Anda di sini

PERMINTAAN PROPOSAL: Studi Peran Perhutanan Sosial dalam Adaptasi Iklim dan Ketahanan Pangan di Riau

RINGKASAN PENGADAAN

WRI Indonesia bermaksud memberikan kontrak Harga Tetap (Fixed Price) dengan nilai maksimum Rp 350.000.000 termasuk semua pajak yang berlaku - untuk pelaksanaan studi tentang: Peran Perhutanan Sosial dalam Adaptasi Iklim dan Ketahanan Pangan (Bukti dari Provinsi Riau). Kontrak tersebut diharapkan dimulai pada Januari 2022 dan berakhir pada 31 Agustus 2022. Rincian lebih lanjut akan dijabarkan dalam dokumen Permintaan Proposal ini. Vendor yang terpilih akan menyerahkan hasil untuk selanjutnya disetujui dan bekerja sama dengan tim WRI Indonesia. Kontrak akan ditandatangani oleh WRI Indonesia dan akan dibayarkan dari rekening WRI Indonesia, dengan mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia.

Tentang WRI Indonesia

WRI Indonesia adalah lembaga kajian independen yang fokus pada pembangunan sosio-ekonomi Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Pekerjaan kami fokus pada enam bidang utama: hutan, iklim, energi, kota dan transportasi, tata kelola, dan laut. Kami mengaktualisasikan gagasan-gagasan besar ke dalam aksi nyata pada titik temu yang menghubungkan lingkungan dengan peluang ekonomi dan kesejahteraan manusia.

Didirikan pada Januari 2014 dengan kantor pusat di Jakarta, WRI Indonesia adalah organisasi riset nirlaba yang berafiliasi dengan World Resources Institute, sebuah lembaga kajian lingkungan global yang berbasis di Washington D.C. WRI memiliki jaringan penelitian yang beranggotakan lebih dari 450 tenaga ahli dan staf di lebih dari 50 negara, dengan kantor di Tiongkok, India, Indonesia, Eropa, dan Amerika Serikat. Di Indonesia, kami telah menjalankan proyek bersama dengan mitra-mitra kami selama lebih dari 20 tahun, dan WRI Indonesia secara resmi didirikan untuk membangun keberadaan dalam negeri yang kuat, membuat formal kemitraan yang telah terbentuk, serta memperkuat penelitian kami di lapangan.

Tentang Proyek

Penelitian ini merupakan bagian dari program “Research Pilot Project on Climate Change Mitigation” di bawah inisiatif Think Climate Indonesia yang didukung oleh kemitraan IDRC (International Development Research Center) Kanada dan Oak Foundation. Inisiatif tersebut bertujuan memungkinkan lembaga kajian lokal di Indonesia untuk terlibat lebih efektif dalam aksi-aksi iklim.

Deforestasi hutan tropis di Indonesia untuk tujuan agrikultur telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Penguatan kebijakan diperlukan untuk mengurangi emisi sekaligus memperkuat ketahanan iklim, agar Indonesia dapat mencapai target iklim dan sekaligus juga memenuhi kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Namun, berbagai kesenjangan pengetahuan dan tantangan koordinasi antarlembaga masih menjadi tantangan. Pada tahun-tahun mendatang, Pemerintah Indonesia akan memerlukan data dan analisis terkait iklim yang berkualitas tinggi, relevan, dan tepat waktu agar dapat mengembangkan kerangka kebijakan, peraturan, dan pasar yang dapat mendorong pertumbuhan rendah karbon di Indonesia.

Pemerintah Indonesia telah mengimplementasikan program Perhutanan Sosial untuk meningkatkan akses masyarakat setempat terhadap pengelolaan hutan. Namun, hingga saat ini masih belum terdapat bukti yang jelas bagaimana kebijakan tersebut dapat berkontribusi pada ketahanan pangan serta ketangguhan masyarakat, khususnya yang bergantung pada hutan, dalam menghadapi perubahan – termasuk misalnya perubahan iklim.

