Dukung Petani Swadaya Berkelanjutan, WRI Indonesia Bersama Yayasan FORTASBI dan RSPO Gelar Smallholder Appreciation Night dan Business Matching di RT RSPO 2025
Kuala Lumpur, 4 November 2025—Petani merupakan tulang punggung dalam mendorong industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Menghargai peran mereka, WRI Indonesia bersama RSPO dan Yayasan FORTASBI menyelenggarakan sesi Smallholder Appreciation Night & Business Matching dalam kegiatan RT RSPO yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 4 November 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi dalam mendukung inklusivitas petani swadaya ke dalam rantai pasok kelapa sawit global melalui pembelian kredit RSPO.
Pada kegiatan ini, WRI Indonesia menghadirkan Koperasi Produsen (KP) Kusuma Bakti Mandiri, salah satu dari empat koperasi petani sawit swadaya binaan di bawah program Smallholder Hub, yang pada tahun 2024 telah menyelesaikan proses audit sertifikasi RSPO Independent Smallholder (ISH) Standard 2020. Dalam rangkaian kegiatan RT RSPO 2025 ini, KP Kusuma Bakti Mandiri juga berkesempatan menerima sertifikat RSPO.
“Keberhasilan petani swadaya meraih sertifikasi berkelanjutan menjadi langkah penting dalam memastikan produksi sawit Indonesia tetap kompetitif dan inklusif. Dukungan perusahaan pembeli kredit RSPO dan kemitraan multipihak berperan besar dalam memastikan petani memperoleh manfaat langsung dari praktik berkelanjutan,” ujar Bukti Bagja, Senior Manager for Supply Chain and Livelihood Transformation, WRI Indonesia.
Pada tahun 2024, empat kelompok petani binaan inisiatif Smallholder Hub telah menyelesaikan audit sertifikasi RSPO. Keempatnya adalah KP Kusuma Bakti Mandiri, Forum Petani Sawit (FPS) Sei Garo, KUD Intan Ma’mur, dan Koperasi Produsen Mandiri (KPM) Karya Maju.
Rukaiyah Rafik, Head of Secretariat, Yayasan FORTASBI, menekankan bahawa apresiasi terhadap pembeli kredit RSPO merupakan bentuk pengakuan atas peran penting perusahaan dalam mendukung keberlanjutan dari sektor hilir kepada petani. “Pembelian kredit RSPO tidak hanya memberikan insentif ekonomi bagi petani, tetapi juga membangun kepercayaan dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok.” Jelasnya.
Selain apresiasi bagi perusahaan pembeli kredit RSPO, terdapat pula sesi Business Matching yang mempertemukan petani sawit swadaya yang telah memperoleh sertifikat RSPO dengan pelaku industri dan calon pembeli. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbuka peluang kolaborasi baru untuk memperluas dukungan terhadap petani sawit swadaya berkelanjutan di Indonesia.
Kontak Media
Perdana Gultom, Communications Officer, WRI Indonesia
[email protected]
Tentang Smallholder Hub
Smallholder Hub merupakan inisiatif WRI Indonesia dan Unilever yang bertujuan mendukung upaya-upaya dalam memastikan produksi kelapa sawit dari petani swadaya mematuhi prinsip-prinsip keberlanjutan yang diakui oleh pasar sawit nasional dan internasional. Inisiatif ini berjalan sejak 2016, hingga saat ini, terdapat 15.000 petani yang menjadi penerima manfaat. Para petani yang tergabung dalam program ini ditargetkan menerima setifikasi RSPO pada tahun 2027.
Tentang WRI Indonesia
WRI Indonesia adalah organisasi penelitian independen yang bekerja sama dengan pemerintah, bisnis, lembaga multilateral, dan kelompok masyarakat sipil untuk mengembangkan solusi praktis yang meningkatkan kehidupan masyarakat dan memastikan alam dapat berkembang di Indonesia. Kami mengatur pekerjaan kami di sekitar lima isu penting: Hutan dan Tata Guna Lahan, Iklim, Energi, Kota dan Transportasi, dan Lautan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik https://wri-indonesia.org/id .