Jakarta, 25 Januari 2026 — Sebanyak 39 mahasiswa dan talenta muda dari enam wilayah di Indonesia merumuskan delapan inisiatif percontohan sebagai bentuk aksi mitigasi iklim di sektor transportasi melalui program Future Leaders in Sustainable Transport (FIRST). Program ini diselenggarakan pada 18–25 Januari 2026 di Jakarta dan bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda dalam merancang solusi transportasi rendah karbon yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan daerah.

Para peserta FIRST berasal dari Jabodetabek, Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, dan Makassar, serta terdiri atas 36 mahasiswa dari perguruan tinggi dan sekolah kedinasan dan 3 talenta muda dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Selama rangkaian kegiatan, peserta mengembangkan gagasan melalui pembelajaran terstruktur, diskusi dan refleksi bersama, lokakarya perancangan inisiatif, sesi presentasi, serta pendampingan dari praktisi dan fasilitator. Rangkaian ini dirancang untuk membantu peserta memahami tantangan transportasi berkelanjutan sekaligus menerjemahkan pembelajaran tersebut menjadi gagasan aksi yang realistis dan dapat diuji di konteks lokal.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta FIRST juga mengikuti kunjungan pembelajaran langsung ke sejumlah operator transportasi nasional, yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Pelita Air, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/PELNI. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai tantangan operasional, strategi keberlanjutan, serta upaya pengurangan emisi di sektor transportasi darat, laut, dan udara.

Delapan inisiatif percontohan transportasi berkelanjutan yang dirumuskan peserta FIRST mencerminkan beragam pendekatan, mulai dari edukasi publik, penguatan literasi transportasi, hingga uji coba solusi mobilitas berskala terbatas, yaitu:

1) BAGER – Bandung Gerak Bersama Feeder (Kota Bandung)
Inisiatif untuk mendorong pemanfaatan layanan feeder sebagai penghubung first–last mile menuju transportasi publik utama melalui kampanye publik dan kolaborasi dengan komunitas serta pemangku kepentingan lokal.

2) SAMAKI – Sulawesi Aman, Mandiri, dan Inklusif (Kota Makassar)
Gerakan berbasis kampus dan komunitas yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik transportasi yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas, melalui edukasi dan pengalaman langsung.

3) JAGASESAMA – Transportasi Inklusif dan Ramah Lingkungan (Jabodetabek 1)
Inisiatif komunikasi publik yang mengangkat isu keselamatan, inklusivitas, dan keberlanjutan transportasi di kawasan metropolitan Jabodetabek.

4) SUSTAINTRANS Academy di Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Jabodetabek 3)
Program penguatan literasi transportasi berkelanjutan bagi taruna/i melalui sosialisasi, forum diskusi, serta kegiatan kolaboratif seperti kompetisi ide dan hackathon.

5) TRANS STIP – Inisiatif Mobilitas Taruna (Jabodetabek 2)
Uji coba solusi mobilitas kolektif berupa layanan bus terjadwal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan transportasi daring di lingkungan kampus.

6) GAS NAIK LEK - Pemetaan Interaktif Transportasi Kota Medan (Kota Medan)
Inisiatif pengembangan peta informasi transportasi publik untuk membantu masyarakat memahami pilihan moda dan rute perjalanan yang lebih efisien dan rendah emisi.

7) TELUSUR – Navigasi Perjalanan Inklusif (Kota Surabaya)
Inisiatif berbasis digital yang bertujuan mempermudah perencanaan perjalanan masyarakat dengan mengintegrasikan informasi rute, akses pejalan kaki, dan konektivitas antarmoda.

8) TRANSPO – Penguatan Akses Pejalan Kaki menuju Halte (Kota Semarang)
Inisiatif komunikasi publik dan peningkatan pengalaman berjalan kaki menuju halte Trans Semarang untuk mendorong penggunaan angkutan umum.

Program FIRST merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia, yang diwakili oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dan Pemerintah Inggris melalui dukungan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) sebagai bagian dari International Climate Finance, serta diimplementasikan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM).

Putri Wadda Nabila, peserta dari Universitas Sumatra Utara, menyatakan “Saya ingin mulai dari small action dulu di sekitar kampus, harapannya nanti berkembang lebih besar lagi.” 

Sementara Moh. Jafar Umar, peserta dari Universitas Negeri Semarang, menegaskan “Sebagai generasi muda, saya mengambil peran di area kebijakan publik. Sekarang itu pemuda banyak yang melek politik, transportasi tanpa kebijakan politik yang baik akan sia-sia saja."

Dalam sesi pembukaan bootcamp FIRST di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Nirarta Samadhi, Country Director, WRI Indonesia, menekankan bahwa FIRST dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kepemimpinan perubahan di sektor transportasi.