Melalui penelitian ini, WRI Indonesia akan menyelidiki praktik-praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat dan bagaimana hal itu dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat lokal dan adat— termasuk hubungannya dengan subsistensi pangan dan peluang mata pencaharian yang bergantung pada sumber daya hutan. Studi ini juga relevan dikaitkan dengan aktivitas WRI Indonesia yang lain, semisal platform Food and Land Use (FOLU) Coalition yang bertujuan menciptakan sistem penggunaan pangan dan lahan yang berkelanjutan dan terintegrasi. Oleh karena itu, hasil studi ini diharapkan dapat mendorong kebijakan ketahanan pangan yang sesuai dengan relevansi dan potensi lokal serta keberlanjutan lingkungan – khususnya dalam hal ini terkait dengan ekosistem dan sumber daya hutan setempat.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN, KELUARAN/HASIL, DAN WAKTU

Adanya kebijakan Perhutanan Sosial (PS) dalam beberapa tahun terakhir telah mempercepat pemberian izin PS kepada masyarakat lokal dan masyarakat adat, sehingga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Akan tetapi, hingga saat ini masih minim bukti dan data terkait hubungan antara implementasi PS dan ketahanan pangan. Kami berhipotesis bahwa: Bila dikelola secara berkelanjutan, kawasan Perhutanan Sosial dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat. Proyek penelitian ini selanjutnya bertujuan mengumpulkan bukti-bukti dari lapangan dan melakukan analisis untuk membuktikan hipotesis tersebut. Studi akan dilaksanakan di Provinsi Riau, Indonesia.

Peran konsultan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan penelitian melalui dua tahap kerja. Secara umum: Tahap 1 (scoping & desk studies) berfokus pada peninjauan umum aspek Perhutanan Sosial di Riau, penajaman dan finalisasi instrumen penelitian terkait ketahanan pangan dan pengelolaan Perhutanan Sosial, serta penentuan lokasi studi. Sedangkan Tahap 2 berfokus pada penerapan instrumen penelitian yang sudah difinalisasi tersebut di lokasi-lokasi terpilih

Rincian pekerjaan, jadwal indikatif, ruang lingkup pekerjaan, dan hasil pekerjaan yang diharapkan diuraikan dalam Tabel berikut.

Tahap pekerjaan Jadwal indikatif Ruang lingkup pekerjaan Hasil pekerjaan
Tahap 1 – Scoping & desk studies Durasi: tidak lebih dari 15 minggu. Perkiraan waktu: Januari – April 2022 Memberikan saran teknis dan perbaikan, melalui meeting dan studi, terhadap draf awal instrumen penelitian primer terkait ketahanan pangan dan perhutanan sosial – berdasarkan keahlian dan pengalaman lapangan yang dimiliki HASIL 1: Versi final dari instrumen penelitian primer (yaitu pertanyaan kuesioner dan wawancara) terkait ketahanan pangan dan perhutanan sosial
Kunjungan lapangan / scoping di wilayah-wilayah perhutanan sosial (PS) di Riau yang potensial untuk dijadikan lokasi aktivitas pengumpulan data primer riset di Tahap 2. HASIL 2: Laporan terpadu yang mencakup: A. Status dan tren perhutanan sosial di Riau. Termasuk di dalamnya dampak perubahan iklim, Covid-19 dan faktor relevan lainnya terhadap dinamika perhutanan sosial di Riau, khususnya di tingkat masyarakat, dari segi ekologi dan sosial-ekonomi B. Penilaian awal (baseline assessment) tentang situasi sosialekonomi dan tren tutupan hutan pada masing-masing kandidat lokasi studi di Riau. C. Rekomendasi 3-5 lokasi studi untuk pelaksanaan riset Tahap 2, disertai dengan justifikasi komparatif antar kandidat lokasi studi yang telah dipelajari
Studi literatur dan/atau wawancara pemangku kepentingan, mengenai: status dan tren perhutanan sosial di Riau; serta dampak dari perubahan iklim, Covid-19, dan faktor lain yang relevan terhadap ekosistem PS di Riau, dari segi ekologi dan sosialekonomi.
Analisis spasial tentang tren (termasuk kehilangan dan penambahan) tutupan hutan dari waktu ke waktu pada masingmasing kandidat lokasi studi PS – dengan granularitas pada masingmasing subzona PS, jika memungkinkan. Analisis dapat menggunakan platform data yang ada, seperti Global Forest Watch
Tahap 2: pengumpulan data primer riset Durasi: tidak lebih dari 15 minggu. Perkiraan waktu: Mei – Agustus 2022 Mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan kerja lapangan untuk mengumpulkan data primer terkait ketahanan pangan dan perhutanan sosial di lokasi yang ditentukan (estimasi sekitar 3-5 lokasi, sesuai kesepakatan dengan WRI) – kerja lapangan harus dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan tim WRI Riau dan Jakarta HASIL 3: Data primer lapangan yang dikumpulkan dari kuesioner, diinput dalam format digital/komputer (MS Excel) HASIL 4: Data primer lapangan yang diperoleh dari wawancara, disusun dalam format transkrip (MS Word) HASIL 5: Laporan yang memuat refleksi dari temuan-temuan utama yang dikumpulkan, serta detil pengamatan konsultan di setiap lokasi khususnya terkait aspek & dinamika ekologi, sosial ekonomi, dan politik setempat

