has begun to create a favorable climate for geothermal investment.

    The History of Geothermal Power in Indonesia

    Indonesia holds the world’s largest source of geothermal power, with an estimated potential of 27 GW. However, less than 5 percent of this potential has been developed to date. Indonesia began to explore its geothermal resource in the 1970s, with support from a number of developed country governments. The country made some progress in advancing geothermal development by the 1990s. However, development stalled during the Asian financial crisis in 1997-98 and was slow to recover.

    In the early 2000s, a number of barriers limited investment in the sector, including a policy and regulatory framework that favored conventional, coal-fired energy over geothermal. Plus, the high cost and risk associated with geothermal exploration deterred potential investors and made it difficult to access financing from banks.

    The Indonesian government took a number of steps to try to advance geothermal development and received support from a wide range of international partners, including multilateral development banks and developed country governments. In 2003, it passed a law to promote private sector investment in geothermal, establishing a target of 6,000MW installed capacity by 2020.

    Bagikan

  • Data Terbaru Menunjukkan Kebakaran Hutan di Indonesia Adalah Krisis Yang Telah Berlangsung Sejak Lama

    Selama beberapa hari terakhir ini, WRI telah melacak lokasi peringatan titik api yang terjadi di Sumatera. Dalam perkembangan terbaru ini, WRI menganalisis tren historis kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Baca analisa sebelumnya.

    Kebakaran terus terjadi di Indonesia, menyebarkan kabut asap yang menyiksa ke penjuru negeri dan juga Singapura serta Malaysia. Hasil riset terbaru dari World Resources Institute menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait fenomena kebakaran hutan ini:

    • Kebakaran yang terjadi saat ini tidak melampaui batas normal tren historis kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia, namun hal ini mungkin berubah jika kobaran api terus membesar.

    • Kebakaran saat ini adalah bagian dari krisis endemik kebakaran hutan, lahan dan pembersihan lahan yang telah berlangsung sejak lama di Indonesia. Aksi nyata dan tegas jelas dibutuhkan untuk mencegah memburuknya krisis ini.

    Dalam analisis terbaru ini, WRI meneliti tren historis peringatan titik api di Sumatera. Analisa cepat WRI menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Provinsi Riau yang diobservasi saat ini masuk ke dalam pola yang lebih besar dalam kebakaran hutan dan lahan. Namun demikian, bulan Juni tahun 2013 ini ada kemungkinan menjadi salah satu bulan dengan rekor terburuk kebakaran hutan sejak 2001. Evaluasi terhadap pola pergerakan angin juga dapat menjelaskan mengapa dampak kebakaran tahun ini terasa sangat buruk di Singapura.

    Kami mengeksplorasi tren tersebut menggunakan dua set data:

    1. Data peringatan titik api historis dari Data Titik Api Aktif Nasa, yang menunjukkan peringatan titik api pada periode 1 Januari 2001 hingga saat ini. Data ini hanya mengindikasikan kemungkinan lokasi ternjadinya kebarakan. Untuk mengetahui apakah ada api atau tidak, data tersebut harus diverifikasi di lapangan. Lihat disini untuk informasi lebih lanjut tentang data NASA.

    2. Informasi terhadap sumber sebaran angin Singapura didapatkan dari model HYSPLIT NOAA yang mempertimbangkan data meteorologis serta juga dapat digunakan untuk memperkirakan arah perjalanan angin untuk mencapai satu lokasi dan pada waktu tertentu.

    Bagikan

  • WRI Merilis Data Terbaru Terkait Kebakaran Hutan Di Indonesia

    Cecelia Song, Andika Putraditama, Andrew Leach, Ariana Alisjahbana, Lisa Johnston, James Anderson dan ahli lainnya di WRI juga berkontribusi dalam artikel ini.

    Hari Jumat yang lalu, World Resources Institute (WRI) mempublikasikan data detil terkait lokasi peringatan titik api di Sumatera yang telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu dan berpotensi beracun di wilayah Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Pemerintah ketiga negara, perusahaan-perusahaan, maupun media semua berlomba untuk mencari data untuk memahami penyebab dan lokasi sebaran titik api, serta memutuskan siapa yang seharusnya bertanggung jawab.

    Selama beberapa hari terakhir ini, WRI telah melacak lokasi sebaran kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera, sebuah pulau di bagian barat Indonesia. Dalam perkembangan terbaru ini, WRI menganalisis tren historis kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Baca analisa sebelumnya.

    Analisis terbaru dari WRI menunjukkan adanya perkembangan sebaran peringatan titik api di Sumatera dari waktu ke waktu serta kaitannya dengan konsesi perusahaan. Dua data penting dalam analisis ini antara lain:

    Bagikan

  • Deklarasi Jakarta yang Baru Bertujuan untuk Memperkuat Hak-hak atas Informasi Lingkungan di Asia

    Peningkatan industrialisasi di Asia telah menciptakan banyak tantangan bagi masyarakat untuk melindungi diri mereka dari polusi. Banyak informasi penting yang dimiliki oleh pemerintah – seperti jumlah polusi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik terdekat atau hasil pemantauan kualitas air dan udara setempat – masih belum tersedia dalam format yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Praktik ini seringkali mengabaikan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan isu-isu seperti regulasi polusi atau ekspansi pabrik-pabrik industri. Dalam banyak kasus, publik kekurangan informasi yang mereka butuhkan untuk memahami dan melindungi diri mereka dari dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan yang berbahaya.

    Situasi ini mendorong sekelompok pejabat pemerintah, NGO, perwakilan masyarakat lokal, dan akademisi untuk meminta pemerintah mengubah status quo. Minggu lalu, perwakilan dari Tiongkok, Indonesia, Jepang, Mongolia, Filipina, dan Thailand mengeluarkan Jakarta Declaration for Strengthening the Right to Environmental Information for People and the Environment. Deklarasi ini menuntut pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap informasi mengenai polusi kualitas air dan udara di Asia – dan menawarkan roadmap yang detail mengenai cara melakukannya.

    Deklarasi ini terbentuk di dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh The Access Initiative WRI dan Indonesian Centre for Environmental Law, minggu lalu di Jakarta. Para perwakilan yang hadir akan memberikan daftar temuan dan rekomendasi kepada pejabat pemerintahan di negara mereka masing-masing dan meminta komitmen untuk meningkatkan transparansi.

    Bagikan

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan laporan, informasi acara, publikasi, dan berbagai bahan multimedia kami. Silakan mendaftar untuk membaca nawala WRI Digest yang terbit setiap dua minggu dan berbagai nawala lainnya.