Siaran Pers

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia

World Resources Institute (WRI) Indonesia

***

Jakarta, 25 Juni 2025 - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), berkolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia, mengembangkan purwarupa Ocean Calculator, sebuah alat ukur geospasial berbasis neraca sumber daya laut (NSDL) untuk menghitung nilai ekonomi dari ekosistem laut & pesisir. Masih dalam momentum Hari Laut Sedunia, hasil kolaborasi ini disampaikan pada kegiatan “Pengenalan dan Lokakarya Teknis Platform Ocean Calculator” di Jakarta (25/6).

Purwarupa Ocean Calculator ini dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama Universitas New South Wales (UNSW) Australia, Universitas Riau (UNRI), Universitas Mataram (UNRAM), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Ocean Calculator menjadi salah satu solusi dalam mendiseminasikan Ocean Account/Neraca Sumber Daya Laut di Indonesia dalam tata kelola kelautan yang berkelanjutan, sesuai dengan prinsip ekonomi biru. Sistem ini memungkinkan untuk menghitung aset ekosistem di wilayah Indonesia secara cepat dan akurat menggunakan metode geospasial dan bersumber pada ketersediaan data seperti peta, citra satelit, hasil riset, dan survei pemerintah.

Koswara
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Koswara, memberikan kata sambutan saat acara pengenalan Ocean Calculator yang berlangsung di Jakarta (25/6/25).

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan (DJPK), Koswara, menyampaikan bahwa Ocean Calculator akan membantu pemerintah mengambil keputusan pengelolaan pesisir dan laut yang lebih tepat sasaran dan berbasis data. “Ocean Calculator ini menjadi langkah awal yang strategis untuk beragam kolaborasi lainnya antara kementerian dengan WRI Indonesia. Harapannya, Ocean Calculator ini bisa terus dikembangkan sehingga dapat memperkuat pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat, kredibel, dan komprehensif.”

Penggunaan teknologi geospasial, termasuk alat penginderaan jauh dan sistem informasi geografi (SIG) pada Ocean Calculator ini, bisa mengidentifikasi luas dan kondisi ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang pada periode waktu tertentu, sekaligus menghitung jasa ekosistemnya, seperti perlindungan pantai dan penyerapan karbon.

Selain itu, Ocean Calculator ini juga menyediakan informasi terkait aspek kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI) dengan menampilkan peran gender dalam pengelolaan sumber daya laut. Alat ini juga bisa mencatat luas suatu ekosistem laut, misalnya kawasan mangrove, sekaligus mengetahui siapa kelompok masyarakat yang paling bergantung pada ekosistem tersebut.

DFAT
Acting Counsellor for Knowledge, Innovation and Humanitarian - Development Cooperation at the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, memberikan kata sambutan saat acara pengenalan Ocean Calculator yang berlangsung di Jakarta (25/6/25).

“Kami menyambut baik Ocean Calculator sebagai salah satu hasil unggulan dari kolaborasi antara WRI Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka di Indonesia dan Australia, yang menunjukkan dampak nyata dari kemitraan pengetahuan bilateral kita,” kata Jacqui Lord, Pelaksana Tugas (Plt.) Counsellor Bidang Pengetahuan, Inovasi, dan Kemanusiaan–Kerja Sama Pembangunan, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). “Dikembangkan melalui kemitraan erat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), perangkat berbasis sains yang mutakhir ini memiliki potensi untuk mentransformasi proses pengambilan keputusan. Kehadirannya akan memungkinkan pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan Indonesia yang lebih tepat sasaran, berbasis bukti, dan dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas.”

Direktur Konservasi Ekosistem, Firdaus Agung, menyampaikan sejak awal pengembangannya, Direktorat Konservasi Ekosistem menyambut positif Ocean Calculator yang diinisiasi oleh WRI Indonesia maupun bentuk kolaborasi lainnya dalam mendukung pengelolaan kelautan. “Sejak Februari 2026, KKP terlibat dalam uji coba awal Ocean Calculator hingga saat ini terintegrasi di SIDAKO dan dapat diakses oleh masyarakat pada laman sidako.kkp.go.id yang menjadi ‘rumah’ bagi berbagai data konservasi ekosistem di Indonesia.” Firdaus juga menambahkan, bahwa Ocean Calculator mendukung pengembangan ocean accounting dan memberikan kemudahan bagi stakeholder untuk mengenal dan mengetahui nilai ekosistem laut yang berdampak bagi keberlangsungan ekologi dan aktivitas sosial ekonomi.

Pak Koni Ocean Calculator
Country Director World Resources Institute (WRI) Indonesia, Nirarta Samadhi, memberikan kata sambutan saat acara pengenalan Ocean Calculator yang berlangsung di Jakarta (25/6/25).

Pada kesempatan tersebut, Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia sangat penting bagi ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan perlindungan masyarakat dari dampak perubahan iklim, namun nilai dan manfaatnya belum tercermin dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

“Purwarupa Ocean Calculator ini dikembangkan untuk membantu menghadirkan informasi yang lebih komprehensif sehingga kebijakan dan investasi di wilayah pesisir dapat lebih optimal dalam memberi manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan,” kata Nirarta. “Harapan kami, kedepannya purwarupa ini dapat mengeksplor lebih dalam relasi manusia-lingkungan dan manusia-manusia dalam konteks lingkungan dan menyajikan analisa yang komprehensif untuk penguatan kebijakan publik yang berkelanjutan.”

Ocean Calculator ini bisa digunakan oleh para pengambil kebijakan di level nasional maupun subnasional, instansi perguruan tinggi, komunitas pesisir, hingga pihak swasta. Tak hanya itu, Ocean Calculator ini juga sangat terbuka untuk dikembangkan lebih lanjut oleh pihak mana pun yang tertarik, dengan metode sumber terbuka (open sources).[]

***

Dokumentasi acara pengenalan Ocean Calculator bisa diakses lewat pranala berikut: dokumentasi.

Kunjungi dan manfaatkan laman resmi purwarupa Ocean Calculator lewat pranala berikut: ocean-accounting.wri-indonesia.id

Untuk informasi lebih lanjut, sila hubungi:

  • Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan (DJPK) KKP: 0821-3191-9095
  • Ocean & Plastic Waste Communication Hotline WRI Indonesia: 0878-8706-4112