Mengapa

Sekitar 68 persen populasi Indonesia diprediksi akan menempati wilayah perkotaan pada tahun 2025. Tingkat permukaan laut pun diperkirakan akan meningkat, sehingga mengancam kota-kota terutama di daerah pesisir. Di tengah tantangan tersebut, Indonesia perlu memiliki paradigma pembangunan yang baru. Perencanaan pembangunan harus mempertimbangkan seluruh aspek penting dalam kehidupan perkotaan, seperti transportasi umum, keselamatan berlalu lintas, efisiensi energi dan gedung, pengelolaan air, dan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim. Tidak hanya mempertimbangkan pembangunan di dalam kota, pemerintah juga harus melindungi hutan di dalam dan luar kota, serta di sepanjang daerah aliran sungai. Jika tidak, masyarakat akan menjadi korban dari polusi udara, krisis air, dan banjir.

Kegiatan Kami

Kami menyediakan dukungan teknis kepada pembuat kebijakan dan perencana pembangunan kota untuk meningkatkan ketahanan masyarakat perkotaan terhadap perubahan iklim dan mengurangi kecelakaan lalu lintas. Kegiatan kami meliputi:

  • Bandung Road Safety Initiative
  • Urban Community Resilience Assessment (UCRA)
  • Cities4Forests
  • Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI)
  • Clean Air Catalyst (CAC)
  • UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT)
  • Safe and Sound Cities (S2Cities)
  • Low Emission Zone