Anda di sini

Mengubah Cara Pandang Bisnis untuk Restorasi Lingkungan Hidup

Bagi para pemerhati lingkungan hidup, istilah ‘bisnis’ seringkali mengingatkan pada polusi. Kejadian-kejadian yang menarik perhatian seperti skandal emisi Volkswagen dan kebocoran minyak BP menunjukkan bagaimana bisnis sering kali diuntungkan oleh polusi, menyebabkan kerusakan lingkungan sebesar US$4,7 triliun per tahun. Meskipun energi terbarukan terus berkembang secara cepat, ekonomi dunia masih bergantung pada bahan bakar fosil. Dalam proyeksi emisi globalnya, IPCC menunjukkan bahwa pelaksanaan bisnis yang dilakukan saat ini dapat merusak keseluruhan ekosistem kita.

Saat ini, cara pengembangan bisnis sangat membahayakan lingkungan.

Namun, hal ini dapat diubah.

Bayangkan bisnis yang menghasilkan uang dengan cara mengembangkan lahan dan masyarakat di sekitarnya. Bayangkan ekonomi yang memberikan penghargaan bagi mereka yang melestarikan dan memulihkan, bukan menjarah dan merusak, lingkungan. Seperti apa bentuknya?

Inovasi Keberlanjutan

Bulan Januari ini, World Resources Institute dan The Nature Conservancy menerbitkan The Business of Planting Trees, sebuah laporan yang saya tulis bersama dengan penulis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kami meneliti lebih dari 140 bisnis di seluruh dunia dan menampilkan 14 bisnis yang berfokus pada restorasi lahan.

Bekerja dengan bisnis-bisnis ini, kami sangat terkesan dengan ide-ide mereka. Restorasi memiliki potensi untuk diaplikasikan di berbagai aspek kehidupan.

Contohnya:

  • Ecoplanet Bamboo, perusahaan yang menanam lebih dari 13.500 hektar bambu, menggunakan tanaman yang tumbuh dengan cepat ini sebagai sumber serat yang berlimpah. Tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif dari serat pohon untuk memproduksi tisu, kemasan dan bahan konstruksi, arang berkualitas dan produk lainnya.
  • BioCarbon Engineering telah mengembangkan teknologi drone yang canggih untuk restorasi, sehingga penanaman pohon dapat dilakukan di lahan yang tidak kondusif dan sulit dijangkau. Dengan menembakkan benih ke dalam tanah, perusahaan ini dapat menanam pohon hingga 150 kali lebih cepat dibandingkan dengan cara penanaman pohon tradisional.
  • Tentree adalah perusahaan pakaian yang berkomitmen untuk menanam 10 pohon untuk setiap merchandise yang mereka jual. Dengan mengaitkan penjualan produk mereka dengan restorasi, perusahaan telah menanam lebih dari 18 juta pohon sejak tahun 2012.

Meskipun ukuran dan usia perusahaan-perusahaan ini berbeda-beda, keberagaman industri mereka menunjukkan bahwa bisnis berkelanjutan dapat dilakukan di berbagai pasar.

Kesempatan bisnis di bidang ini terbuka lebar bagi para investor dan wirausahawan. Setiap gagasan memiliki model yang berbeda untuk menghasilkan uang sembari menciptakan manfaat bagi lingkungan.

Hambatan yang Harus Diatasi

Hal ini tidak berarti bahwa restorasi merupakan cara mudah untuk menghasilkan uang. Berbagai hambatan harus diatasi untuk meningkatkan pembiayaan restorasi dengan investasi yang terbatas di bidang ini.

Contohnya, beberapa model bisnis restorasi tidak menghasilkan uang hingga usia pohon telah mencapai satu dekade atau lebih. Jangka waktu ini terlalu lama bagi kebanyakan investor. Selain itu, bisnis restorasi terlalu kecil untuk menarik modal dari investor lembaga yang membutuhkan proyek-proyek skala besar untuk menekan biaya transaksi untuk memaksimalkan investasi tersebut.

Akan tetapi, hambatan-hambatan ini dapat diatasi dengan kebijakan, strategi dan pembiayaan. Salah satu caranya adalah menggunakan model bisnis restorasi yang menggabungkan arus kas jangka pendek dan jangka panjang untuk menghasilkan laba lebih cepat. Hal ini dapat dilakukan dengan menanam tanaman tahunan di sekitar pohon.

Proyek agregasi adalah strategi lain untuk menarik modal. ForestFinance Group yang berinvestasi pada restorasi bentang alam hutan terdegradasi di Amerika Selatan dan Asia Tenggara saat ini mengelola $100 juta bagi lebih dari 18.000 klien dengan menggabungkan proyek-proyek restorasi kecil dengan produk investasi.

Inovasi keuangan seperti ini, digabungkan dengan lingkungan kebijakan yang mendukung, dapat mengubah keadaan yang ada dan menggelontorkan investasi ke dalam bisnis-bisnis menguntungkan yang bermanfaat.

Merencanakan Perubahan

Jadi, apa yang perlu dilakukan?

Kita telah melihat berbagai bisnis yang membawa manfaat bagi ekosistem global di seluruh dunia. Kita semua harus menyadari bahwa bisnis-bisnis ini berpotensi untuk memberikan manfaat bagi manusia dan planet serta menghasilkan keuntungan. Kita perlu menuntut pelaku usaha untuk bertanggung jawab atas dampak yang mereka hasilkan kepada bumi.

Ekonomi merupakan cerminan atas hal-hal yang dianggap penting oleh manusia. Mendorong kebijakan yang memberikan insentif kepada bisnis berkelanjutan dan memberikan sanksi bagi perusahaan yang menyebabkan polusi dapat membantu kita membangun ekonomi yang mendorong bisnis untuk berkontribusi membangun dunia yang berkelanjutan, adil dan sejahtera.

Bagikan

Tambahkan komentar baru

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.