Latifa adalah Analis Mineral Kritis yang bekerja pada isu tata kelola sektor ekstraktif di Indonesia, dengan minat kuat pada keberlanjutan lingkungan. Ia memiliki aspirasi sebagai lifelong learner dengan ketertarikan khusus pada kebijakan lingkungan, tata kelola sumber daya, dan pembangunan berkelanjutan. Latifa meraih gelar Magister (MSc) Environmental Policy and Technology dari Imperial College London, dengan fokus pada mineral kritis dan energi untuk pembangunan berkelanjutan. Ia juga memperoleh gelar Sarjana Mikrobiologi dari Institut Teknologi Bandung, dengan spesialisasi di bidang mikrobiologi lingkungan.

Di WRI Indonesia, pekerjaannya mencakup analisis komparatif antara standar ESG internasional dan kerangka regulasi di Indonesia, termasuk kajian kesenjangan (gap assessment) terkait tata kelola pertambangan berkelanjutan. Latifa bekerja secara erat dengan mitra pemerintah Indonesia dan lembaga riset dalam menyusun studi berbasis kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya mineral yang bertanggung jawab. Ia memiliki pengalaman profesional di bidang konsultasi lingkungan, pasar karbon, dan kebijakan pertambangan, serta ketertarikan khusus dalam memperkuat integrasi dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam tata kelola sektor ekstraktif. Minat karier jangka panjangnya mencakup kontribusi pada perumusan kebijakan berbasis bukti dan kerja sama multilateral untuk mendukung ekstraksi mineral kritis yang adil dan berkelanjutan.

Di luar pekerjaannya di bidang STEM, Latifa juga merupakan seorang pelukis yang berkarya menggunakan berbagai medium, termasuk akrilik, cat minyak, cat air, dan seni digital. Ia juga gemar bepergian, memiliki ketertarikan pada kopi dan kuliner, serta menikmati bermain tenis secara rekreasional.