#KhazanahHutan: Memperingati Hari Hutan Internasional 2026
Hutan kerap dianggap sebagai kawasan yang jauh dari kehidupan manusia, khususnya di perkotaan. Padahal, hutan adalah sumber kehidupan. Ia adalah bagian krusial dari sistem pangan, lahan, dan air.
Cara kita memproduksi, mengolah, serta mengonsumsi pangan memengaruhi cara Indonesia mengelola lahan, hutan, dan sumber daya air. Dalam konteks ini, WRI Indonesia berupaya menjaga kelestarian hutan dan mencegah deforestasi, serta mendukung alternatif penghidupan bagi masyarakat adat dan komunitas lokal (IP&LC) yang hidup di dalam dan sekitar kawasan hutan. Upaya ini dilakukan untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dari sektor lahan, sekaligus mempertahankan jasa ekosistem penting, seperti keanekaragaman hayati dan cadangan air.
Hari Hutan Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 Maret menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali berbagai elemen yang berkaitan dengan ekosistem ini. Pada tahun 2026, Hari Hutan Internasional jatuh berdekatan dengan momen Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Oleh karena itu, kami bermaksud untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keterkaitan antara pentingnya menjaga hutan dan alam dari perspektif agama dan kepercayaan.
Di sisi lain, rangkaian kampanye menjelang Hari Hutan Internasional kali ini akan jatuh pada bulan Ramadan. Mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa, kami ingin mengajak publik untuk mengenal kembali isu-isu penting yang dikerjakan oleh WRI Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan sistem pangan, lahan, dan air.
#KhazanahHutan akan terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu:
1. Webinar: Memaknai Hubungan antara Agama dan Kepercayaan dengan Menjaga Ekosistem
Webinar ini merupakan acara pembuka dari rangkaian kegiatan #KhazanahHutan.
Hari/Tanggal: Senin, 2 Maret 2026
Waktu: 16.00–17.30 WIB
Unduh materi:
Materi Dr. Fachruddin Majeri Mangunjaya
2. Kompetisi Konten Perayaan Hari Hutan Internasional 2026
Untuk memperingati Hari Hutan Internasional bulan Maret ini, mari belajar dan berbagi pengetahuan tentang hutan.
Syarat dan Ketentuan
- Peserta berusia minimal 17 tahun dan memiliki KTP.
- Kompetisi ini terbuka untuk umum dan tidak berlaku untuk karyawan WRI Indonesia.
- Peserta diperbolehkan mengunggah koten lebih dari satu kali. Masing-masing konten didaftarkan secara terpisah.
- Konten wajib milik sendiri dan bebas copyright. Adanya unsur plagiarisme akan berakibat pada diskualifikasi, baik sebelum maupun sesudah pengumuman pemenang.
- Konten tidak boleh diproduksi menggunakan AI generatif.
- Konten dan caption tidak boleh mengandung:
- Merek dagang, logo, dan karya yang dilindungi hak cipta atau Hak Kekayaan Intelektual milik pihak lain.
- Konten pornografi atau unsur yang menyinggung SARA.
- Pajak hadiah akan ditanggung oleh WRI Indonesia.
- Hadiah uang hanya bisa ditransfer ke rekening atas nama yang sesuai dengan nama pemenang.
- Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Topik
- #HutanuntukPangan: Hutan sebagai sumber pangan dan air
- #HutankuSejahtera: Hutan sebagai sumber mata pencaharian atau pekerjaan berkelanjutan
- #HutanLestari: Upaya mencegah deforestasi, melindungi, dan melestarikan ekosistem hutan
Cara Mengikuti
- Ikuti akun Instagram @wriindonesia dan @sistempanganlestari
- Unggah konten berbentuk carousel atau reels di Instagram yang berkaitan dengan topik yang dipilih
- Konten bisa berisi pengetahuan atau informasi yang bersumber dari studi literatur, wawancara langsung, observasi lapangan, maupun pengalaman pribadi. Sumber data WAJIB dicantumkan.
- Caption harus memuat:
- Tagar #KhazanahHutan
- Tagar khusus berdasarkan topik yang dipilih
- Tag @wriindonesia dan @sistempanganlestari
- Tag tiga orang teman untuk mengikuti lomba
- Isi formulir pendaftaran di tautan berikut
- Pendaftaran ditutup pada 13 Maret 2026 pukul 23:59.
Hadiah
Masing-masing pemenang untuk setiap topik akan mendapatkan:
- THR sebesar Rp500.000
- Adopsi pohon senlai Rp100.000
- Seri buklet Berpikir Sistem untuk Sistem Pangan Berkelanjutan
3. Masterclass
Masterclass #KhazanahHutan merupakan rangkaian kelas daring bersama para ahli dari WRI Indonesia.
Sambil menunggu berbuka puasa atau mengisi waktu di perjalanan, mari belajar bersama tentang berbagai topik seputar hutan dan lahan!
