Ruang Tengah: Cerita Warga tentang Hunian Vertikal, Kehidupan Komunal, dan Realitas di Perkotaan
Berangkat dari keresahan tentang hunian yang muncul dari diskusi-diskusi di lantai dasar hunian KTV (Konsolidasi Tanah Vertikal), buklet ini hadir sebagai arsip pengetahuan dan pengalaman komunitas serta warga kota yang menaruh harapan besar pada kota-kota tempatnya bertumbuh.
Kota-kota besar kini menghadapi tren urbanisasi yang semakin meningkat. Sebagai contoh di Jakarta, tingkat kepadatan penduduk bersifat sedang, tetapi pengelolaan tata ruangnya menyebar (sprawling) hingga ke pinggiran kota. Hal ini berurusan dengan pengelolaan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan yang kemudian berujung pada semakin sulitnya mencari tempat tinggal yang layak huni dan terjangkau di perkotaan.
Sejak awal dibentuk, Ruang Tengah bertujuan menjadi wadah berkumpul dan belajar bersama bagi komunitas dan warga tentang hunian perkotaan. Komunitas-komunitas yang tergabung adalah Melihat Kota, Urun Daya Kota, Kenapa Harus Peduli, Proud Circle, Kota Bergerak, Kolektif Agora, AKUR, Yayasan Kota Kita, Stravenues, Menemukenali, Social Justice Indonesia, Muda Itu Kita, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Ayo Ke Taman, Rame-Rame Jakarta, dan Pemuda Harsa. Kami menyambangi KTV (Konsolidasi Tanah Vertikal) Tanah Tinggi, Rumah Barokah Palmerah, dan Flat Menteng Jakarta. Semuanya saling berefleksi tentang rintangan dalam upaya memiliki tempat tinggal di ibu kota.
Ruang Tengah, judul buku sekaligus nama rangkaian kegiatan kami, mencoba mendiskusikan dan mencacah fragmen-fragmen informasi mengenai konsep dan struktur perkotaan yang selama ini sudah kita kenal, terutama terkait hunian. Buku ini terbagi menjadi 3 bagian yang mengajak kita untuk:
- Pertama, mempelajari fondasi-fondasi yang dibutuhkan untuk membangun ruang pertama.
- Kedua, mengkaji praktik nyata dari pembangunan dan kehidupan sehari-hari di hunian-hunian vertikal yang sudah berdiri.
- Ketiga, mendalami nilai-nilai kolektivitas dan solidaritas dalam bertetangga di hunian vertikal. Dimulai dari perbincangan hangat dan aktivitas membuat zine di lantai dasar KTV, buku ini berupaya mengumpulkan narasi dari sudut-sudut ruang yang mungkin tidak terdengar dan terasa padahal ia ada dan penuh makna.