"Di dalam rangkaian Bootcamp FIRST, peserta akan belajar langsung dari para pemimpin yang telah membuktikan bahwa transformasi itu mungkin. Dalam enam bulan ke depan, kami berharap setiap kota yang terwakili di sini memiliki inisiatif lokal yang dijalankan oleh alumni FIRST—baik dalam bentuk kampanye, advokasi, program edukasi, maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk proyek percontohan yang berkaitan dengan transportasi rendah emisi. Dalam satu hingga dua tahun ke depan, jaringan FIRST diharapkan berkembang menjadi komunitas nasional yang saling mendukung. Dan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, ketika kita berbicara tentang transformasi transportasi Indonesia, nama-nama para peserta inilah yang mungkin akan disebut sebagai para perintis yang memulai perubahan dari tingkat lokal,” ujar Nirarta.

Sementara itu, Peter Radjadiston, UK Minister-Counsellor (Development) to Indonesia, Timor-Leste and ASEAN, British Embassy Jakarta, menyampaikan:

“Inggris, melalui program UK PACT yang merupakan bagian dari kemitraan infrastruktur berkelanjutan MELAJU, siap mendukung ambisi ini. Kami berkomitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Komitmen ini juga menjadi bagian dari kerja sama antara Inggris dan Indonesia, yang akan ditegaskan kembali melalui Strategic Partnership yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Starmer minggu ini di London. Sangat menggembirakan melihat generasi muda dibekali dengan pengetahuan dan kesadaran mengenai transportasi berkelanjutan, karena merekalah yang akan berperan dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih hijau.”

Di kesempatan yang sama, Tatan Rustandi, Kepala Pusat Pengembangan Transportasi Berkelanjutan (PPTB), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, menegaskan bahwa transportasi berkelanjutan harus dibangun di atas tiga nilai utama.

“Transportasi berkelanjutan pada akhirnya harus memiliki nilai sosial yang berkelanjutan, nilai ekonomi yang berkelanjutan, dan nilai lingkungan yang berkelanjutan. Seluruh kebijakan transportasi harus memenuhi ketiga nilai tersebut. Kita menghadapi persoalan nyata seperti kemacetan, polusi udara, dan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, Kementerian Perhubungan telah menyusun Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Transportasi melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 8 Tahun 2023. Pada akhirnya, transportasi bukan hanya isu teknis, tetapi juga isu sosial dan politik yang menyangkut kepentingan publik,” jelas Tatan.

Pasca-bootcamp, para peserta FIRST akan melanjutkan proses pendampingan pasca-program untuk mematangkan dan menguji inisiatif percontohan tersebut di kota asal masing-masing dengan melibatkan pemangku kepentingan lokal. Melalui proses ini, FIRST diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan generasi muda sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan aktor non-pemerintah dalam mendorong praktik transportasi rendah emisi yang relevan dan berkelanjutan.


Tentang UK PACT
UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions) adalah program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris yang mendukung transisi rendah karbon melalui kebijakan, kerangka institusional, serta implementasi aksi iklim di berbagai sektor, termasuk transportasi. UK PACT bekerja bersama pemangku kepentingan nasional dan sub-nasional untuk mempercepat perencanaan mobilitas berkelanjutan, pembangunan platform kolaboratif, dan pengembangan strategi dekarbonisasi transportasi. Pada Fase I (2023–Maret 2025), UK PACT melalui WRI Indonesia membantu kota-kota seperti Surabaya dan Makassar dalam merumuskan perencanaan mobilitas tangguh iklim, pembentukan forum multipihak, dan proyek percontohan kebijakan transportasi rendah emisi. Fase II memperluas dukungan dengan pengembangan sistem pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi (MRV) komprehensif yang mencakup berbagai moda transportasi, serta penguatan kolaborasi antar instansi untuk memperkuat perencanaan transportasi berbasis data guna mendukung target iklim nasional dan implementasi jangka panjang.

Tentang WRI Indonesia
WRI Indonesia adalah lembaga riset independen yang mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan, transisi energi, perbaikan tata ruang, serta pembangunan kota dan sistem transportasi yang tangguh dan inklusif melalui riset berbasis data, analisis kebijakan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tentang IREEM
Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM) adalah lembaga riset dan advokasi kebijakan yang berfokus pada percepatan transisi energi bersih dan pembangunan rendah karbon di Indonesia, melalui penguatan kebijakan publik, peningkatan kapasitas institusi, serta dukungan terhadap implementasi aksi iklim di tingkat nasional dan daerah.

Kontak Media:
Yurgen Alifia Sutarno, Senior Communications Specialist for Cities, WRI Indonesia, [email protected]
Harimawan Latif, Senior Communications Specialist, IREEM, [email protected]
Ardhia Nur Zafira, Communications Officer, IREEM, [email protected]