Anda di sini

Melangkah ke Masa Depan: Mengembangkan Strategi Jangka Panjang untuk Pembangunan Rendah Emisi

Untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, kita harus mampu dan memiliki kemauan untuk berpikir ke depan. Akan tetapi, berbagai tantangan harus dihadapi dalam perencanaan masa depan, terutama dengan adanya peristiwa tak terduga akibat perubahan iklim.

Sampai saat ini, peran perencanaan jangka panjang dalam integrasi iklim dan pembangunan secara menyeluruh masih jarang dibicarakan. Akan tetapi, kita tahu bahwa siklus perubahan jangka pendek tradisional tidak dapat lagi digunakan jika kita ingin mengubah paradigma pembangunan dan arah emisi saat ini. Perubahan yang sangat penting ini dimulai dari sebuah pertanyaan fundamental: "Ke mana arah pertumbuhan masyarakat kita dan bagaimana cara kita mencapainya?"

Untuk menjawab pertanyaan sulit ini, WRI bersama 2050 Pathways Platform, LEDS Global Partnership, NDC Partnership serta UNDP, bekerja sama dengan UN Climate Change, menyelenggarakan pertemuan global selama dua hari di Bangkok pada 10 dan 11 Juli lalu. Diikuti lebih dari 100 peserta dari hampir 50 negara, termasuk pembuat kebijakan, donatur dan tenaga ahli, fokus diskusi ini adalah bagaimana kita membuat rencana jangka panjang dengan adanya perubahan iklim.

Merencanakan Masa Depan yang Kita Inginkan

Diskusi di acara tersebut dilakukan berdasarkan respons atas ajakan terbuka bagi semua negara dalam Persetujuan Paris untuk mempersiapkan dan menyerahkan strategi jangka panjang mereka menuju emisi gas rumah kaca rendah dan pembangunan pada tahun 2020. Dalam diskusi mengenai perbedaan perencanaan prioritas iklim dan pengembangan jangka panjang di berbagai negara, ada beberapa tema utama yang menjadi benang merah:

Manfaat strategi jangka panjang akan terus dirasakan: Strategi jangka panjang memiliki peran penting dalam mendukung integrasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Suatu negara dapat memanfaatkan proses perencanaan jangka panjang untuk mengembangkan visi nasional terhadap pengembangan sosial dan ekonomi sambil menggandeng berbagai pemangku kepentingan. Hal ini dapat sekaligus mendukung rencana jangka pendek pada tahun-tahun mendatang; membuka cara untuk mengelola proses transisi dan menghindari gangguan; serta memanfaatkan inovasi dan teknologi baru yang mencerminkan situasi dan prioritas nasional.

Meskipun faktor-faktor di dalamnya sama, ada berbagai cara untuk mengintegrasikannya: Para peserta dari berbagai negara menyadari bahwa ada kesamaan elemen-elemen yang mereka gunakan dalam merancang dan menerapkan strategi jangka panjang: menetapkan visi, mengembangkan skenario dan alur kerja, melibatkan pemangku kepentingan, menampung masukan, mengakses dana dan mengembangkan strategi investasi, mempertimbangkan adaptasi dan strategi sectoral, serta memastikan tata kelola yang baik. Namun dalam penerapannya, setiap negara menyatukan elemen-elemen tersebut dengan cara yang sangat berbeda. Apa yang berhasil diterapkan di satu negara belum tentu efektif di negara lain. Meskipun demikian, setiap negara dapat belajar dari pengalaman negara lainnya.

Strategi jangka panjang berkaitan dengan strategi jangka pendek: Integrasi strategi jangka panjang ke dalam perencanaan jangka pendek sangat penting untuk meminimalisasi risiko terjadinya carbon lock-in. Di forum tersebut, para peserta bertukar pikiran mengenai berbagai pendekatan praktis untuk menyelaraskan visi jangka panjang dengan rencana dan proses jangka pendek: mendata faktor-faktor yang termasuk dalam rencana jangka pendek yang ada saat ini; menentukan hasil yang dapat diharapkan dari rencana jangka pendek dan menilai keselarasannya dengan strategi jangka panjang; melibatkan pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap perencanaan jangka pendek dalam pengembangan strategi jangka panjang; melanjutkan keterlibatan pemangku kepentingan mulai dari rancangan hingga pelaksanaan strategi dan memastikan fleksibilitas agar strategi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dalam penerapannya.

