WRI Indonesia memperkuat sistem Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi Emisi Metana melalui peluncuran proyek SMART Waste Indonesia
Jakarta, 22 Juli 2025 – WRI Indonesia dengan dukungan Global Methane Hub memiliki komitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas pemerintah Indonesia untuk pengelolaan dan mitigasi emisi metana dari sektor persampahan melalui proyek SMART Waste Indonesia (Strengthening Methane Action through Reliable Tracking in Waste Sector Project). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan transparansi data emisi metana pada sektor persampahan dengan memperkuat sistem Pengukuran, Pelaporan, dan Verifikasi (MRV) melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan partisipatif.
Indonesia adalah salah satu penghasil metana signifikan di dunia. Berbeda dengan negara lain yang menghasilkan emisi metana dari sektor pertanian, emisi metana terbesar di Indonesia adalah dari sektor persampahan, yaitu dari penguraian limbah organik di tempat pembuangan akhir dan pengolahan air limbah domestik.
Antara tahun 1990 dan 2019, total emisi metana nasional meningkat sekitar 180%. Khusus di sektor limbah peningkatannya mencapai 3000% dan sektor ini juga mendominasi produksi metana hingga 56%.
“Besaran emisi metana ini belum akurat, beberapa studi menunjukkan bahwa emisi yang sebenarnya bisa mencapai 2,6 kali lebih tinggi,” ujar Satya Budi Utama, Manajer Proyek dari WRI Indonesia pada acara peluncuran proyek di Senayan, Jakarta. Proyek SMART Waste Indonesia ini akan meningkatkan kemampuan mengukur, melaporkan dan memverifikasi emisi metana dari sektor persampahan.
Tren emisi yang terus meningkat ini diperburuk oleh tantangan seperti teknologi pemantauan yang terbatas, metodologi pelaporan yang tidak konsisten di berbagai wilayah, dan tidak adanya sistem terintegrasi untuk mengharmonisasikan data di tingkat nasional dan subnasional. Indonesia perlu mengembangkan rencana aksi yang komprehensif untuk menangani emisi metana khususnya di sektor limbah.
“SMART Waste Indonesia akan menghasilkan baseline emisi metana dari peta udara dan data primer yang kita ambil dari TPA di 5 pulau berbeda. Kita juga akan membuat platform partisipasi untuk publik mengidentifikasi emisi metana diluar TPA yang selama ini tidak terukur,” lanjut Satya.
Komitmen Pemerintah Indonesia dalam Global Methane Pledge adalah mengurangi emisi metana sebesar 30% pada tahun 2030. Metana adalah gas rumah kaca yang sangat kuat, dengan potensi pemanasan global 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun, dan 84 kali lebih kuat dalam jangka waktu 20 tahun.
Dalam diskusi bersama, Della Satya Guniastuti dari Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup, menyampaikan, “Penggunan teknologi terkini untuk memonitor data gas emisi metana (CH4) per titik area. Kami mengapresiasi inisiatif lewat proyek ini dalam menghasilkan data yang lebih komprehensif untuk dipergunakan dalam Biennial Transparency Reports“.
Bagus Satrio dari Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, juga menuturkan, ”Studi ini menjadi sangat relevan dilakukan di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah, karena saat ini, praktik open dumping merupakan praktek yang masih populer untuk dilakukan, sehingga potensi emisi metana yang dihasilkan dari TPA semakin besar.”
Keluaran dari proyek ini adalah untuk mengembangkan metodologi nasional untuk mencatat dan memberikan verifikasi emisi metana dan memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai target pengurangan emisi metana di sektor limbah dan mendukung komitmen iklim Indonesia, khususnya dalam konteks Global Methane Pledge dan Nationally Determined Contributions (NDC).
Kontak Media:
Satya Budi Utama, Smart Waste Indonesia Project Manager, WRI Indonesia, [email protected]
Enggi Dewanti, Senior Communications Specialist, WRI Indonesia, [email protected]
Tentang WRI Indonesia
WRI Indonesia, didirikan di Indonesia dengan nama Yayasan Institut Sumber Daya Dunia, adalah organisasi penelitian independen yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Pekerjaan kami difokuskan pada lima portofolio: hutan, iklim, energi, kota dan transportasi, serta laut. Kami mengubah ide-ide besar menjadi tindakan di nexus lingkungan, peluang ekonomi, dan kesejahteraan manusia.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi wri-indonesia.org