Anda di sini

SIARAN PERS: Jakarta Bersama 44 Kota Lainnya Mendeklarasikan Komitmen Pelestarian dan Pemulihan Hutan Demi Kesehatan Masyarakat, Air Bersih, dan Iklim yang Stabil

SAN FRANCISCO, CA (12 September, 2018) – Permasalahan ketersediaan air minum semakin mengkhawatirkan di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bogota, hingga Johannesburg. Banjir dan tanah longsor meluluhlantakkan kota mulai dari Bangkok sampai Bangalore. Meningkatnya permukaan air laut mengancam Miami dan Mumbai. Kini, telah hadir sebuah koalisi kota-kota di dunia yang berkomitmen melestarikan dan memulihkan hutan untuk melindungi penduduk dari berbagai ancaman tersebut.

Hari ini, di Konferensi Aksi Iklim Global, 45 kota di enam benua bergabung dalam inisiatif Cities4Forests. Kota-kota tersebut berkomitmen untuk melestarikan dan memulihkan hutan sekaligus meningkatkan kesadaran penduduk terhadap besarnya manfaat yang diberikan pohon. Kota-kota yang ikut serta selain Jakarta mencakup Addis Ababa, Bogota, Oslo, São Paulo, Toronto, New York City, Los Angeles, Seattle, Washington DC, dan lainnya, merepresentasikan lebih dari 164 juta penduduk.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyadari pentingnya ruang terbuka hijau dan pohon untuk penyediaan udara bersih, kualitas air minum yang baik, dan ruang interaksi warga. Inisiatif Cities4Forests menjadi salah satu upaya Pemerintah Pronvinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kolaborasi dengan masyarakat dan dunia internasional dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai Kota Hijau, terutama dalam kaitannya dengan implementasi agenda prioritas Gubernur mengenai Penyusunan Roadmap Ruang Terbuka Hijau, Pembangunan Taman Maju Bersama, dan Pengendalian Banjir melalui Naturalisasi Sungai.” ujar Oswar Mungkasa, Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Banyak orang tidak menyadari bahwa kehidupan perkotaan secara tidak langsung turut berdampak pada hutan. Komoditas yang kita konsumsi seperti kayu, kertas, minyak sawit, daging, dan kedelai bisa jadi mengakibatkan kerusakan hutan. Selain itu, manfaat hutan bagi kehidupan perkotaan juga kurang dipahami,” ujar Frances Seymour, Distinguished Senior Fellow di World Resources Institute. “Hutan memengaruhi iklim baik pada skala lokal maupun global. Hutan merupakan sumber ketahanan dan stabilitas iklim yang sangat penting bagi manusia, di manapun kita berada.”

Keberadaan pepohonan dan hutan sangat berharga bagi kota dan penduduknya. Inisiatif Cities4Forests mencakup hutan di dalam wilayah kota, hutan di sekitar kota, dan hutan di wilayah yang jauh dari kota. Pepohonan di dalam kota, seperti di taman, jalan raya, dan pekarangan, membantu menyaring udara dan mengatur suhu di kota. Pepohonan di daerah aliran sungai di sekitar kota berperan untuk mencegah banjir dan tanah longsor, mengurangi biaya pemeliharaan air, menyediakan tempat olahraga, dan menjadi tempat rekreasi bagi penduduk untuk beristirahat dari hiruk-pikuk kota. Pepohonan di hutan yang jauh dari kota menyerap karbon untuk memerangi perubahan iklim, menghasilkan hujan untuk produktivitas pertanian, menyediakan komoditas penting dan bahan dasar obat, serta menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati.

“Saya senang tinggal di ibu kota yang dikelilingi banyak pepohonan. Saya mengerti betapa pentingnya hutan bagi kesehatan dan kesejahteraan penduduk Oslo. Sebagai penghasil udara dengan kualitas yang baik dan air minum yang bersih, hutan sangat berharga bagi kota dan penduduk kota sebagai tempat untuk beristirahat dan berolahraga. Terlebih dari itu, hutan-hutan di tempat lain, terutama di daerah tropis, memiliki peran yang jauh lebih penting,” ucap Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Ola Elvestuen. “Hutan menghasilkan hujan untuk produksi pangan dan ketahanan pangan di seluruh dunia serta menyimpan karbon dalam jumlah besar untuk memerangi perubahan iklim. Menghentikan dan memerangi deforestasi hutan tropis sangat penting untuk mempertahankan manfaat hutan, dan kita bisa berhasil jika mendapat dukungan dari kota-kota dan penduduknya.”

Cities4Forests dikelola oleh World Resources Institute, Pilot Projects dan REVOLVE. Kota-kota yang tergabung dalam program ini mendapat dukungan teknis untuk menghitung kanopi tutupan pohon dan menentukan prioritas lokasi penanaman pohon guna memperoleh manfaat maksimal; meningkatkan kapasitas pengajuan pendanaan untuk penanaman pohon; mendapat saran terkait sumber pendanaan guna melindungi daerah aliran sungai atau memulihkan lahan terdegradasi; mengembangkan panduan pengadaan yang berkelanjutan untuk produk kayu, bahan bangunan, dan produk kertas; mendapat bantuan untuk memperoleh kredit karbon yang sah demi menjaga hutan tropis; dan masih banyak lagi. Pemerintah provinsi dan kota juga dapat memanfaatkan jaringan koalisi untuk saling belajar dan berbagi dengan kota lain, menyoroti berbagai kisah sukses, dan mengembangkan rencana pelibatan penduduk kota dan kegiatan komunikasi.