Masterclass #1: Cerita Masyarakat Menjaga Hutan dari Tapak
Hari/Tanggal: Jumat, 6 Maret 2026
Pukul: 16.00-17.00 WIB
Unduh materi:
Masterclass ini disusun dari pengalaman pendampingan WRI Indonesia melalui program Enhancing Community Forest Tenure and Sustainable Livelihoods sejak 2021. Berangkat dari praktik di tingkat tapak, kelas ini menyoroti bagaimana penguatan hak kelola masyarakat dalam skema Perhutanan Sosial mampu menghadirkan perubahan nyata, baik dalam tata kelola hutan maupun pengembangan usaha seperti kopi, madu, gula semut, dan kerajinan tangan.
Hutan tidak lagi dipandang sekadar sebagai kawasan lindung, melainkan sebagai fondasi penghidupan yang berkelanjutan. Ikuti kelas ini untuk memahami langkah-langkah WRI Indonesia dalam mendampingi masyarakat, sekaligus mendengar cerita-cerita inspiratif tentang bagaimana warga di tingkat tapak menjaga hutan, memperkuat kelembagaan, serta membangun usaha yang berdampak bagi kesejahteraan dan kelestarian lingkungan.
Narasumber:
- Galih Ratna Sari, Social Forestry Community Business Communication and Design Officer
- Tasniah Fauzi, Social Forestry Community Product Innovation and Business Development Officer
Moderator: Annisa Nindyarini, Communications Officer for Food, Land and Water
Masterclass #2: Hutan sebagai Kunci Kedaulatan Pangan
Hari/Tanggal: Senin, 9 Maret 2026
Pukul: 16.00-17.00 WIB
Unduh materi:
Bagi masyarakat Papua, hutan bukan sekadar bentang alam, melainkan bagian yang terintegrasi dalam sistem pangan, budaya dan kehidupan mereka. Hutan berperan penting dalam menopang ketahanan pangan karena menyediakan sumber pangan alami, seperti buah-buahan, sayur, umbi-umbian, obat serta menjadi habitat bagi serangga yang dapat dikonsumsi, satwa buruan, dan ikan. Namun demikian, temuan studi WRI Indonesia menunjukkan bahwa sistem pangan lokal di Papua menghadapi tantangan yang nyata, seiring dengan pergeseran pola konsumsi dari pangan lokal ke pangan modern.
Melalui masterclass ini, kamu berkesempatan untuk mempelajari upaya-upaya dalam meningkatkan peluang kembalinya masyarakat lokal ke sistem pangan mereka yang lebih berkelanjutan.
Ikuti kelas ini jika kamu ingin mendalami bagaimana hutan dapat menjadi kunci dalam mentransformasi sistem pangan yang lebih sehat, beragam, adil, dan lestari!
Narasumber: Renta Lamria Damanik, Social Research Assistant WRI Regional Papua
Moderator: Lidia Prima Sidabutar, Communications Officer for Food Systems
Masterclass #3: Rencana Pemulihan Pascabencana Para Petani Kopi Gayo #BangkitBerkelanjutan
Hari/Tanggal: Rabu, 11 Maret 2026
Pukul: 16.00-17.00 WIB
Unduh materi:
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 lalu turut berdampak langsung pada petani kopi gayo di Bener Meriah, Aceh. Para petani mengalami kerusakan lahan kebun dan tanaman kopi, menyebabkan terganggunya mata pencaharian petani, sekaligus meningkatkan kerentanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Inisiatif Sustainable Gayo Coffee mendukung pemulihan pascabencana pada petani kopi gayo melalui upaya #BangkitBerkelanjutan. Bukan hanya untuk pulih, upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan petani dan lanskap kopi terhadap risiko bencana dan krisis iklim.
Narasumber: Ricky Barus, Sustainable Coffee Project Lead
Moderator: Perdana Putra Gultom, Communications Officer for Sustainable Commodity Supply Chain
Masterclass #4: Teknologi Terkini yang Bisa Membantu Kita Menjadi Penjaga Alam
Hari/Tanggal: Jumat, 13 Maret 2026
Pukul: 16.00-17.00 WIB
Unduh materi:
Memanfaatkan teknologi terkini untuk mengembangkan platform berbasis sains merupakan salah satu keunggulan WRI Indonesia. Dalam sesi ini, peserta akan kembali berkenalan dengan beberapa platform yang dapat membantu publik mengetahui kondisi dan tren mengenai hutan atau alam di sekitarnya. Selain itu, sesi ini juga akan memperkenalkan platform yang mendukung partisipasi dan kontribusi langsung dari publik untuk menjaga hutan.
Narasumber:
- Fathir Mohammad, Product and Engineering Manager for Data Lab Indonesia
- Ahmad Nasution, Forest Research Analyst
Moderator: Sakinah Ummu Haniy, Senior Communications Coordinator for Food, Land and Water