Anda di sini

5 Hal yang Dapat Dilakukan Perusahaan untuk Menekan Laju Perubahan Iklim

Belakangan ini, kota-kota di Jepang hingga belahan arktika di Swedia yang biasanya tidak mengenal cuaca panas, melaporkan peningkatan suhu yang sangat tinggi. California baru saja mengalami kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah akibat cuaca yang lebih panas dan kering. Meskipun semua perubahan cuaca ini tidak memiliki kaitan langsung dengan perubahan iklim, kasus-kasus ini merupakan dua dari sekian banyak tanda yang menunjukkan bahwa iklim kita sedang mengalami perubahan. Inilah momen yang tepat bagi perusahaan untuk memikirkan bagaimana mereka dapat meningkatkan respons terhadap perubahan iklim.

Pada Maret 2017 lalu, saya pernah merekomendasikan sederet aksi penting yang harus dilakukan perusahaan untuk memerangi perubahan iklim. Sekarang, menjelang Konferensi Aksi Iklim Global yang akan digelar bulan depan di California, saya akan menjelaskan lima aksi lagi untuk menunjukkan kepemimpinan sebuah perusahaan.

1. Bersikap transparan. Semua perusahaan besar seharusnya mengukur dan mengungkapkan emisi gas rumah kaca mereka secara terbuka. Ribuan perusahaan telah melakukannya, namun hal ini perlu diingatkan kembali, karena beberapa perusahaan, termasuk perusahaan reputasi keberlanjutan yang baik, memilih untuk tidak mengungkapkannya dengan alasan bahwa tindakan lebih penting dari sekadar kata-kata (atau dalam hal ini, angka). Jika sebuah perusahaan bereputasi tinggi saja tidak melapor, perusahaan dengan reputasi yang lebih lemah tentu akan mengikuti. Bagi pejuang iklim, transparansi memberikan kerangka acuan mengenai batasan-batasan yang dapat kita capai dan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan. Penghitungan dan pengungkapan emisi tentu saja memakan waktu yang cukup lama. Namun, langkah ini merupakan tanggung jawab penting perusahaan-perusahaan yang sadar iklim. Jika Anda berkomitmen kepada mitigasi perubahan iklim, Anda memiliki kewajiban kepada masyarakat untuk mendukung inisiatif ini di seluruh lini bisnis.

2. Menetapkan target berbasis sains. Lebih dari 460 perusahaan besar berkomitmen untuk menyesuaikan target emisi gas rumah kaca mereka dengan target global untuk menjaga pemanasan bumi di bawah 2 derajat C (3,6 derajat F), yang dikenal sebagai “target berbasis sains.” Inisiatif ini semakin cepat berkembang dan kami berharap lebih banyak perusahaan akan ikut serta, apalagi mengingat penetapan target berbasis sains semaking berkembang sebagai standar praktik.

Jika belum, inilah saatnya perusahaan Anda ikut serta. Anand Mahindra, chairman dan CEO Mahindra Group, menantang perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi dalam mencapai target 500 perusahaan yang ditetapkan oleh Konferensi Aksi Iklim Global. Kami berharap pertemuan itu dapat menjadi wadah bagi banyak perusahaan untuk mengumumkan target baru yang ambisius. Jika Anda melapor kepada CDP bahwa Anda bermaksud untuk menetapkan target berbasis sains, sekaranglah saatnya. Jadilah pelopor di antara 500 yang pertama.

Melangkah ke depan, para perusahaan penggagas sedang mengeksplorasi pendekatan yang lebih luas terhadap target keberlanjutan berbasis sains, menerapkan konsep tersebut pada kategori sumber daya lain seperti air dan tanah. Kemajuan target emisi ini akan memberikan keuntungan saat perusahaan Anda diharuskan untuk menetapkan target berbasis sains pada semua bidang utama dampak lingkungan. 3. Menetapkan harga karbon (atau tuntut pemerintah melakukannya). Harga karbon internal merupakan mekanisme keuangan yang menguntungkan dan mempercepat transisi menuju model bisnis rendah karbon. Baru-baru ini, kami melakukan survei terhadap 27 perusahaan India tentang cara mereka menentukan harga karbon dan menerbitkan sebuah panduan penting yang menguraikan empat pendekatan: harga bayangan, pajak karbon internal, batasan internal, serta perdagangan dan harga karbon tidak langsung.

Pilihan lain: Suarakan dukungan Anda untuk undang-undang pajak karbon. Saat ini, 45 yurisdiksi nasional dan 25 subnasional telah menerapkan atau menjadwalkan penerapan penetapan harga karbon. Perusahaan-perusahaan Amerika memperoleh peluang unik untuk mendukung pajak karbon, seperti yang diusulkan oleh Representatif Carlos Curbelo (R-Fla.) bulan lalu.

4. Advokasi kebijakan publik yang saling menguntungkan. Negara dan perusahaan sedang berpacu dengan waktu untuk menghindari efek perubahan iklim yang paling merusak dan mengganggu. Mereka perlu bekerja sama untuk bergerak lebih jauh dan lebih cepat. Saat para pelaku bisnis menetapkan target gas rumah kaca berbasis sains yang ambisius, pemerintah memperoleh dukungan politik yang lebih besar untuk menetapkan kebijakan iklim yang ambisius. Saat pemerintah menetapkan kebijakan yang efektif dan jelas untuk mendukung inovasi pengurangan emisi gas rumah kaca, para pelaku bisnis memperoleh kepastian dan insentif yang lebih besar untuk berinvestasi. Ini adalah peluang untuk menciptakan “siklus ambisi” yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi bersih dan rendah karbon.

Kami bekerja sama dengan We Mean Business Coalition dan UN Global Compact (UNGC) dalam sebuah penelitian baru yang mengidentifikasi bahwa keselarasan antara tujuan sektor publik dan swasta dapat memperkuat siklus ini. Akan diterbitkan tahun ini, penelitian tersebut akan menjadi pedoman penting bagi setiap pemimpin yang ingin mempraktikkan rancangan kebijakan yang bertanggung jawab (dan cerdas) pasca Persetujuan Paris. Hingga saat itu tiba, silakan baca Climate Action Playbook 2018 yang kami terbitkan bersama UNGC akhir tahun lalu terkait strategi rancangan kebijakan praktis.

5. Manfaatkan Brand Anda. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, perusahaan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk meyakinkan masyarakat melalui kegiatan branding dan pemasaran yang mereka jalankan. Mereka juga dapat memanfaatkan brand mereka ketika berbicara dengan para pembuat kebijakan, investor, pemasok, pelanggan dan karyawan. Angkat bicara dalam rangka mendukung aksi iklim, baik secara publik maupun privat, dapat mendorong perubahan sistemik dan berkontribusi membangun budaya yang mendukung pelestarian lingkungan. Itulah sebabnya Brand Berkelanjutan mengadopsi “pengaruh sistem brand” sebagai salah satu dari lima karakteristik utama pada peta keberlanjutan perusahaan.

Apakah perusahaan Anda sudah menerapkan langkah-langkah kepemimpinan iklim ini? Sekarang saatnya untuk meninjau dan menyusun kembali rencana untuk membangkitkan ambisi Anda. Rangkaian cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bagi kita untuk segera bertindak dan bekerja sama melindungi iklim.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.