Berikut daftar kota yang telah menandatangani Deklarasi Cities4Forests*:

  1. Jakarta, Indonesia
  2. New York City, AS
  3. Washington DC, AS
  4. Manchester, Inggris
  5. Mexico City, Meksiko
  6. Toronto, Kanada
  7. Vienna, Austria
  8. Seattle, AS
  9. São Paulo, Brasil
  10. Salvador, Brasil
  11. Salt Lake City, AS
  12. Salem, AS
  13. Sacramento, AS
  14. Raleigh, AS
  15. Quito, Ekuador
  16. Portland, AS
  17. Philadelphia, AS
  18. Oslo, Norwegia
  19. Oakland, AS
  20. North Little Rock, AS
  21. Mérida, Meksiko
  22. Los Angeles, AS
  23. Little Rock, AS
  24. Lin’an, Tiongkok
  25. Kochi, India
  26. King County (WA), AS
  27. Kigali, Rwanda
  28. Johannesburg, Afrika Selatan
  29. Honolulu, AS
  30. Haifa, Israel
  31. Guadalajara, Meksiko
  32. Eugene, AS
  33. Detroit, AS
  34. Culiacán, Meksiko
  35. Campinas, Brasil
  36. Bogota, Kolombia
  37. Belo Horizonte, Brasil
  38. Baltimore, AS
  39. Auckland, Selandia Baru
  40. Antananarivo, Madagaskar
  41. Antalya, Turki
  42. Amman, Yordania
  43. Aguascalientes, Meksiko
  44. Addis Ababa, Etiopia
  45. Accra, Ghana

Pelajari lebih lanjut di http://www.wri.org/our-work/project/cities4forests.

KUTIPAN TAMBAHAN:

"Quito adalah kota yang tumbuh bersama alam, di mana pepohonan dan hutan diperlakukan sebagai komponen penting dalam perencanaan solusi berbasis alam untuk pembangunan berkelanjutan. Kami senang menjadi bagian dari inisiatif Cities4Forest mengingat dukungan penting yang dihasilkan bagi tugas kami untuk memastikan layanan ekosistem dan menghubungkan daerah pedesaan dan perkotaan." - Verónica Arias, Kabinet Menteri Lingkungan Quito, Ekuador

"São Paulo bangga menjadi bagian dari Cities4Forests dan akan berupaya untuk mengukur langkah-langkah pelestarian dan perluasan ruang hijau di kota kami. Hutan kota berperan mengatur kelembaban dan suhu, mengontrol kualitas udara, kesehatan dan gaya hidup penduduk. Kotamadya kami memiliki 30,4% wilayah yang ditutupi Hutan Atlantik. Selain itu, pelestarian bioma yang merupakan harta karun flora dan fauna merupakan prioritas manajemen kami. Bersama-sama, kami akan menghadapi tantangan ini! Bila kita dapat memitigasi ketidakseimbangan lingkungan di perkotaan, kita dapat membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang." - Bruno Covas, Walikota São Paulo, Brasil

“Kota adalah tempat untuk berkreativitas dan membangun koneksi. Cities4Forests mendukung semangat ini dengan membantu kota merancang gagasan-gagasan baru yang menghubungkan penduduk dengan pepohonan dan hutan-hutan di sekitar mereka serta hutan-hutan penting di seluruh dunia tempat kita semua bergantung.” - Scott Francisco, Pendiri Pilot Projects Design Collective

"Cities4Forests mengatasi masalah terbesar saat ini: membangun kembali hubungan kita dengan alam sehingga generasi mendatang dapat hidup di dunia yang lebih bersih dan sehat." - Stuart Reigeluth, Pendiri REVOLVE

– PENUTUP –

Tentang World Resources Institute (WRI)

WRI adalah lembaga penelitian yang beroperasi di lebih dari 50 negara, dengan kantor di Indonesia, Brazil, Cina, India, Amerika Serikat, India, Etiopia, Meksiko dan masih banyak lagi. Lebih dari 700 tenaga ahli dan staf kami bekerja dengan para pemimpin untuk mengubah gagasan-gagasan besar menjadi aksi nyata sehubungan dengan lingkungan, peluang ekonomi dan kesejahteraan manusia. Informasi lebih lanjut di www.wri.org

Tentang Pilot Projects

Pilot Projects Design Collective merupakan konsultan desain dan sistem pemikiran yang berbasis di Montreal dan Kota New York. Kami membantu organisasi ‘menciptakan dunia yang lebih baik’ melalui proyek berdaya cipta yang menggabungkan unsur budaya, infrastruktur dan lingkungan hidup. Pilot Projects memiliki keahlian di bidang arsitektur, tata kota, desain partisipatif, penilaian proyek dan ekologi hutan, dengan ragam layanan mulai dari peninjauan dan fasilitasi hingga penyelesaian desain dan implementasi proyek. Ayo membangun bersama kami di: www.pilot-projects.org

Tentang REVOLVE

Berbasis di Brussels dan Barcelona, REVOLVE adalah grup komunikasi yang membangun budaya keberlanjutan. REVOLVE menerbitkan majalah internasional triwulanan yang menyediakan konten dan layanan untuk menciptakan dampak yang lebih besar. Mulai perubahan di: www.revolve.media.

Narahubung

Reidinar Juliane, World Resources Institute Indonesia, Reidinar.juliane@wri.org

James Anderson, World Resources Institute, janderson@wri.org

Contact

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.