Membangun Kredibilitas Industri Sawit di Era Krisis Iklim, WRI Indonesia bersama Robertsbridge Gelar Diskusi Panel untuk Dorong Kolaborasi Multipihak
Kuala Lumpur, 3 November 2025—Berteparan dengan penyelenggaraan RSPO RT 2025, World Resources Institute (WRI) Indonesia bersama Robertsbridge menyelenggarakan diskusi panel bertajuk “Preparing for Escalating Global Risks: Building Credibility in the Palm Oil Industry for the Next 20 Years”.
Diskusi ini membahas upaya memperkuat kredibilitas dan ketahanan industri sawit di tengah meningkatnya risiko global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kelangkaan sumber daya alam. Dalam menghadapi krisis ini, diperlukan kerja sama dan aksi kolektif para pemangku kepentingan dalam rantai nilai komoditas sawit.
Ditekankan bahwa masa depan industri sawit akan sangat bergantung pada kemampuan untuk mengintegrasikan data ilmiah, inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor dalam setiap proses pengambilan keputusan. Pendekatan ini tidak hanya penting untuk memenuhi tuntutan regulasi seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR), tetapi juga untuk mempertahankan daya saing komoditas sawit di pasar global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
Adrian Suharto, Director APAC, Robertsbridge, menyampaikan “Dua puluh tahun ke depan akan menjadi periode yang menentukan bagi industri sawit, apakah kita mampu beradaptasi terhadap risiko global. Tentu sangat sulit menghadapi tantangan ini sendirian. Melalui dialog seperti ini, kita mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun kredibilitas dan ketahanan industri sawit.”
“Kredibilitas industri tidak dibangun dari komitmen semata, melainkan perlu ada bukti ilmiah yang secara nyata menunjukkan dampak terhadap pengurangan emisi dan perlindungan hutan.” Ujar Bukti Bagja, Senior Manager for Supply Chain and Livelihood Transformation, WRI Indonesia. “Keterlibatan petani swadaya dan pelaku usaha pada tingkat lokal menjadi kunci untuk memastikan transisi menuju sistem produksi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.”
Sementara itu, Nailah Shabirah, Regional Lead for Science Based Targets Network (SBTN) in South East Asia, Bestari Sustainability, menambahkan “Pendekatan science based targets diperlukan dalam membangun kredibilitas industri sawit. Pendekatan ini memberikan arah yang jelas bagi sektor swasta untuk memastikan strategi bisnisnya selaras dengan target iklim global. Dengan penurunan emisi yang terukur dan berbasis data ilmiah, industri sawit dapat memperkuat posisinya dalam upaya mitigasi krisis iklim”.
Kontak Media
Perdana Gultom, Communications Officer, WRI Indonesia
[email protected]
Tentang WRI Indonesia
WRI Indonesia adalah organisasi penelitian independen yang bekerja sama dengan pemerintah, bisnis, lembaga multilateral, dan kelompok masyarakat sipil untuk mengembangkan solusi praktis yang meningkatkan kehidupan masyarakat dan memastikan alam dapat berkembang di Indonesia. Kami mengatur pekerjaan kami di sekitar lima isu penting: Hutan dan Tata Guna Lahan, Iklim, Energi, Kota dan Transportasi, dan Lautan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik https://wri-indonesia.org/id.