Anda di sini

3 Langkah Menuju Masa Depan Bebas Emisi

Besarnya tantangan ke depan tidak dapat diremehkan. Dalam 15 tahun ke depan, investasi infrastruktur dunia diperkirakan akan mencapai US$90 triliun, lebih dari nilai keseluruhan saat ini. Keputusan setiap negara, usaha atau investor hari ini akan berdampak langsung terhadap iklim global dan tujuan pembangunan. Jika dilakukan dengan baik, kita dapat mengamankan pertumbuhan yang dapat, pada tahun 2050, memenuhi kebutuhan pangan 9 miliar orang serta menyediakan akses listrik bersih bagi semua orang dan layanan infrastruktur bagi lebih dari 6 miliar penduduk perkotaan sehingga kota dapat terus menjadi pendorong pertumbuhan.

Langkah global menuju masa depan nihil karbon dengan ketahanan iklim telah dimulai dengan perjanjian global bersejarah tahun 2015 dan 2016 tentang aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan yang didukung kuat oleh aksi pemerintah nasional, negara bagian dan kota serta bisnis, investor dan masyarakat sipil [1]. Momentum ini terus berkembang: Pada awal September, saya bergabung dengan para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan dan investor pada Konferensi Bisnis dan Iklim di New Delhi membicarakan bagaimana strategi rendah karbon dapat mendukung bisnis dan pembangunan. Namun, keberhasilan kita untuk mengambil langkah yang benar di waktu yang tepat untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim bergantung pada aksi di tiga bidang: kebijakan yang jelas dan kredibel yang dapat mendorong ketersediaan modal dalam skala besar dan memulai era inovasi rendah karbon.

<p>Foto oleh Amar Ikhlasul/Flickr</p>

Foto oleh Amar Ikhlasul/Flickr

Kerja sama internasional berperan penting dalam memperkuat dan mendistribusikan ide-ide baru dan kapasitas teknis secara efektif, menggerakkan dan meningkatkan pembiayaan dan membantu mengatasi kekhawatiran mengenai hilangnya daya saing serta meningkatkan skala pasar. Negara, bisnis, kota dan lainnya dapat bergerak lebih cepat dan meraih hasil yang lebih signifikan dengan bekerja sama.

Pertama, pemerintah memegang peran kunci dalam mengeluarkan kebijakan untuk mendorong berkembangnya keadaan yang kondusif. Misalnya, secara kolektif, mereka dapat memberi sinyal tegas bahwa pembangunan yang tinggi karbon dengan tingkat pencemaran yang tinggi harus dibayar mahal. Upaya ini dapat dilakukan dengan, sebagai contoh, penetapan harga karbon yang tinggi dan reformasi subsidi bahan bakar fosil yang diperkirakan mencapai $325 miliar pada tahun 2015 saja.

Saat ini, lebih dari 42 negara dan 25 wilayah sub-nasional telah membuat atau sedang aktif merencanakan, harga karbon; diperkirakan 50 negara telah memulai atau mempercepat reformasi subsidi bahan bakar fosil. Namun, kebanyakan skema ini menetapkan harga karbon dan cakupan emisi yang terlalu rendah. Laporan OECD baru tentang Investasi Iklim, Investasi Pertumbuhan, menunjukkan bagaimana penetapan harga karbon dan kebijakan iklim efisien lainnya, bersama dengan reformasi struktural, dapat meningkatkan pertumbuhan jangka pendek dan jangka panjang. Upaya peningkatan, seperti yang dipimpin oleh Kepemimpinan Harga Karbon, merupakan kunci bagi para pemimpin G7 yang diumumkan pada bulan Mei 2016 untuk mengambil langkah maju dalam menggantikan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien paling lambat pada tahun 2025.

Kedua, kita perlu memobilisasi dan menyelaraskan pendanaan untuk mendorong investasi yang tepat, termasuk memanfaatkan pendanaan publik melalui pendanaan sektor swasta. Bank pembangunan multilateral memainkan peran kunci dalam hal ini, termasuk dalam memitigasi risiko, menyediakan pendanaan konsesi dan menambahkan modal sektor swasta terutama di negara berkembang.

Sudah terlihat adanya langkah maju menuju investasi rendah karbon: pada bulan Oktober 2017, lebih dari 400 investor dengan aset kelolaan sebesar $25 triliun bergabung dengan Platform Investor untuk Aksi Iklim. Dana Kesejahteraan Kedaulatan Norwegia, terbesar di dunia dengan dana $1 triliun, telah melakukan divestasi lebih dari 50 perusahaan terkait batu bara,sejalan dengan pedoman etika yang diadopsi pada tahun 2016. Lebih dari 100 bisnis, termasuk Unilever, Barclays dan HSBC, telah berkomitmen untuk menerapkan rekomendasi dari Satuan Tugas G20 terkait Pengungkapan Keuangan, terkait iklim melalui pengungkapan informasi iklim sebagai bagian dari laporan keuangan utama mereka. Banyak negara juga telah menyelaraskan kebijakan mereka dengan upaya-upaya ini: Prancis, misalnya, menetapkan kewajiban pengungkapan informasi iklim, bagi perusahaan, yang mencakup risiko keuangan dampak iklim dan pelaporan karbon di seluruh rantai pasokan. Bank sentral Cina telah mengajukan kewajiban pengungkapan iklim wajib sebagai bagian dari serangkaian reformasi lain dalam upaya penghijauan sistem keuangannya.

Banyak conoth lain, seperti inisiatif Kemitraan untuk Pertumbuhan Hijau dan Sasaran Global tahun 2030 (P4G), pendorong pertumbuhan hijau yang menyediakan ruang bagi kemitraan bisnis, pemerintah nasional dan kota, penyedia dana dan advokat masyarakat untuk bergabung dalam pengembangan dan pemenuhan kesempatan-kesempatan yang ditargetkan untuk mempercepat pencapaian pengembangan berkelanjutan. Mereka menawarkan solusi praktis dan memberikan pesan penting: transisi ke arah ekonomi rendah karbon tidak hanya dapat dilakukan, namun juga menguntungkan bagi bisnis.

Akhirnya, masyarakat global perlu melakukan investasi inovasi. Secara riil, tingkat penelitian dan pengembangan masyarakat di sektor energi saat ini bahkan tidak mencapai setengah dari akhir tahun 1970-an dan sering kali difokuskan pada eksplorasi dan produksi bahan bakar fosil. Namun, potensi transformatif yang dapat dicapai sungguh luar biasa. BNEF, misalnya, memperkirakan bahwa perubahan pola penggunaan mobil bersama dalam beberapa tahun ke depan akan mendorong perkembangan pesat kendaraan listrik yang dapat menghasilkan perubahan inovatif dalam skala besar seperti yang terjadi dengan iPhone.

Pada dasarnya, upaya kita untuk mencapai jalur pertumbuhan yang aman dan berkelanjutan bergantung pada kerja sama antara pemerintah, investor, bisnis dan masyarakat sipil untuk mempercepat transisi ini: kita hanya perlu memaksimalkan kesempatan yang sudah ada.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.