Indonesia Climate-Modeling University Competition
Indonesia Climate-Modeling University Competition merupakan kompetisi pemodelan iklim bagi mahasiswa/i di seluruh Indonesia. Melalui inisiatif proyek "2050 is Now", WRI Indonesia, didukung oleh IKI, mengajak generasi muda Indonesia untuk turut berkontribusi dalam membuat climate model dalam sektor transportasi.
Tentang ICUC – WRI Indonesia
Krisis iklim adalah isu genting yang sedang terjadi dan dampaknya sudah terlihat di mana-mana. Dalam menanggapi krisis tersebut, berbagai negara telah menyepakati Perjanjian Paris pada 2015 untuk menahan kenaikan suhu bumi tidak melebihi 1,5 derajat Celsius. Perjanjian ini menjadi landasan dari berbagai kebijakan negara-negara untuk menyusun rencana dan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Indonesia memiliki beragam cara dan solusi inovatif untuk memperkuat ambisi iklimnya, termasuk kesempatan mengadopsi strategi-strategi baru yang belum teruji. The Indonesia Climate Modeling University Competition (ICUC) mengajak generasi muda untuk menggali ide-ide kreatif dan inovasi terbaik dalam mengembangkan pemodelan dan merumuskan skenario kebijakan perubahan iklim yang mampu mendorong pencapaian target ambisius menuju NZE 2060, selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Tujuan Kompetisi
Menyediakan wadah bagi peserta agar dapat menampilkan dan mengembangkan ide serta inovasi dalam pemodelan skenario kebijakan iklim di sektor transportasi.
Memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan pemodelan skenario kebijakan iklim.
Membuka peluang bagi peserta terpilih untuk mengikuti program fellowship sehingga mereka dapat menyempurnakan model yang dikembangkan dan dapat dipublikasikan dalam publikasi peer-reviewed.
Ketentuan Peserta Lomba
Pendaftaran dilakukan secara berkelompok berisi 2-3 orang.
Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (dibuktikan dengan KTP atau KTM).
Peserta merupakan mahasiswa aktif D1/D2/D3/D4/S1/S2/S3 yang terdaftar pada perguruan tinggi resmi di Indonesia yang dibuktikan dengan KTM.
Setiap grup peserta lomba hanya diperbolehkan memilih 1 (satu) subtema.
Berkomitmen tinggi untuk mengikuti serangkaian acara Indonesian Climate-Modeling University Competition termasuk sesi inkubasi dan masa fellowship (hanya berlaku pada grup peserta terpilih).
Tata Cara Pendaftaran
Peserta mengikuti (follow) laman media sosial @wriindonesia (hanya berlaku bagi peserta yang memiliki akun media sosial).
Peserta diperbolehkan memilih salah satu dari dua subtema Indonesian Climate-Modeling University Competition.
Peserta menyusun abstrak maksimal 1000 kata yang berisi pokok masalah, tujuan, metode, penjelasan data, dan kesimpulan pemodelan. Peserta melakukan pendaftaran pada Indonesia Climate-modeling University Competition (ICUC).
Peserta dapat mengakses buku panduan, formulir abstrak, dan surat pernyataan orisinalitas pada WRI ICUC 2025
Syarat dan Ketentuan Pendaftaran
Setiap grup peserta yang mendaftar hanya dapat memilih salah satu subtema saja.
Dengan mendaftar pada Indonesia Climate-Modeling University Competition, setiap grup menjamin hal-hal sebagai berikut:
- Hasil ide merupakan hasil ciptaan peserta grup sesuai dengan data identitas yang didaftarkan;
- Ide yang didaftarkan oleh grup pada lomba ini adalah karya orisinil peserta dan tidak memiliki plagiarisme;
- Ide yang didaftarkan belum memenangkan dan didaftarkan dalam lomba sejenis/event/publikasi sebelumnya;
- Ide yang didaftarkan tidak melanggar hak kekayaan intelektual atau hak lain yang berasal dari pihak ketiga.- Grup peserta mengizinkan penyelenggara untuk merekam dan mengambil gambar sepanjang masa pelaksanaan Indonesia Climate-Modeling University Competition untuk perihal publikasi serta kegiatan promosi di media apa pun.
- Penyelenggara memiliki hak untuk mendiskualifikasi grup peserta yang terlibat dalam kekerasan, tindakan yang tidak sportif dan tidak menyenangkan, kegiatan yang menyinggung SARA, serta peserta yang melanggar syarat dan ketentuan yang berlaku pada Indonesian Climate-Modeling University Competition ini.
- Keputusan dari dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat dalam segala aspek. Oleh karena itu, peserta wajib mematuhi dan terikat pada keputusan tersebut.
- Dalam pelaksanaan Indonesian Climate-Modeling University Competition ini, grup peserta tidak akan dipungut biaya apa pun. Peserta diharapkan waspada terhadap segala penipuan yang meminta biaya apa pun terkait dengan kompetisi ini.
