Tujuan

Proyek ini memetakan jalur alternatif dengan menunjukkan bagaimana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pendorong adopsi pertanian regeneratif. Proyek ini akan merancang model pertanian regeneratif yang dapat diskalakan dan disesuaikan dengan lahan terdegradasi di seluruh Indonesia, menyelaraskan model-model tersebut dengan sistem pengadaan MBG, serta melakukan uji coba penerapannya. Dengan mengalihkan produksi dari hutan yang masih utuh ke lahan terdegradasi yang kurang dimanfaatkan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memulihkan ekosistem dan mendukung mata pencaharian petani kecil.

Di Mana

Tingkat nasional

Mengapa

Indonesia menghadapi tantangan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung sistem produksi pangan yang berkelanjutan, rendah emisi, dan inklusif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang strategis untuk menghadirkan model pengadaan pangan yang tidak hanya meningkatkan gizi, tetapi juga memberdayakan petani dan mendukung transformasi pangan melalui pendekatan pertanian regeneratif. 

Untuk mendukung hal tersebut, WRI Indonesia bersama Systemiq menginisiasi pengembangan model rantai pasok MBG berbasis pertanian regeneratif, termasuk analisis kelayakan ekonomi dan perancangan pilot implementasi. Pengembangan model ini ditujukan untuk memastikan bahwa sumber pangan untuk MBG dapat diproduksi melalui model yang layak secara ekonomi, berketahanan iklim, inklusif bagi petani, serta berpotensi untuk direplikasi. 

Bagaimana

Hasil utama dari proyek ini adalah:

  1. Penilaian secara teori teknoekonomi mengenai kelayakan pengadaan bahan baku lokal regeneratif untuk MBG yang mempertimbangkan perekonomian di tingkat pertanian dan dapur serta menguji keterjangkauan
  2. Desain tingkat tinggi untuk Proyek Percontohan Program Makanan Sekolah Regeneratif untuk menunjukkan kelayakan dalam skala yang lebih besar.

Donor

Rockefeller Foundation

Mitra

PT. Systemiq Lestari Indonesia, Koalisi Sistem Pangan Lestari/KSPL (part of Food and Land Use/FOLU Global Coalition)