Anda di sini

Postingan Blog: polusi

  • Kawasan Rendah Emisi (KRE): Langkah Strategis Kota untuk Mengurangi Emisi dan Polusi Udara

    Transportasi merupakan sumber polusi udara terbesar bagi DKI Jakarta (PM2.5, NOx, dan CO). Oleh karena itu, perlu strategi untuk mengurangi polusi dari sektor ini, tanpa menghalangi masyarakat dalam bermobilitas. Emisi, yang merupakan proses pelepasan polutan ke udara yang menyebabkan terjadinya polusi udara berupa gas dan partikulat, juga perlu mendapat perhatian yang khusus. Salah satu cara terbaik yang telah terbukti di banyak kota di dunia untuk mengurangi emisi adalah dengan menerapkan Kawasan Rendah Emisi (KRE) di berbagai titik.

    Bagikan

  • Darurat: 3 Strategi untuk Mengurangi Polusi Ozon Beracun

    Ozon terbentuk secara alami di stratosfer yang melindungi manusia dan planet ini dari sinar ultraviolet yang berbahaya. Peningkatan kadar ozon terbentuk ketika polutan dari berbagai sumber saling bereaksi dan berbagai gangguan pernapasan. Mengurangi polusi adalah tantangan tata kelola yang kompleks. Namun, ketiga pendekatan ini dapat membantu, yaitu (1) Pemantauan Tingkat Ozon yang Lebih Baik, (2) Strategi Terkoordinasi, Lintas Batas, dan (3) Keterlibatan dengan Masyarakat Sipil dan Aksi Warga.

    Bagikan

  • Kebakaran Menyebar di Indonesia saat DPR Menyetujui Perjanjian Kabut Asap Lintas Negara

    Parlemen Indonesia baru-baru ini menyetujui kesepakatan untuk mengurangi polusi asap dari kebakaran lahan dan hutan.

    Pengesahan hukum tersebut—yang sebetulnya ditandatangani 12 tahun yang lalu—datang disaat yang tepat: Disaat kebakaran sedang terjadi di Sumatera Selatan dan di Kalimantan Barat dan Tengah, membahayakan hutan, masyarakat, dan satwa liar Indonesia yang menyebut daerah ini sebagai rumah mereka.

    Bagikan

  • Deklarasi Jakarta yang Baru Bertujuan untuk Memperkuat Hak-hak atas Informasi Lingkungan di Asia

    Peningkatan industrialisasi di Asia telah menciptakan banyak tantangan bagi masyarakat untuk melindungi diri mereka dari polusi. Banyak informasi penting yang dimiliki oleh pemerintah – seperti jumlah polusi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik terdekat atau hasil pemantauan kualitas air dan udara setempat – masih belum tersedia dalam format yang mudah dimengerti oleh masyarakat. Praktik ini seringkali mengabaikan masyarakat dalam proses perumusan kebijakan isu-isu seperti regulasi polusi atau ekspansi pabrik-pabrik industri. Dalam banyak kasus, publik kekurangan informasi yang mereka butuhkan untuk memahami dan melindungi diri mereka dari dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan yang berbahaya.

    Situasi ini mendorong sekelompok pejabat pemerintah, NGO, perwakilan masyarakat lokal, dan akademisi untuk meminta pemerintah mengubah status quo. Minggu lalu, perwakilan dari Tiongkok, Indonesia, Jepang, Mongolia, Filipina, dan Thailand mengeluarkan Jakarta Declaration for Strengthening the Right to Environmental Information for People and the Environment. Deklarasi ini menuntut pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap informasi mengenai polusi kualitas air dan udara di Asia – dan menawarkan roadmap yang detail mengenai cara melakukannya.

    Deklarasi ini terbentuk di dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh The Access Initiative WRI dan Indonesian Centre for Environmental Law, minggu lalu di Jakarta. Para perwakilan yang hadir akan memberikan daftar temuan dan rekomendasi kepada pejabat pemerintahan di negara mereka masing-masing dan meminta komitmen untuk meningkatkan transparansi.

    Bagikan

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.