Key Takeaways
  • Dari jalan yang lebih aman hingga lingkungan yang lebih hijau, Prize for Cities mencari solusi yang telah terbukti mampu menjadikan kota lebih layak huni dan tangguh, serta menginspirasi perubahan serupa di tempat lain. 

  • Pendaftaran telah dibuka melalui PrizeforCities.org hingga 13 Januari 2027 pukul 23.59 Waktu Bagian Timur Amerika Serikat (ET). 

Washington (30 September 2026) — World Resources Institute (WRI) hari ini membuka pendaftaran untuk siklus 2027–2028 WRI Ross Center Prize for Cities, sebuah penghargaan global yang mengapresiasi proyek-proyek transformatif yang meningkatkan kualitas kehidupan perkotaan serta menjadikan kota lebih berkelanjutan, inklusif, dan tangguh. Juri independen yang terdiri dari para pakar terkemuka di bidang perkotaan akan memilih satu pemenang utama (Grand Prize Winner) yang akan menerima hadiah sebesar US$250.000. Empat finalis lainnya masing-masing akan menerima US$25.000.

Pendaftaran dibuka di tengah meningkatnya tekanan terhadap kota-kota di seluruh dunia. Lebih dari separuh populasi dunia kini tinggal di kawasan perkotaan, tempat meningkatnya biaya hidup, infrastruktur yang menua, serta ancaman gelombang panas ekstrem, banjir, dan polusi semakin membebani kehidupan sehari-hari masyarakat. Di sisi lain, kota telah lama menjadi ruang untuk menguji berbagai gagasan baru. Pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat terus menerapkan solusi praktis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman, sekaligus lebih siap menghadapi perubahan iklim.

Didukung oleh filantropis Stephen M. Ross, Prize for Cities mencari proyek yang telah melampaui tahap gagasan dan mampu menunjukkan hasil nyata di lapangan. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat saat ini, memperkuat ketahanan kota di masa depan, serta menawarkan pembelajaran praktis yang dapat diterapkan oleh kota-kota lain. Para finalis pada siklus sebelumnya telah menghadirkan berbagai solusi, mulai dari meningkatkan keselamatan perjalanan anak ke sekolah, mengurangi panas dan banjir melalui ruang hijau, mengubah lahan kosong menjadi pertanian perkotaan, hingga meningkatkan penghidupan pekerja sektor persampahan informal.

“Kota merupakan tempat berbagai tantangan terbesar dunia dirasakan secara langsung, tetapi kota juga menjadi tempat kita dapat membayangkan kembali berbagai kemungkinan,” ujar Ani Dasgupta, President & CEO WRI. “Setiap hari, para pemimpin kota dan masyarakat menemukan cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pengujian dan pengembangan solusi praktis yang mengubah cara kota bergerak, tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan berkembang. Di saat kita semakin membutuhkan satu sama lain, kota dapat menjadi penggerak inovasi, harapan, dan optimisme. Itulah alasan kami menghadirkan Prize for Cities: untuk menemukan dan mengapresiasi berbagai terobosan, membantu kota saling belajar, serta memperluas penerapan solusi yang terbukti berhasil.”

Prize for Cities terbuka bagi pelaku usaha, organisasi non-pemerintah, kelompok komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai bentuk kemitraan. Proyek yang diajukan harus menunjukkan bahwa inisiatif tersebut telah menghasilkan dampak nyata di lapangan serta menawarkan pembelajaran atau pendekatan yang dapat menjadi acuan bagi upaya serupa di tempat lain. Selama lima siklus pertamanya, Prize for Cities telah menerima lebih dari 1.200 proposal dan memberikan pengakuan kepada 25 proyek dari berbagai belahan dunia.

“Solusi perkotaan yang paling kuat sering kali berawal dari persoalan yang sangat spesifik, perjalanan ke sekolah yang berbahaya, kawasan permukiman yang terputus dari berbagai peluang, atau ruang publik yang tidak lagi berfungsi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Rogier van den Berg, Global Director WRI Ross Center for Sustainable Cities. “Solusi tersebut menjadi kuat ketika upaya menyelesaikan persoalan itu juga membawa perubahan yang lebih besar, seperti dalam cara sebuah kota merencanakan pembangunan, melakukan investasi, atau melayani warganya. Perubahan jangka panjang seperti inilah yang dicari melalui Prize for Cities.”

Para pemenang utama pada siklus sebelumnya antara lain Move As One Coalition di Manila, Filipina; Re-Ciclo di Fortaleza, Brasil; Todos al Parque di Barranquilla, Kolombia; Sustainable Food Production for a Resilient Rosario di Rosario, Argentina; serta School Area Road Safety and Improvements (SARSAI) di Dar es Salaam, Tanzania.

Pada tahun tersebut, Kota Makassar menerima penghargaan WRI Ross Center Prize for Cities 2025-2026 di New York, Amerika Serikat. Penghargaan ini diraih berkat program Revitalising Informal Settlement and  their Environments (RISE) dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan pemukiman, serta kesehatan masyarakat berbasis komunitas yang masuk dalam kategori lima besar.  

Pendaftaran Prize for Cities dibuka hingga 13 Januari 2027 pukul 23.59 Waktu Bagian Timur Amerika Serikat (ET). Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penghargaan ini, mengajukan proyek, dan melihat proyek-proyek pemenang sebelumnya, kunjungi PrizeforCities.org.


Tentang World Resources Institute (WRI)

World Resources Institute (WRI) bekerja untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melindungi dan memulihkan alam, serta menstabilkan iklim. Sebagai organisasi penelitian independen, WRI memanfaatkan data, keahlian, dan jangkauan global untuk memengaruhi kebijakan serta mendorong perubahan sistem di bidang pangan, lahan dan air; energi; serta perkotaan. Lebih dari 2.000 staf WRI bekerja langsung di lebih dari selusin negara fokus dan bersama mitra di lebih dari 50 negara.

 

Tentang WRI Ross Center for Sustainable Cities

WRI Ross Center for Sustainable Cities merupakan program World Resources Institute yang berfokus pada upaya membentuk masa depan ketika kota dapat berfungsi lebih baik bagi semua orang. Bersama mitra di seluruh dunia, WRI Ross Center membantu menciptakan kawasan perkotaan yang tangguh, inklusif, dan rendah karbon, yang lebih baik bagi masyarakat dan planet.

Jaringan WRI Ross Center terdiri dari lebih dari 500 pakar yang bekerja dari Brasil, Tiongkok, Kolombia, Ethiopia, India, Indonesia, Kenya, Belanda, Meksiko, Türkiye, dan Amerika Serikat. Jaringan ini memadukan keunggulan penelitian dengan dampak nyata di lapangan untuk menjadikan kota-kota di seluruh dunia sebagai tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

 

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui wri.org/cities atau media sosial @WRIRossCities. 

Explore more:
kota