Anda di sini

Postingan Blog: minyak sawit

  • Kebakaran Menyebar di Indonesia saat DPR Menyetujui Perjanjian Kabut Asap Lintas Negara

    Parlemen Indonesia baru-baru ini menyetujui kesepakatan untuk mengurangi polusi asap dari kebakaran lahan dan hutan.

    Pengesahan hukum tersebut—yang sebetulnya ditandatangani 12 tahun yang lalu—datang disaat yang tepat: Disaat kebakaran sedang terjadi di Sumatera Selatan dan di Kalimantan Barat dan Tengah, membahayakan hutan, masyarakat, dan satwa liar Indonesia yang menyebut daerah ini sebagai rumah mereka.

    Bagikan

  • Kobaran Api Indonesia: Sebuah Pertanda Buruk Mengawali Musim Kemarau di Riau

    Penduduk Indonesia dan Singapura beberapa minggu belakangan mulai bersiap-siap sehubungan dengan peringatan WRI dan beberapa institusi lain bahwa musim kemarau tahun ini terindikasi akan menyebabkan lonjakan api di Pulau Sumatera, ditemani dengan kabut asap beracun di sekitar kawasan.

    Bagikan

  • Produksi Kelapa Sawit yang Baru Menjadi Titik Loncatan bagi Transparansi

    A new initiative from WRI and the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) aims to shed light on how oil palm concessions affect forests.

    Global Forest Watch Commodities (GFW-Commodities) combines the RSPO’s maps of certified sustainable palm oil production sites with global forest data—information that can empower companies to manage their forests and supply chains more sustainably.

    Bagikan

  • Kebakaran Indonesia Membawa Semakin Banyak Kabut ke Asia Tenggara

    Gubernur provinsi Riau, Indonesia, mengumumkan status darurat minggu lalu ketika kabut asap tebal menyelimuti sebagian besar wilayah provinsi tersebut, mengakibatkan penutupan sekolah-sekolah dan bandara. Menurut pejabat lokal, lebih dari 22.000 orang telah terkena dampak masalah pernafasan – dan jumlah ini berpotensi bertambah jika angin membawa kabut asap tersebut ke wilayah yang berpopulasi lebih padat seperti Kuala Lumpur atau Singapura.

    Bagikan

  • 9 Peta yang Menggambarkan Kondisi Hutan Dunia

    Pada saat kita mengetahui tentang deforestasi, biasanya sudah terlambat untuk mengambil tindakan. Para peneliti yang sudah mempelajari tentang hutan selama berabad-abad, mencatat serangkaian peran vital ekosistem ini bagi manusia. Namun, sebagian besar dari kita masih kekurangan informasi yang tepat waktu dan bisa diandalkan mengenai dimana, kapan dan mengapa hutan menghilang. Hal ini akan segera berubah dengan diluncurkannya Global Forest Watch, sebuah sistem pemantauan hutan online yang diciptakan oleh World Resources Institute dan lebih dari 40 mitra.

    Bagikan

  • ‘Tukar-Menukar Lahan’ untuk Produksi Kelapa Sawit Berkelanjutan di Indonesia

    Indonesia memiliki hutan hujan terbesar ketiga di dunia, menjadikannya rumah bagi keanekaragaman hayati sekaligus tali penolong ekonomi bagi banyak masyarakat pedesaan. Meskipun demikian, area hutan Indonesia berkurang dengan pesat sehingga Indonesia terus menempati posisi atas dalam daftar negara penyumbang angka deforestasi.

    WRI mempublikasikan analisis singkat untuk membahas tantangan tersebut: *How to Change Legal Land Use Classifications to Support More Sustainable Palm Oil in Indonesia (Bagaimana Mengubah Klasifikasi Legal Penggunaan Kawasan untuk Mendukung Kelapa Sawit yang Lebih Berkelanjutan di Indonesia). Publikasi ini memberikan panduan praktis bagi perusahaan untuk memindahkan operasi kelapa sawitnya dari lahan berhutan ke lahan terdegradasi, sekaligus menawarkan beberapa rekomendasi kepada para pembuat kebijakan di Indonesia untuk membuat proses ini dapat berlangsung dengan lebih mudah.

    Bagikan

  • Risiko Kabut Indonesia Akan Tetap Tinggi Sampai Menteri Penuhi Janjinya

    Postingan ini awalnya dipublikasikan di the Jakarta Post.

    Sejak adanya polusi udara yang memecahkan rekor di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, para menteri dari lima negara Asia Tenggara akan bertemu di Kuala Lumpur minggu ini untuk segera membahas pemberantasan kabut asap.

    Analisis baru mengenai pola dan penyebab kebakaran di Sumatera yang mengakibatkan kabut asap menjadi permasalahan yang serius pada pembukaan pertemuan ke-15 Komite Pengarah Menteri Sub-Regional sehubungan dengan Polusi Kabut Asap Antar-Batas.