ANGGARAN

Anggaran untuk jasa kegiatan ini dibatasi sebesar Rp350.000.000 (termasuk semua pajak yang berlaku). Pembayaran akan dilakukan berjenjang sesuai dengan tahap-tahap yang ditentukan di bawah ini. Hasil pekerjaan harus melalui pengecekan dan persetujuan WRI Indonesia terlebih dahulu sebelum pembayaran dapat dilakukan.

No. Kegiatan pembayaran Tahap Jumlah % (dari total)
1. Pembayaran di muka Setelah penandatanganan kontrak 20%
2. Termin 1 Setelah Hasil 1, 2 diserahkan dan disetujui 30%
3. Termin 2 Setelah Hasil 3, 4, 5 diserahkan dan disetujui 50%

PEDOMAN PENGAJUAN PROPOSAL

Persyaratan

Vendor yang terpilih harus berstatus badan hukum di Indonesia. Vendor yang terpilih harus dapat mendemonstrasikan kapasitas dalam pekerjaan serupa, terutama:

  • Keahlian dalam topik Perhutanan Sosial dan aksesibilitas masyarakat lokal, khususnya dalam konteks Provinsi Riau

  • Pengetahuan dalam topik ketahanan pangan diutamakan.

  • Berpengalaman melakukan penelitian lapangan berbasis kuesioner. Pengalaman menggunakan teknik dan tools CAPI (Computer-Assisted Personal Interview), seperti Survey Solutions dan CSPro, akan menjadi nilai tambah

  • Berpengalaman menerapkan metode campuran (mixed methods) dalam penelitian, terutama menggabungkan analisis spasial dengan instrumen penelitian kualitatif. Pengalaman menggunakan software ArcGis (dan sejenisnya) serta database untuk menganalisis data tutupan hutan, seperti database Global Forest Watch, akan menjadi nilai tambah.

  • Memiliki rekam jejak dalam mempublikasikan topik-topik serupa di jurnal nasional dan/atau internasional

Isi proposal

Calon vendor harus menyerahkan:

  • Profil Organisasi

  • Pernyataan minat (statement of interest) yang menjelaskan tim yang diusulkan dan bagaimana tim tersebut memenuhi persyaratan di atas;

  • CV para anggota tim;

  • Contoh dan referensi untuk pekerjaan serupa yang telah dilakukan;

  • Gambaran metodologi dan rencana kerja yang diusulkan. Bagian ini juga harus menjelaskan bagaimana vendor akan memastikan protokol kesehatan Covid-19 tetap dijalankan selama kegiatan penelitian. Vendor harus menjelaskan strategi yang akan diterapkan untuk mencapai hasil kerja yang diharapkan selama jangka waktu yang telah ditetapkan.

