Jakarta, 14 Oktober 2025 – Investasi energi bersih dan efisiensi energi dapat mendorong dua tujuan utama Indonesia: mempertahankan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 8% hingga 2029 dan mencapai emisi nol bersih pada 2060, menurut studi baru oleh WRI Indonesia. Dengan menggunakan adaptasi model Indonesia Vision to 2045 (IV2045) — sebuah metode analitis yang membantu pembuat kebijakan melihat dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pilihan kebijakan — peneliti WRI mensimulasikan prediksi jika Indonesia menerapkan langkah-langkah energi bersih dan efisiensi energi yang tercantum dalam Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif Indonesia 2023 (CIPP).

Rencana ini berfungsi sebagai peta jalan Indonesia untuk beralih dari batu bara di bawah Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP), sebuah kesepakatan antara Indonesia dan mitra internasional dalam melakukan transisi yang adil dan inklusif menuju energi bersih. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20, transisi energi Indonesia menjadi contoh  signifikan  baik di tingkat regional maupun global. "Skenario JETP" dalam studi ini memproyeksikan bahwa investasi energi baru yang bersih dan efisien akan mendorong pertumbuhan PDB sebesar 8% sekaligus mengurangi emisi. Emisi sektor listrik diproyeksikan mencapai puncaknya sebesar 324 juta ton ekuivalen karbon dioksida (MtCO₂e) pada tahun 2034 dan kemudian turun tajam menjadi 13,2 MtCO₂e pada tahun 2050 — hampir enam kali lebih rendah dibandingkan emisi yang terjadi jika menggunakan skenario bisnis seperti biasa — sebuah pengurangan hampir 96%.

Studi ini juga menemukan bahwa:

  • Setiap investasi $1 miliar dolar AS pada energi terbarukan diproyeksikan menghasilkan pengembalian ekonomi sebesar $1,41 miliar dolar AS, menciptakan rantai nilai baru dalam pemasangan, operasi, dan pemeliharaan energi bersih.

  • Lebih dari 2,8 juta pekerjaan dapat tercipta dalam konstruksi dan pembangkit energi terbarukan. Impor minyak dapat berkurang sebesar 1,23 juta barel per hari, memperkuat kemandirian energi Indonesia dan ketahanan terhadap lonjakan harga bahan bakar global.

  • Penerapan energi terbarukan juga akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan masyarakat. Hal ini akan secara signifikan mengurangi polusi udara berbahaya, menurunkan biaya perawatan kesehatan, dan meningkatkan produktivitas pekerja. Pemodelan WRI menunjukkan bahwa mencapai tujuan energi bersih Indonesia dapat menyelamatkan hingga 62.000 nyawa per tahun dibandingkan dengan jalur bisnis seperti biasa.

“Studi ini memberikan dasar yang kuat bagi pembuat kebijakan untuk segera bertindak dalam transisi energi yang adil di Indonesia,” kata Egi Suarga, Senior Manager for Climate, WRI Indonesia. “Studi ini menunjukkan bahwa energi bersih tidak menghalangi kemakmuran — justru mendorongnya. Terutama bagi ekonomi yang sedang berkembang seperti Indonesia — menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi ketergantungan pada impor, dan membangun ekonomi berkelanjutan yang bekerja untuk semua orang.” 

Untuk mewujudkan potensi ini, studi ini menyerukan peningkatan cepat energi bersih dan efisiensi energi, didukung oleh kebijakan ambisius, kemitraan strategis, dan investasi berkelanjutan. 

Tindakan prioritas mencakup perluasan kapasitas energi terbarukan untuk memenuhi target energi bersih, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mereformasi subsidi, menegakkan standar efisiensi, dan memodernisasi jaringan untuk menangani pembangkit energi terbarukan yang bervariasi.

Studi ini memberikan wawasan analitis kepada pembuat kebijakan dari penilaian terhadap berbagai opsi kebijakan dan guncangan. Diseminasi publik yang diadakan pada Mei 2025 mengumpulkan masukan dari pemangku kepentingan utama, termasuk Sekretariat JETP, Bappenas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Perusahaan Listrik Negara (PT. Perusahaan Listrik Negara atau PLN), organisasi masyarakat sipil, dan para pakar universitas.

Akses lengkap studi: Understanding Socioeconomic Indonesia Net Zero Energy Transition 

Kontak Media:

Enggi Dewanti, Senior Communication Specialist for Climate Transition, WRI Indonesia, [email protected] (+6285249388191)