    Bagikan

  • Bagaimana Singapura dapat Membantu Membersihkan Udara yang Terkena Kabut Asap

    Artikel ini pertama kali dipublikasikan sebagai editorial dalam Strait Times.

    Singapura dapat membantu Indonesia menyelesaikan struktur kepemilikan perusahaan yang kompleks untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab secara hukum apabila telah terjadi tindakan kriminal.

    Ketika Malaysia mengumumkan keadaan darurat dengan ditutupnya lebih dari 200 sekolah, dan masyarakat di Indonesia dan Singapura terus menderita dari kabut asap yang berbahaya, sudah saatnya kita berhenti saling menuduh. Sebaliknya, kita harus melihat fakta-fakta yang ada, mempelajari dengan cepat data-data yang ada, dan memastikan para pemimpin politik, perusahaan, dan masyarakat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah krisis ini terulang kembali.

    Bagikan

  • Data Terbaru Menunjukkan Kebakaran Hutan di Indonesia Adalah Krisis Yang Telah Berlangsung Sejak Lama

    Selama beberapa hari terakhir ini, WRI telah melacak lokasi peringatan titik api yang terjadi di Sumatera. Dalam perkembangan terbaru ini, WRI menganalisis tren historis kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera. Baca analisa sebelumnya.

    Kebakaran terus terjadi di Indonesia, menyebarkan kabut asap yang menyiksa ke penjuru negeri dan juga Singapura serta Malaysia. Hasil riset terbaru dari World Resources Institute menunjukkan tren yang mengkhawatirkan terkait fenomena kebakaran hutan ini:

    • Kebakaran yang terjadi saat ini tidak melampaui batas normal tren historis kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia, namun hal ini mungkin berubah jika kobaran api terus membesar.

    • Kebakaran saat ini adalah bagian dari krisis endemik kebakaran hutan, lahan dan pembersihan lahan yang telah berlangsung sejak lama di Indonesia. Aksi nyata dan tegas jelas dibutuhkan untuk mencegah memburuknya krisis ini.

    Dalam analisis terbaru ini, WRI meneliti tren historis peringatan titik api di Sumatera. Analisa cepat WRI menunjukkan bahwa kebakaran hutan di Provinsi Riau yang diobservasi saat ini masuk ke dalam pola yang lebih besar dalam kebakaran hutan dan lahan. Namun demikian, bulan Juni tahun 2013 ini ada kemungkinan menjadi salah satu bulan dengan rekor terburuk kebakaran hutan sejak 2001. Evaluasi terhadap pola pergerakan angin juga dapat menjelaskan mengapa dampak kebakaran tahun ini terasa sangat buruk di Singapura.

    Kami mengeksplorasi tren tersebut menggunakan dua set data:

    1. Data peringatan titik api historis dari Data Titik Api Aktif Nasa, yang menunjukkan peringatan titik api pada periode 1 Januari 2001 hingga saat ini. Data ini hanya mengindikasikan kemungkinan lokasi ternjadinya kebarakan. Untuk mengetahui apakah ada api atau tidak, data tersebut harus diverifikasi di lapangan. Lihat disini untuk informasi lebih lanjut tentang data NASA.

    2. Informasi terhadap sumber sebaran angin Singapura didapatkan dari model HYSPLIT NOAA yang mempertimbangkan data meteorologis serta juga dapat digunakan untuk memperkirakan arah perjalanan angin untuk mencapai satu lokasi dan pada waktu tertentu.

    Bagikan

  • 3 Cara untuk Mengatasi Deforestasi Hutan Tropis Hingga 2020

    Artikel ini disusun bersama Carita Chan, intern di Forest Initiative WRI.

    Semenjak krisis deforestasi hutan tropis mencapai tingkat urgensi yang baru akibat kebakaran hutan yang meluas di Indonesia, sebuah pertanyaan penting muncul ke permukaan, bagaimana dunia dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat akan produk hutan sementara di waktu yang bersamaan masih melestarikan ekosistem hutan? Minggu ini, beberapa perusahaan terbesar di dunia akan bergabung bersama para pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia di Jakarta dalam pertemuan Tropical Forest Alliance 2020 (TFA 2020) untuk membahas permasalahan tersebut.

    Pertemuan ini terjadi tiga tahun setelah Consumer Goods Forum (CGF), sebuah forum yang beranggotakan 400 perusahan barang konsumsi terbesar di dunia dari 70 negara, mengumumkan komitmen mereka untuk menggunakan hanya komoditas yang bebas deforestasi (deforestation-free) dalam rantai pasokan mereka dan membantu usaha untuk mencapai tingkat deforestasi sebesar nol persen pada tahun 2020. TFA 2020, sebuah kemitraan pemerintah-swasta yang dibentuk pada Rio+20 Summit tahun 2012, bertujuan untuk menyediakan pedoman yang jelas dalam mengimplementasikan komitmen forum.

    Bagikan

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.