Anda di sini

Melindungi Hak Lahan Adat Membawa Manfaat bagi Perekonomian

Masyarakat adat dan masyarakat lainnya memiliki dan mengelola 50 hingga 65 persen lahan di dunia, tetapi pemerintah hanya mengakui 10 persen yang secara sah merupakan milik dari kelompok-kelompok ini, dan 8 persen lainnya ditetapkan oleh pemerintah untuk masyarakat.

Hal tersebut merupakan kebijakan ekonomi yang buruk.

Laporan terbaru WRI, Climate Benefits, Tenure Costs: The Economic Case for Securing Indigenous Land Rights in the Amazon, membahas nilai lahan yang secara sah dimiliki oleh masyarakat adat di Kolombia, Brazil dan Bolivia. Kami menemukan bahwa lahan masyarakat adat yang dilindungi kepemilikannya (“tenure-secure”) menghasilkan keuntungan bernilai miliaran dan terkadang triliunan dolar dalam bentuk penyerapan karbon, penurunan polusi, air bersih, dan lainnya.

Empat grafik menunjukkan:

Lahan Adat yang Dilindungi Kepemilikannya Memiliki Angka Deforestasi yang Rendah

Selama jangka waktu 2000-2012, angka deforestasi tahunan rata-rata di dalam lahan masyarakat adat yang dilindungi kepemilikannya 2-3 kali lebih rendah dari angka deforestasi di dalam hutan-hutan serupa yang tidak dilindungi kepemilikannya di Bolivia, Brazil, dan Kolombia. Ketiga negara ini telah menjalani proses regularisasi dan sertifikasi hak untuk mengakui dan melindungi lahan adat sejak tahun 1990an dan, secara khusus, selama sepuluh tahun terakhir. Dampak-dampaknya terhadap penurunan angka deforestasi telah dapat dilihat, menunjukkan bahwa angka deforestasi telah menurun seiring waktu dan bahwa dampak-dampak ini akan terus berlanjut apabila lahan adat terus dilindungi.

Manfaat dari Lahan Adat yang Dilindungi Kepemilikannya Lebih Besar Dari Biaya yang Dikeluarkan

Lahan adat yang dilindungi kepemilikannya di Amazon menyimpan karbon, mengurangi polusi dengan menyaring air, mengendalikan erosi dan banjir dengan mengikat tanah, dan menyediakan serangkaian “layanan ekosistem” lokal, regional dan global lainnya. Berbagai manfaat ini jauh lebih besar dari biaya perlindungan penguasaan tanah. Lahan adat yang dilindungi kepemilikannya di Amazon dapat menghasilkan total manfaat bersih berkisar antara $4.888 hingga $10.784 per hektar di Bolivia, $4.636 hingga $10.402 per hektar di Brazil, dan $4.610 hingga $10.344 per hektar di Kolombia. Angka-angka tersebut berarti manfaat ekonomi selama 20 tahun yang diperkirakan sebesar $54–119 miliar untuk Bolivia, $523–1.165 miliar untuk Brazil, dan $123–277 miliar untuk Kolombia. Total biaya perlindungan atas lahan adat tersebut selama 20 tahun adalah maksimum 1 persen dari total manfaat yang diperoleh.

Lahan Adat yang Dilindungi Kepemilikannya Membantu Mengurangi Emisi

Salah satu dari berbagai manfaat ekologis dari lahan adat yang dilindungi kepemilikannya adalah menyerap karbon, yang mengurangi emisi CO2 dan membantu mengendalikan perubahan iklim. Lahan ini memberikan manfaat mitigasi karbon global yang signifikan di Bolivia, Brazil, dan Kolombia, yaitu sebesar $25–34 miliar selama 20 tahun mendatang melalui pelepasan emisi tahunan CO2 sebesar 42,8–59,7Mt yang berhasil dihindari. Ini sama dengan meniadakan antara 9 hingga 12,6 juta kendaraan penumpang dari jalan selama satu tahun. (Grafik menunjukkan hanya estimasi terendah emisi CO2 tahunan yang berhasil dihindari.)

Melindungi Lahan Adat Merupakan Strategi Mitigasi Karbon yang Hemat Biaya

Estimasi biaya mitigasi karbon melalui perlindungan lahan adat di Bolivia, Brazil, dan Kolombia berkisar antara $2,04 hingga $11,88 per ton karbon dioksida (tCO2). Biaya ini jauh lebih rendah dari biaya rata-rata CO2 yang berhasil dihindari melalui penangkapan dan penyimpanan karbon bahan bakar fosil, yang diperkirakan sekitar $58/tCO2 untuk pembangkit-pembangkit listrik tenaga batubara (5 hingga 29 kali lebih mahal daripada biaya melindungi lahan adat), dan $85/tCO2 untuk pembangkit-pembangkit listrik tenaga gas (7 hingga 42 kali lebih mahal).

3 Langkah untuk Melindungi Lahan Adat

Temuan-temuan di atas menyajikan sebuah kasus perekonomian yang kuat untuk melindungi lahan adat, dengan dampak yang signifikan bagi menteri keuangan, badan pembangunan internasional, serta pemerintah nasional maupun daerah. Tiga rekomendasi yang dihasilkan dari temuan-temuan tersebut meliputi:

1. Lindungi Lahan Adat dan Lahan Masyarakat. Pemerintah dan para mitranya harus mereformasi undang-undang untuk memberikan perlindungan hukum yang memadai terhadap masyarakat adat dan masyarakat, serta mengambil langkah-langkah lainnya untuk memperkuat hak atas lahan, termasuk pemetaan, penetapan batas-batas, dan pendaftaran resmi lahan tersebut.

2. Jadikan Lahan Adat dan Lahan Masyarakat yang Dilindungi Kepemilikannya sebagai Strategi Kunci Mitigasi Perubahan Iklim. Apabila lahan adat di Amazon tidak dilindungi, emisi CO2 akan lebih tinggi – sekitar 9 persen lebih tinggi per tahun di Bolivia, dan 3 persen lebih tinggi per tahun di Brazil dan Kolombia. Berinvestasi pada perlindungan lahan adat merupakan aksi yang relatif tidak mahal yang dapat diambil oleh pemerintah untuk membantu mencapai tujuan-tujuan penurunan emisi, seperti Kontribusi Nasional (NDC) sebagai bagian dari Perjanjian Paris tentang perubahan iklim.

3. Gunakan Dana Pembangunan Internasional untuk Melindungi Lahan Adat dan Lahan Masyarakat. Pemerintah dan para mitranya harus semakin mengerahkan sumber daya untuk melindungi lahan adat dan lahan masyarakat. Dana-dana tersebut dapat membantu badan pemerintah dalam mendokumentasikan secara resmi dan melindungi lahan adat dan lahan masyarakat, serta masyarakat adat dan masyarakat yang melindungi lahan mereka.

Untuk informasi lebih lanjut dan untuk mengunduh laporan penelitian yang lengkap dan ringkasan laporan dalam bahasa Inggris, Spanyol, Portugis atau Perancis, kunjungi: http://www.wri.org/our-work/project/securing-rights.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan laporan, informasi acara, publikasi, dan berbagai bahan multimedia kami. Silakan mendaftar untuk membaca nawala WRI Digest yang terbit setiap dua minggu dan berbagai nawala lainnya.