Anda di sini

Postingan Blog: kemiskinan

  • Bagi Masyarakat Adat, Kehilangan Lahan Sama Saja Kehilangan Nyawa

    Perkebunan tebu memaksa 600 keluarga di Kamboja untuk keluar dari tanah mereka. Banyak yang kehilangan semua harta benda mereka, dan orang tua, tidak dapat bertani dan membayar biaya sekolah, mengirim anak-anak mereka untuk bekerja di Thailand. Ini adalah kisah yang mengejutkan, tetapi yang terlalu familiar bagi 2,5 miliar orang yang hidup di tanah adat.

    Bagikan

  • 3 Poin Penting untuk Agenda Pengembangan Global Berikutnya

    Bisakah kemiskinan ekstrem dihilangkan 20 tahun ke depan? Dengan banyak negara di dunia masih terperosok dalam perkonomian yang terpuruk, pertanyaan tersebut sepertinya muncul di waktu yang salah. Meskipun demikian, seiring dengan kedatangan para kepala negara di New York pada hari Senin untuk menghadiri Sidang Umum ke-67 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), target tersebut harus berada di puncak agenda.

    Ada dua alasan menarik mengapa para pemimpin dunia harus menggenggam momen ini. Pertama, momen ini adalah peluang penting untuk menciptakan kemajuan yang sulit dimenangkan dalam pengurangan kemiskinan selama dua dekade belakangan. Dengan adanya Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang dipimpin oleh PBB sebagai kekuatan penggalang, jumlah masyarakat yang hidup dibawah $1,25 per hari telah berkurang sebanyak 43 persen pada tahun 1990 menjadi 22 persen pada tahun 2008. Namun, ada lebih banyak yang masih perlu untuk dilakukan.

    Bagikan

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.