Anda di sini

COP24: Kesempatan Terbesar bagi Negara-Negara untuk Meningkatkan Aksi Iklim

Laporan yang dirilis oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) awal bulan Oktober lalu menunjukkan temuan yang mengkhawatirkan. Menurut laporan tersebut, setiap negara, sektor swasta dan masyarakat dunia harus meningkatkan aksi iklim jika kita ingin membatasi kenaikan suhu dunia di bawah angka 1,5°C. Apabila kenaikan suhu dunia melampaui batas tersebut, bencana terburuk yang pernah dilihat dunia akan terjadi — mulai dari kondisi cuaca ekstrem, matinya terumbu karang hingga kekurangan pangan. Konferensi perubahan iklim yang akan diadakan di Katowice, Polandia (COP24) pada bulan Desember nanti adalah peluang terbesar bagi negara-negara untuk membuktikan keseriusan mereka dalam menanggapi laporan 1,5°Celsius.

Apa yang dikatakan dan dilakukan oleh para pihak di Polandia nanti akan menentukan upaya-upaya iklim yang akan diambil dalam beberapa tahun mendatang. Hanya ada dua kemungkinan: dunia akan melangkah semakin dekat menuju sasaran Kesepakatan Paris untuk membatasi kenaikan suhu di tingkat 1,5°-2°Celsius atau justru semakin jauh sehingga penanggulangan iklim menjadi lebih sulit dan lebih mahal. Kita harus memastikan bahwa keputusan yang diambil dalam COP24 akan mendorong kita untuk meningkatkan ambisi kolektif dan menutup kesenjangan emisi dalam dua tahun mendatang — yaitu melalui pengajuan revisi rencana iklim nasional atau “Komitmen Kontribusi Nasional (NDC)” pada tahun 2020.

Berikut ini adalah empat elemen yang diperlukan untuk menunjukkan keseriusan negara-negara dalam membatasi kenaikan suhu di bawah angka 1,5 ° C.

1. Keputusan COP

Keputusan lembaga pengatur tertinggi (“Konferensi Para Pihak” atau “COP”) merupakan puncak dari semua konferensi iklim internasional. Banyak deklarasi, pernyataan dan pengumuman penting yang dibuat dalam berbagai konferensi iklim, tetapi keputusan COP adalah satu-satunya pernyataan yang disepakati oleh semua pihak. Fungsi COP sebagai pemandu bagi semua pihak dalam menentukan aksi iklim pada tahun-tahun yang akan datang, menjadikan keputusan ini salah satu elemen COP yang berdampak paling panjang bagi perubahan iklim.

Untuk menunjukkan komitmen peningkatan aksi iklim, para pihak harus memasukkan unsur-unsur inti berikut dalam keputusan final COP di Katowice:

  • Secara langsung menanggapi laporan dan perkembangan terbaru. Termasuk laporan IPCC 1,5°C; tujuan, mandat dan hasil dari Dialog Talanoa (proses satu tahun untuk mengidentifikasi peluang dalam meningkatkan aksi iklim yang berambisi); dan Konferensi Iklim Sekretaris Jenderal PBB 2019 mendatang, di mana para pihak dapat mengumumkan NDC mereka yang telah ditingkatkan.

  • Berkomitmen kembali pada "mekanisme ambisi" Kesepakatan Paris dengan mempertegas proses peninjauan dan revisi NDC negara-negara untuk tahun 2020. Sebagai hasil dari Kesepakatan Paris, disimpulkan bahwa negara-negara perlu memperkuat NDC mereka setiap lima tahun dan menyampaikannya pada tahun 2020. Keputusan COP24 dapat kembali mengingatkan negara-negara untuk mengambil langkah ini dengan meminta semua pihak untuk memikirkan kembali tingkat ambisi mereka pada tahun 2019 (melalui dialog nasional yang terbuka dan inklusif) agar dapat mengomunikasikan NDC yang lebih ambisius pada tahun 2020. Dalam Keputusan tersebut, para pihak juga diminta untuk mengomunikasikan strategi rendah karbon jangka panjang mereka untuk memastikan bahwa NDC yang telah direvisi sesuai dengan rencana dekarbonisasi pada tahun 2050.

Kelompok-kelompok utama yang terdiri dari para pihak telah mulai menyerukan elemen-elemen di atas. Negara-negara berkembang yang paling kecil seperti Amerika Latin, Kepulauan Karibia, Meksiko, Swiss, Lichtenstein, Monako, Korea Selatan dan Aliansi Negara Kepulauan Kecil telah membuat pengajuan resmi ke Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Dalam pengajuan tersebut, mereka berharap keputusan COP dapat memberikan informasi kepada Para Pihak untuk membantu meningkatkan ambisi NDC mereka pada tahun 2020. Negara-negara lain juga harus mulai melakukan hal yang sama.

