Currently this article is only available in Bahasa

JAKARTA, 18 Juli 2023 – Guna mendukung upaya pemerintah nasional dan DKI Jakarta menuju emisi nol bersih atau Net Zero Emission, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkolaborasi bersama WRI Indonesia selaku lembaga kajian independen yang fokus pada pembangunan sosio-ekonomi nasional secara inklusif dan berkelanjutan, hari ini memperkenalkan berbagai rencana inovasi dan aksi untuk lingkungan dalam program berkelanjutan #BersihBerdayaBestari.

Kolaborasi antara Transjakarta dan WRI Indonesia ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama untuk misi Transjakarta Net Zero sekaligus penyerahterimaan ‘E-bus Emission tool’ atau perangkat pengukuran emisi bus listrik yang diselenggarakan di Halte CSW, Jakarta Selatan. Kolaborasi ini turut didukung oleh CarbonEthics, impact enterprise yang bertujuan mengembalikan keseimbangan iklim dan pelopor di restorasi karbon biru. CarbonEthics mendukung TransJakarta untuk menuju menuju emisi nol bersih dengan restorasi ekosistem karbon biru melalui penanaman mangrove oleh masyarakat pesisir.

Proses penandatanganan disaksikan langsung oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syaripudin, Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta Untung Budiharto dan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Transjakarta, Country Director WRI Indonesia Nirartha Samadhi, dan CEO CarbonEthics Agung Bimo Listyanu.

“Hari ini, Transjakarta bersama dengan WRI Indonesia mengadakan kick off kolaborasi Net Zero Emission dengan mengusung tema ‘Transjakarta Route to Net Zero’. Harapannya memperkenalkan program #BersihBerdayaBestari serta mengajak para mitra operator dan APM hingga masyarakat untuk terlibat di dalamnya,” ujar Welfizon di lokasi.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak di sektor transportasi, Welfizon menyebut Transjakarta memiliki peran penting dalam pencapaian Net Zero Emission yang ditargetkan tercapai sebesar 50% pada tahun 2030. Mengingat, sub-sektor transportasi menyumbang sekitar 27,91% emisi gas rumah kaca (GRK) dari total emisi karbon sektor energi dengan jumlah emisi karbon sebesar 135 Gg ton CO2eq (KLHK, 2021).

“Untuk mencapai target, Transjakarta bersama mitra akan mengembangkan peta jalan (roadmap) Net Zero Emission Transjakarta 2060 sebagai program utama #BersihBerdayaBestari mulai tahun ini,” katanya.

Selanjutnya perusahaan akan mempersiapkan strategi reduksi emisi karbon dan carbon offset yang berlandaskan Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Saat ini yang telah dijalankan adalah kebijakan lingkungan hidup berbasis pembangunan rendah karbon di mana salah satu strateginya adalah penggunaan bus listrik sebagai moda angkutan umum di Jakarta.

Nirarta 'Koni' Samadhi dalam sesi sambutan

Nirarta Samadhi, Country Director WRI Indonesia dalam sambutannya menyatakan, “WRI Indonesia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Transjakarta dalam mendukung upaya transformasi menuju target Net Zero Emission lewat program #BersihBerdayaBestari. Kami melihat potensi yang signifikan dari upaya elektrifikasi bus Transjakarta sebagai bagian dari aksi konkrit menuju Net Zero Emission karena dapat mengurangi emisi Transjakarta pada 2030 sebesar 1,9 ton atau setara 14, 3% dari total emisi transportasi di Jakarta. WRI Indonesia juga turut mendorong warga Jakarta untuk beralih ke transportasi publik, khususnya yang memanfaatkan energi bersih, untuk memasifkan pengurangan emisi di sektor transportasi. Berdasarkan hitungan ‘E-Bus Emission Tool’ yang telah kami kembangkan bersama Transjakarta, kami mendapatkan bahwa perbedaan emisi penggunaan motor pribadi dan bus listrik adalah sebesar 0,84 kg CO2 per perjalanan.”

Welfizon melanjutkan “Teranyar kita baru saja melakukan penanaman sebanyak 242 pohon di kawasan Waduk Brigif, Jakarta Selatan. Dengan adanya MoU ini dalam waktu dekat akan melakukan penanaman Mangrove. Selanjutnya dan dalam jangka panjang kita menargetkan akan menanam sebanyak 1 juta pohon hingga tahun 2025 mendatang,” lanjutnya.

Agung Bimo Listyanu, CEO CarbonEthics, menyatakan dalam sambutannya “Ekosistem karbon biru mempunyai potensi besar untuk menyerap emisi karbon. Salah satunya melalui penanaman Mangrove yang mengikutsertakan partisipasi aktif masyarakat pesisir untuk misi yang berkelanjutan. CarbonEthics berharap inisiatif berkelanjutan yang dilakukan TransJakarta dalam mencapai Transjakarta Net Zero Emission dapat menginspirasi banyak institusi untuk melakukan aksi iklim utamanya restorasi ekosistem karbon biru

Warga Jakarta juga dapat ikut serta dalam upaya berkelanjutan ini dengan turut menanam pohon mangrove bersama CarbonEthics dan TransJakarta dengan mengakses bit.ly/BersihBerdayaBestari. Pohon mangrove yang ditanam akan melestarikan ekosistem karbon biru dan memberdayakan masyarakat lokal pesisir.

Untuk selalu mendapatkan informasi terbaru tentang Transjakarta bisa mengakses media sosial Transjakarta di Twitter: @PT_Transjakarta dan Instagram: @pt_transjakarta. Serta gunakan selalu aplikasi TIJE untuk mendukung mobilitas.