- Penyelenggara akan menyediakan akomodasi dan transportasi untuk grup peserta selama pelaksanaan Indonesian Climate-Modeling University Competition.
- Segala pajak yang timbul atas hadiah merupakan tanggung jawab pemenang Indonesian Climate-Modeling University Competition.
Lini Masa Kompetisi
Call for Abstracts: Agustus – 15 Oktober 2025 (Deadline baru yang telah diperpanjang dari 30 September 2025)
Pengumpulan abstrak dari peserta.Screening & Selection: Oktober 2025
Seleksi abstrak peserta oleh tim WRI Indonesia.Incubation & Final Presentation: November/Desember 2025 (TBC)
Enam tim terpilih akan mengikuti pelatihan inkubasi singkat selama satu minggu untuk memperbaiki dan memperkuat model yang telah dirancang. Rangkaian inkubasi akan diakhiri dengan presentasi kepada dewan juri, serta pengumuman tiga tim pemenang dan satu peserta fellowship terpilih. Kegiatan akan diadakan di Jakarta.Fellowship: Januari 2026 (TBC)
Peserta terbaik dari tim terbaik akan mengikuti program fellowship dari WRI Indonesia. Program ini akan berlangsung selama 6-8 bulan.
Kriteria penilaian
Teori pemodelan yang digunakan (basic theory), termasuk keterhubungan antar variabel.
Metodologi perhitungan emisi dan dampak sosioekonomi.
Akurasi dan kelengkapan sumber data yang digunakan (accuracy and quality).
Kelayakan dan argumen rekomendasi kebijakan (applicability).
Analisis biaya-manfaat (cost-benefit) dari solusi terpilih.
Kemudahan model untuk diaplikasikan ke berbagai situasi (scalability).
Hadiah dan Penghargaan
Tiga tim terbaik yang lolos seleksi abstrak dan mengikuti proses inkubasi akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar:
• Pemenang 1: Rp15.000.000,-
• Pemenang 2: Rp12.000.000,-
• Pemenang 3: Rp8.000.000,-
• Program Fellowship
Selain itu, satu peserta terbaik dari tim terbaik akan berkesempatan mengikuti program fellowship di bawah tim Iklim WRI Indonesia untuk mematangkan ide, mengembangkan model, dan mempublikasikan hasil pemodelan serta rekomendasi kebijakan. Peserta akan mengikuti serangkaian pengembangan kapasitas (capacity building) selama masa fellowship berlangsung.
Tema Kompetisi
Pada lomba ini, peserta diminta untuk mengembangkan model dan menyusun skenario rekomendasi kebijakan penurunan emisi pada sektor transportasi dengan memilih satu di antara dua subtema yang akan dirincikan di bagian selanjutnya. Emisi yang diperhitungkan pada lomba ini terbatas pada emisi scope 1 dan scope 2. Salah satu contoh emisi scope 1 pada sektor transportasi merupakan emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari truk logistik milik perusahaan saat mengangkut barang menggunakan bahan bakar solar (diesel), sedangkan contoh emisi scope 2 adalah penggunaan listrik jaringan untuk mengisi baterai kendaraan listrik.
Sektor transportasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Dari sudut pandang ekonomi, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat signifikan, dari 6,2% pada tahun 2010 menjadi 8,3% pada tahun 2024 (BPS, 2024). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan jumlah kendaraan darat, yang bertumbuh rata-rata sebesar 5% per tahun sepanjang periode 2015–2024 (Miller et. al., 2025). Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, konsumsi energi di sektor transportasi melonjak sebesar 70% sejak tahun 2010, mencapai sekitar 2.150 PJ pada tahun 2024. Pada tahun 2010, seluruh permintaan energi ini berasal dari minyak bumi. Namun, komposisi tersebut berubah, dengan kontribusi minyak bumi menurun menjadi kurang dari 90% pada tahun 2021 akibat peningkatan penggunaan biofuel.
Analisis pemodelan skenario pembangunan rendah karbon di sektor transportasi darat akan mendukung upaya penurunan emisi GRK. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosio-ekonomi yang signifikan.
Subtema Kompetisi
a. Subtema Transportasi Darat Non-logistik
Cakupan wilayah pemodelan (pilih salah satu):
- Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan)
- Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekarsi)
- Mamminasata (Makassar-Maros-Sangguminasa-Takalar-Pangkep)
Peserta ditantang untuk mengembangkan sebuah model yang meliputi berbagai skenario kebijakan pengurangan emisi gas rumah kaca cakupan 1 dan cakupan 2 (scope 1 and 2 GHG emissions) dari transportasi darat non-logistik skala nasional. Model tersebut harus dapat diuji dan disimulasikan dampaknya.
b. Subtema Transportasi Darat Logistik
Peserta ditantang untuk mengembangkan sebuah model yang meliputi berbagai skenario kebijakan pengurangan emisi gas rumah kaca cakupan 1 dan 2 (scope 1 and 2 GHG emissions) dari transportasi darat logistik skala nasional, (khususnya) pada transportasi berbasis rel dan truk, yang dapat diuji dan disimulasikan dampaknya. Emisi tidak termasuk pengadaan energi.