2. Deklarasi Ambisi

Salah satu kekuatan politik utama di balik Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim pada tahun 2015 adalah pembentukan Koalisi Ambisi Tinggi (High Ambition Coalition), sebuah kelompok yang terdiri atas lebih dari 100 negara yang dipimpin oleh Kepulauan Marshall. Uni Eropa, yang meningkatkan sasaran melebihi apa yang diusulkan perjanjian internasional, juga tergabung dalam kelompok ini. COP24 membutuhkan momen penting serupa untuk mendorong negara-negara menindaklanjuti komitmen yang mereka buat di Paris pada tahun 2015.

Pernyataan politik yang tegas dari sekelompok negara untuk menanggapi laporan IPCC 1,5°C dan perwujudan komitmen untuk meningkatkan ambisi pada 2020 akan memperkuat keputusan COP di atas. Di bawah kepemimpinan Kepulauan Marshall, lebih dari 30 negara telah bergabung dalam deklarasi yang menyatakan komitmen para penandatangan untuk meningkatkan ambisi pada tahun 2020 dan membangkitkan momentum politik global. Jika lebih banyak negara bergabung dalam deklarasi ini, akan tercipta momentum menjelang konferensi Katowice.

3. Komitmen Masing-masing Negara

Selain deklarasi politik dari beberapa pihak, negara-negara yang telah siap berkomitmen untuk meningkatkan ambisi NDC mereka pada tahun 2020 perlu mengumumkan niat mereka secara individu di COP24. Mereka dapat mengikuti jejak Kepulauan Marshall dan Fiji yang telah menyatakan kesanggupan mereka untuk menyerahkan NDC yang sudah ditingkatkan di Konferensi Iklim Sekretaris Jenderal PBB tahun 2019, sebelum tahun 2020, batas waktu yang ditetapkan dalam Kesepakatan Paris. Untuk mewujudkan hal ini, para menteri yang menghadiri COP24 harus siap untuk memaparkan proses peninjauan dan revisi NDC mereka hingga tahun 2020.

4. Ajakan bagi Pimpinan untuk Mengambil Tindakan dalam Dialog Talanoa

Dialog Talanoa merupakan proses satu tahun yang diselenggarakan oleh para pimpinan COP (Fiji dan Polandia) untuk bersama-sama meninjau perkembangan pemenuhan tujuan jangka panjang Kesepakatan Paris untuk membatasi pemanasan di bawah angka 1,5°C-2°C dan mencapai titik nol emisi pada tahun 2050. Sepanjang tahun lalu, semua pihak dari perusahaan hingga perkotaan, dari negara hingga kelompok masyarakat sipil, telah bekerja sama untuk menjawab tiga pertanyaan: di mana posisi kita, ke mana tujuan kita dan bagaimana cara kita sampai ke sana?

Pada COP24, para menteri pemerintahan serta direktur perusahaan dan masyarakat sipil akan mencoba menjawab pertanyaan terakhir di atas untuk secara resmi mengakhiri Dialog ini. Seruan untuk aksi dari para pemimpin COP yang menguraikan aksi sektoral kunci yang dapat diambil oleh pemerintah dalam tahun-tahun mendatang, termasuk dalam NDC mereka—seperti menghapus subsidi bahan bakar fosil, berkomitmen untuk secara bertahap menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, memberi insentif bagi kendaraan listrik, mengakhiri deforestasi dan masih banyak lagi—akan menjadi akhir yang kuat dan berdampak panjang dari proses Dialog Talanoa. Konferensi Iklim Sekretaris Jenderal PBB yang akan dilaksanakan pada tahun 2019, memberikan kesempatan untuk meninjau perkembangan yang telah dibuat dalam upaya mencapai rangkaian aksi tersebut di tahap awal.

Ajakan itu harus dibarengi dengan ringkasan teknis yang lebih rinci yang disusun oleh sekretariat UNFCCC.

5. Kondisi Pendukung

Hal di atas tidak akan dapat terwujud tanpa komitmen baru yang lebih kuat untuk menyediakan pendanaan dan dukungan bagi penerapan Kesepakatan Paris, termasuk proses peninjauan dan revisi NDC menjelang 2020. Pendanaan yang memadai dan mudah diakses sangat penting agar negara-negara dapat melangkah maju lebih cepat — bersama-sama. Selain itu, penerapan pedoman pelaksanaan Kesepakatan Paris di COP24, akan memfasilitasi persiapan NDC untuk putaran berikutnya, meningkatkan kepercayaan dan menciptakan lingkungan yang positif untuk menarik pendanaan.

Para menteri yang bertemu di Krakow pekan lalu untuk membahas hasil COP24 memiliki pandangan yang berbeda mengenai perkiraan hasil pembicaraan terkait ambisi tersebut, termasuk cara terbaik untuk mengajak negara-negara meningkatkan NDC pada tahun 2020. Mereka harus ingat bahwa hasil dari COP24, bersama dengan langkah yang diambil oleh negara-negara dalam dua tahun ke depan, merupakan ujian yang sesungguhnya bagi Kesepakatan Paris. Pesan yang diberikan dalam Katowice pada bulan Desember nanti berperan penting dalam mendorong komitmen politik yang diperlukan agar negara-negara dapat meningkatkan ambisi mereka melalui NDC baru atau yang telah diperbarui pada tahun 2020.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.