JAKARTA – Pembalakan liar masih menjadi salah satu penyebab berkurangnya luasan hutan di Indonesia. Meski pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mempersempit ruang gerak perdagangan kayu ilegal, serta melakukan penindakan yang tegas, praktik manipulasi dokumen, pencampuran kayu legal dengan kayu ilegal, hingga penyelundupan kayu lintas negara masih terus terjadi. Karenanya, diperlukan berbagai upaya guna mengurangi ruang gerak kejahatan pembalakan dan perdagangan kayu ilegal, termasuk melalui kegiatan pengembangan riset dan teknologi identifikasi kayu. 

Sejalan dengan hal itu, World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar Lokakarya Integrasi Teknologi Identifikasi Kayu untuk Mendukung Tata Kelola dan Penegakan Hukum di Jakarta 25 September 2025. Acara ini mempertemukan para peneliti, pemangku kebijakan, penegak hukum, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil guna mengoptimalkan peranteknologi dalam memperkuat tata kelola kayu demi perlindungan hutan di Indonesia. 

“Meskipun tantangan ini tidaklah ringan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah. Serangkaian instrumen kebijakan dan regulasi yang diterapkan untuk mempersempit ruang gerak kayu ilegal, saat initelah mulai menunjukkan hasil yang baik. Untuk memastikan lacak balak yang transparan serta menjamin kebenaran informasi dalam dokumen yang sah, diperlukan dukungan teknologi yang andal, tidak bias, dan konsisten,” ungkap Tomi Haryadi, Director for Food, Land and Water Programme, WRI Indonesia. 

Selama lokakarya berlangsung, para ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IPB University, Universitas Gadjah Mada, dan mitra internasional seperti dari Vietnamese Academy of Forest Sciences memaparkan berbagai inovasi terkait identifikasi kayu, seperti: 

  • Anatomi kayu dan pengembangan berbasis machine learning dengan pemanfaatan analisis spektrum kapasitansi untuk memprediksi jenis kayu
  • Analisis DNA yang memanfaatkan perbedaan urutan genetik setiap individu dan populasinya untuk mengidentifikasi spesies dan melacak asal-usul geografis kayu 
  • Teknologi Direct Analysis in Real Time-Time of Flight Mass Spectrometer (DART-TOF-MS) sebagai teknik analisis cepat yang menghasilkan “sidik jari kimia” kayu, sehingga memungkinkan identifikasi jenis dan, dalam batas tertentu, asal-usulnya 

     

Penggunaan teknologi ini penting untuk memperkuat penegakan hukum ketika berhadapan dengan kasus penyelundupan atau kejahatan kehutanan. Upaya ini juga mampu membantu memastikan semua produk kayu yang diekspor merupakan produk yang legal, memenuhi standar dan prosedur yang berlaku, serta memberikan insentif ekonomi yang berkeadilan bagi bangsa dan negara. 

Menurut Taqiauddin, Kasubdit Penindakan Perambahan Kawasan Hutan dan Kejahatan Kebakaran Hutan, Kementerian Kehutanan, melalui pendekatan ilmiah, penyidik kehutanan dapat menentukan spesies kayu serta asal-usulnya. Pendekatan ini juga dapat dijadikan bukti ilmiah dalam persidangan dugaan penggelapan kayu dalam menentukan legalitas kayu yang diperdagangkan. “Analisis DNA kayu, misalnya, dapat digunakan sebagai alat pembuktian di pengadilan yang mana mampu membedakan antara kayu legal dan ilegal secara objektif dan akurat,” tutur Taqiauddin. 

Sementara itu, Nguyen Ngoc Bao dari Research Institute of Forest Industry, Vietnamese Academy of Forest Sciences, juga mengatakan bahwa sejak tahun 2022, institusinya telah mulai membangun database sistem kayu menggunakan DART-TOF untuk kebutuhan forensik. 

“Pada beberapa kasus, kami masih menggunakan analisis anatomi kayu dalam melakukan identifikasi. Namun teknologi ini tidak selalu praktis dalam menentukan jenis keluarga dan genus kayu. Karena itu, kami perlu menggunakan DART-TOF yang lebih efektif dalam pembuktian di kasus-kasus tertentu,” jelas Nguyen Ngoc Bao. 

Lokakarya ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem ketertelusuran kayu yang lebih menyeluruh sehingga kita dapat menjaga hutan dengan lebih baik, melindungi keanekaragaman hayati, sekaligus mencegah kerugian negara akibat praktik ilegal perdagangan kayu. 

____________________________________________________________________

Sekilas tentang WRI Indonesia 
World Resources Institute (WRI) Indonesia, didirikan di Indonesia dengan nama Yayasan Institut Sumber Daya Dunia, adalah lembaga penelitian independen yang fokus pada pembangunan sosio-ekonomi nasional secara inklusif dan lestari. Kami mengaktualisasikan gagasan-gagasan besar ke dalam aksi nyata pada titik temu yang  menghubungkan lingkungan dengan peluang ekonomi dan kesejahteraan manusia. 

Sekilas tentang IPB University 
IPB University sebagai salah satu institusi yang berkecimpung dalam pertanian dan pembangunan pedesaan memiliki posisi yang strategis dalam pembangunan nasional. Sebagai institusi pendidikan yang memiliki banyak tenaga ahli yang kompeten, IPB University berperan pentingdalam mewujudkan pembangunan nasional yang bertumbuh, merata, dan berkesinambungan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Dhio Teguh Ferdyan – Forest Legality Lead, WRI Indonesia ([email protected]) 
Novaeny Wulandari – Communications Specialist for Peat and Forest Monitoring, WRI Indonesia ([email protected]) 

Lihat juga:
kayu hutan