Komponen & Keluaran Pemodelan
Dalam membuat model untuk kedua subtema, peserta wajib memasukkan komponen berikut ke dalam model:
Aktivitas sosial-ekonomi (i.e. pertumbuhan PDB, aktivitas perdagangan, demografi populasi, harga energi, urbanisasi)
Permintaan atas kendaraan
Armada/ supply dari kendaraan
Perilaku berpergian/ travel behaviour (jarak tempuh kendaraan/pangsa moda/jarak tempuh penumpang)
Emisi dari sektor transportasi beserta kebijakan aksi mitigasi perubahan iklim sektor transportasi
Kebutuhan investasi hijau untuk sektor transportasi (upfront cost)
Co-benefit sosio-ekonomi dengan mengimplementasikan aksi mitigasi perubahan iklim
Kebutuhan pekerja untuk kebijakan hijau sektor transportasi (pembukaan lowongan kerja hijau)
Selain komponen di atas, peserta wajib membuat grafik proyeksi emisi dari hasil pemodelan dengan dua skenario proyeksi emisi GRK dari subsektor transportasi yang terpilih, yaitu:
Skenario business-as-usual (baseline): proyeksi emisi masa mendatang berdasarkan data historis tanpa intervensi kebijakan apa pun. Proyeksi ini digunakan sebagai garis referensi atau acuan pencapaian target; dan
Skenario kebijakan: proyeksi emisi berdasarkan data historis dengan adanya intervensi kebijakan untuk menurunkan emisi.
Panduan Umum Pemodelan - Model dan Skenario
Skenario kebijakan harus dihasilkan dari simulasi pemodelan (jenis software dibebaskan).
Tahun acuan (base year) yang digunakan adalah 2019 dengan tahun target net zero emissions (NZE) pada 2060, dengan menjaga kenaikan suhu bumi sebesar 1.5o C melalui penurunan emisi. Emisi yang diperhitungkan adalah emisi scope 1 dan 2. Pemodelan yang dibuat harus menunjukkan peta jalan transisi penurunan emisi bertahap pada tahun 2030, 2045, dan 2060 meliputi hasil proyeksi emisi, komponen pemodelan (lihat Komponen & Keluaran Model), dan target aksi mitigasi yang dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun tersebut.
Peserta memilih 1 subtema yang sudah ditentukan oleh panitia. Khusus untuk subtema transportasi darat non-logistik, peserta wajib memilih satu daerah cakupan khusus.
FAQ
Di mana peserta bisa mengakses materi Coaching Session ICUC?
Kamu bisa mengunduh materi coaching session ICUC yang diselenggarakan 3 Oktober 2025 lalu untuk membantu kamu menyusun abstrak lomba.
- Kapan abstrak maksimal dikumpulkan?
- Pengumpulan abstrak terakhir pada 15 Oktober 2025, boleh dikumpulkan sebelum tanggal tersebut. Pengumpulan dilakukan via Google Form. Apakah mahasiswa di tahun akhir bisa mengikuti kompetisi?
Tiap kelompok peserta harus merupakan mahasiswa aktif setidaknya hingga masa pemilihan fellowship.
Untuk subtema transportasi non-logistik, apakah boleh hanya memilih 1 kota? Misal, hanya Jakarta (tidak Jabodetabek)
- Pemilihan subtema transportasi non-logistik dapat memilih salah satu dari 3 wilayah berikut: (1) Sarbagita (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan), (2) Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekarsi), atau (3) Mamminasata (Makassar-Maros-Sangguminasa-Takalar-Pangkep). Pemilihan ketiga wilayah ini didasari jumlah komuter & pergerakan yang tergolong tinggi dengan utilisasi kendaraan umum yang masih rendah.
- Sebagai catatan, hanya memilih satu kota saja tidak diperbolehkan, tetapi calon peserta dapat memilih wilayah aglomerasi/metropolitan area lain (selain 3 yang terdaftar), yakni
1. Mebidangro
2. Patungraya Agung
3. Cekungan Bandung
4. Kedungsepur
5. Gerbangkertosusila
6. Banjarbakula
7. Bimindo
Rincian cakupan kabupaten/kota dari wilayah aglomerasi prioritas dapat dilihat pada peraturan yang berlaku. Jika memilih dari 7 daftar di atas, peserta diharapkan untuk menjelaskan alasan pemilihan wilayah pada abstrak yang dikumpulkan.
Bahan Bacaan
Narahubung:
Hasna Khadijah, Climate Analyst WRI Indonesia, [email protected]