  • Jadwal pembayaran yang kompetitif yang sesuai dengan nilai dan tahapan pencapaian kerja.

  • Anggaran yang diusulkan dalam format excel (.xls, .xlsx) dengan rincian biaya yang cukup untuk penilaian kewajaran dan kepatuhan terhadap persyaratan penyandang dana kami.

  • Pernyataan kepatuhan dokumen legal vendor, silakan mengunduh pernyataan di sini.

  • Pernyataan kepatuhan dari vendor berupa tulisan bahwa “vendor bersedia untuk memenuhi standar-standar etika penelitian ilmiah yang melibatkan subjek manusia, sebagaimana yang ditentukan oleh donor.” Untuk menjadi catatan bagi calon vendor bahwa aspek kepatuhan ini juga akan dicantumkan dalam kontrak.

Pernyataan Minat, Batas Waktu untuk Pertanyaan, dan Proposal

  • Pernyataan minat dan semua pertanyaan tentang RFP ini harus disampaikan melalui email kepada narahubung di bawah ini selambat-lambatnya hingga 30 November 2021 pukul 11.59 WIB (WIB). Pertanyaan harus dikirimkan kepada narahubung dengan kontak di bawah ini. Jawaban atas pertanyaan yang disampaikan juga akan dibagikan dengan semua pihak yang telah mengajukan pertanyaan atau menyatakan minat.

Narahubung: Tim Pengadaan WRI Indonesia

Jabatan: Pengadaan WRI Indonesia

Alamat email: Procurement-Indonesia@wri.org

Narahubung: Rizky Januar, Dean Affandi

Alamat email: Rizky.Haryanto@wri.org, Dean.Affandi@wri.org

  • Proposal harus dikirimkan selambat-lambatnya 30 November 2021 pukul 11.59 WIB dalam format elektronik kepada narahubung yang tercantum di atas.

EVALUASI DAN SELEKSI

Kriteria Evaluasi

Elemen-elemen berikut akan menjadi pertimbangan utama dalam mengevaluasi semua proposal yang diajukan berdasarkan RFP ini:

  • Penyelesaian semua elemen yang disyaratkan (kualitas proposal);

  • Sejauh mana proposal yang diajukan vendor memenuhi persyaratan yang dicantumkan WRI Indonesia sebagaimana diatur dalam RFP ini, dan mendemonstrasikan pemahaman tentang masalah yang dihadapi;

  • Pengalaman sebelumnya dengan proyek serupa (portofolio proyek);

  • Biaya keseluruhan proposal vendor (kesepadanan nilai dengan uang atau value for money).

  • Keberlanjutan – WRI Indonesia mengedepankan keberlanjutan; oleh karena itu, jika semua faktor lainnya dianggap sama, WRI Indonesia akan mengutamakan proposal yang mengusung keberlanjutan dalam melakukan pekerjaan.

Kandidat yang menawarkan nilai keseluruhan terbaik akan dipilih. Untuk pengadaan ini, aspek harga dan nonharga ini dianggap sama pentingnya.

Proses Seleksi

Tidak ada biaya penyusunan proposal yang dapat dibebankan kepada WRI/semua biaya harus ditanggung oleh kandidat. WRI dapat memilih kandidat yang menawarkan nilai terbaik tanpa diskusi. Namun, WRI berhak untuk meminta klarifikasi kandidat dan melakukan negosiasi dengan kandidat yang dianggap berada dalam kisaran kompetitif. WRI Indonesia, atas kebijakannya sendiri dan tanpa penjelasan kepada kandidat vendor dll., dapat memilih untuk menghentikan RFP ini tanpa kewajiban kepada kandidat vendor tersebut.

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.