Anda di sini

Memanfaatkan Kekuatan Masyarakat untuk Mengidentifikasi Kebakaran Ilegal di Lahan dan Hutan di Indonesia

Kebakaran lahan dan hutan yang membara di wilayah Indonesia melonjak hingga mencapai rekor tertinggi dalam sejarah pada bulan ini, yang menimbulkan kabut asap tebal beracun yang menyelubungi beberapa kota di Indonesia dan negara-negara tetangga. Para pemangku kepentingan di tingkat lokal telah berjanji akan menyelidiki para pelaku kebakaran dan memaksa mereka yang bersalah untuk bertanggung jawab. Kampanye baru dari Tomnod dan platform Global Forest Watch dari WRI memungkinkan masyarakat yang berada dimanapun untuk membantu proses investigasi ini.

Bagaimana Cara Kerjanya

Digital Globe telah mengumpulkan citra satelit kebakaran di seluruh Indonesia terkait peristiwa kebakaran-kebakaran besar tahun ini, memotret wilayah lahan yang sangat luas dengan potensi ribuan peristiwa kebakaran dan tanda bekas kebakaran yang bisa digunakan sebagai bukti dalam langkah-langkah penegakan oleh polisi. Perusahaan tersebut saat ini menampilkan gambar-gambar tersebut di Tomnod, sebuah platform crowdsourcing milik perusahaan yang terkenal karena misi search-and-rescue (SAR) untuk pesawat Malaysian Airlines MH370 yang hilang. Platform tersebut telah memungkinkan jutaan orang untuk berkontribusi terhadap kampanye-kampanye kemanusiaan dan lingkungan, dan untuk membantu operasi bantuan pasca bencana.

Permasalahannya adalah, wilayah pencitraan yang perlu diperiksa di platform Tomnod sangat luas. Staf Tomnod menyatakan bahwa satu orang akan membutuhkan waktu hingga 10 minggu hanya untuk menganalisis gambar-gambar saat ini (yang hanya merupakan sebagian kecil dari yang akan ditampilkan minggu depan). Masyarakat dimanapun bisa mencari citra satelit yang terbaru dan menandai setiap kebakaran dan bekas kebakaran yang terlihat. Hal ini akan memungkinkan aparat penegak hukum untuk memprioritaskan mengkaji gambar-gambar yang sudah ditandai, dan lebih cepat mengidentifikasi dan menanggapi pembukaan lahan hutan secara ilegal.

data

Data yang dikumpulkan melalui Tomnod, beserta citra dengan resolusi sangat tinggi yang dikumpulkan oleh Digital Globe, akan memberikan bukti yang berharga untuk mendokumentasikan lokasi dan cakupan kebakaran lahan ilegal. Langkah-langkah penegakan sudah mulai dijalankan – Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) sudah melaporkan bahwa mereka mendakwa 127 orang dan 10 perusahaan atas pelanggaran terkait kebakaran. Dan para pejabat di Singapura sedang melakukan investigasi atas pelanggaran terhadap Transboundary Haze Pollution Act untuk meminta pertanggungjawaban dari perusahaan-perusahaan atas kebakaran yang mengakibatkan tingkat polusi yang amat tinggi di Singapura.

Penelusuran kebakaran dan bekas kebakaran secara crowdsourcing bisa dilihat di peta Global Forest Watch Fires (lihat data crowdsourcing dari tahun 2014 disini). Data dari kampanye yang terbaru akan tersedia secara online segera setelah tersedia informasi yang cukup.

data

Menciptakan Masa Depan yang Lebih Baik

Kampanye yang dilakukan untuk mengidentifikasi kebakaran lahan di Indonesia tersebut merupakan salah satu cara untuk menyebarkan pesan bahwa kegiatan ilegal tidak akan ditoleransi. Visi kami adalah bahwa di masa depan, asap, kabut dan kesehatan buruk yang diakibatkannya tidak lagi menjadi peristiwa tahunan di Indonesia.

Untuk ikut berpartisipasi, kunjungi situs Tomnod dan pilih kampanye “Indonesia: Pembakaran Ilegal”. Di bagian tersebut, terdapat keterangan pendahuluan yang menjelaskan misi anda dan menunjukkan beberapa contoh mengenai bagaimana cara melakukan pencarian kebakaran dan bekas api.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.