Anda di sini

Melintasi Horizon: Studi Strategi Iklim Jangka Panjang untuk Masa Depan Indonesia

Indonesia sedang berkembang pesat. Di sisi lain, Indonesia terus menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan merupakan salah satu penghasil emisi terbesar di dunia. Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK sebesar 29 persen hingga 41 persen pada tahun 2030. Namun, saat ini Indonesia belum memiliki rencana dekarbobisasi jangka panjang. Tanpa rencana jangka panjang, pertumbuhan Indonesia akan menghadapi berbagai risiko yang tidak dapat terlihat dalam perencanaan jangka pendek. Untuk memenuhi kepentingan nasional Indonesia, perlu dikembangkan strategi aksi iklim jangka panjang (Long Term Strategy, LTS) yang melampaui 5-10 tahun ke depan; yang akan mendukung pencapaian tingkat pertumbuhan yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi dan risiko yang akan muncul setelah tahun 2030.

Kertas kerja ini memberikan gambaran awal terkait manfaat dan urgensi penetapan strategi jangka panjang (SJP) aksi iklim di Indonesia dan menyoroti berbagai peluang yang ada saat ini untuk pengembangan strategi yang efektif. Secara khusus, kertas kerja ini membahas pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Seberapa mendesakkah strategi iklim jangka panjang harus dikembangkan oleh Indonesia?
  • Di mana posisi Indonesia saat ini dalam proses pengembangan strategi iklim jangka panjang?
  • Pelajaran apa yang dapat diambil dari pemodelan emisi jangka panjang yang sudah dimiliki Indonesia?
  • Seperti apa bentuk lanskap kelembagaan yang dapat mendukung SJP yang efektif?
  • Apa saja faktor pendukung yang diperlukan untuk membentuk SJP yang efektif?

Key Findings

Ringkasan Utama

Ringkasan eksekutif selengkapnya tersedia dalam kertas kerja.

Publikasi ini untuk sementara hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.

  • The world is not on track to limit the catastrophic impact of climate change. The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) calls on signatory countries to develop more ambitious long-term plans for climate actions by 2020.
  • Indonesia’s self-interest would be served by a longterm strategy (LTS) for climate action that looks beyond the next 5–10 years; such a strategy could secure needed growth while considering conditions and risks beyond 2030.
  • This working paper offers a preliminary overview of the benefits and urgency of producing an LTS for climate action in Indonesia and highlights current opportunities to develop an effective strategy. The assessment is derived from a review of the literature and interviews with experts and government officials.
  • Some current initiatives can serve as a basis or Indonesia’s LTS, such as the low-carbon development initiative of the Ministry of National Development Planning (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; BAPPENAS), which includes long-term modeling exercises until the year 2045.
  • An effective long-term climate strategy for Indonesia should have a durable, enforceable, and adaptable legal framework; high-level political commitment; cross-ministerial planning and collaboration; broad-based participation of various stakeholders; strong subnational ownership and capacity; and innovative and sustainable funding.

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.