Menuju 2050

[foto]
Perwakilan dari hampir 50 negara fokus membahas strategi jangka panjang nasional untuk mengurangi gas rumah kaca.

Sejumlah negara telah mengambil langkah aktif untuk mewujudkan ambisi yang ditetapkan dalam tujuan Persetujuan Paris, namun kita sadar bahwa kita harus berbuat lebih. Bagaimana upaya kita untuk mempercepat momentum tersebut? Untuk mengurangi gas rumah kaca dibutuhkan visi, strategi, dan diskusi secara terbuka lebih lanjut terkait upaya menuju ke sana. Didasari pemahaman bahwa perjalanan setiap negara dimulai pada titik yang berbeda, peserta lokakarya merekomendasikan langkah-langkah berikut guna meningkatkan strategi jangka panjang:

  1. Identifikasi manfaat khusus yang diperoleh negara Anda. Jelaskan pencapaian apa saja yang dapat didukung oleh strategi jangka panjang dan hubungannya dengan masyarakat, kebutuhan, dan prioritas suatu negara. Perhatikan aspek ekonomi dan manfaat sosial dari perencanaan jangka panjang dan gunakan data, angka dan juru bicara yang diperlukan dalam mengembangkan penjelasan tersebut.

  2. Pertimbangkan strategi jangka panjang yang sesuai untuk negara Anda. Tidak ada satu rumusan tertentu yang akan efektif bagi semua negara. Setiap strategi harus disesuaikan dengan praktik perencanaan, situasi nasional serta prioritas ekonomi dan pembangunan yang telah ada. Pertimbangkan perencanaan jangka panjang apa yang telah berjalan di negara Anda dan identifikasi keputusan jangka pendek penting apa yang paling dekat dengan implikasi iklim jangka panjang.

  3. Pastikan keterlibatan pemimpin politik tingkat tinggi. Kepemimpinan yang berhasil biasanya didukung oleh komponen politik serta momentum nasional yang lebih luas. Jika kemauan politik dapat dipastikan mencukupi pada level tertinggi, integrasi strategi jangka panjang ke dalam praktik pemerintah saat ini dan proses perancangan ke depan akan lebih muah.

  4. Identifikasi komite atau kelompok yang dapat mengawasi proses perancangan. Siapa pun yang memimpin proses ini harus menggunakan kerangka yang ada, seperti yang telah dibangun selama pengembangan NDC, sekaligus belajar dari pengalaman terdahulu. Pemimpin tersebut harus memiliki tanggung jawab dan waktu pengerjaan yang jelas untuk memastikan proses dapat terus berjalan.

  5. Manfaatkan yang ada. Kumpulkan masukan yang relevan, seperti rencana sektoral yang telah ada dan upaya perencanaan jangka pendek lainnya yang mencerminkan apa yang terjadi di negara Anda. Himpun sumber daya dan masukan yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah perangkat yang praktis dan cerdas dalam proses pengambilan keputusan.

  6. Gelar dialog nasional tentang masa depan. Jika belum, mulailah dialog. Kenali siapa saja yang perlu dilibatkan dan peran apa yang dapat mereka ambil untuk membangun dan mencapai visi nasional di masa mendatang. Libatkan para pemangku kepentingan, perencana, tenaga ahli sektoral serta komunitas bisnis. Masyarakat merupakan sumber daya terbaik sebuah negara yang perlu diikutsertakan dalam perancangan dan penerapan strategi jangka panjang.

Seperti yang telah ditekankan dalam diskusi pada forum di Bangkok, situasi di masing-masing negara berbeda. Strategi jangka panjang yang efektif perlu disesuaikan dengan konteks domestik dan dikaitkan dengan upaya perencanaan iklim dan pembangunan yang telah ada. Jangan buang waktu lagi, karena #2050 adalah sekarang.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.