Finalis Kompetisi Pemodelan Iklim WRI Indonesia Menjawab Tantangan Kompleks Transportasi Rendah Emisi
Jakarta, 28 November 2025 – Kompetisi pemodelan iklim WRI Indonesia, atau yang disebut Indonesia Climate-modeling University Competition, telah berhasil menjaring mahasiswa dengan karya skema pemodelan iklim yang komprehensif, untuk menjawab tantangan transportasi rendah emisi.
Sektor transportasi menyumbang 8,3% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional pada 2024, dengan peningkatan 25% dibanding 2010. Namun demikian, tingginya aktivitas dan mobilitas, terutama di daerah perkotaan dan aktivitas logistik, telah menyumbang hingga 40% emisi CO2 dari total emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor energi nasional. Pengembangan model secara terintegrasi dan berbasis sains membantu dalam melakukan analisis menyeluruh untuk memberikan rekomendasi dan skenario kebijakan dalam mengurangi dampak perubahan iklim, mengantisipasi krisis lingkungan sekaligus mengidentifikasi dampak dan manfaat dari sisi sosial-ekonomi.
Ketiga kelompok berhasil menjadi pemenang setelah pengumpulan abstrak dan proses inkubasi dari ratusan peserta yang tidak hanya memiliki perhatian namun kemampuan dalam mengidentifikasi isu dan permasalahan, merumuskan desain dan konsep model, serta melakukan analisis dan perhitungan berdasarkan model yang mereka kembangkan sekaligus merekomendasikan berbagai solusi untuk mengatasi permasalahan peningkatan emisi GRK dan dampak lain yang diakibatkan oleh sektor transportasi. Ketiga kelompok pemenang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) – Pendekatan Agent-Based Modeling untuk Kebijakan Multimoda Berbasis Green Corridor: Studi Kasus Logistik Darat Daerah Jakarta- Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB) - Visioning Realistic Goals: Menuju NZE pada 2060 (Sub Tema Logistik) Wilayah Studi DKI Jakarta – Jawa Barat, dan Universitas Gajah Mada (UGM) – Mewujudkan Transportasi Bersih, Inklusif, dan Terjangkau (Non-Logistik Sarbagita). Selain itu, kelompok dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi kelompok enam besar terpilih.
Para pemenang dipilih berdasarkan hasil presentasi di hari terakhir inkubasi dengan mengacu pada strategi pemodelan yang berhasil meyakinkan ketiga juri, Alvinsyah - Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Indonesia, Ignatius Dodhy Wibowo, Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup Transportasi, Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kementerian Perhubungan, dan Egi Suarga, Senior Manager for Climate WRI Indonesia.
Egi Suarga, Senior Manager for Climate WRI Indonesia, menyebutkan,” strategi pengurangan emisi tidak hanya terletak dalam aksi nyata dan kolaboratif, namun di baliknya, kita juga mengapresiasi kerja para ilmuwan dan peneliti yang menyuarakan data dan bukti untuk mengadvokasi berbagai perubahan kebijakan dan perubahan perilaku untuk masa depan yang lebih baik, terutama untuk sektor transportasi yang berbasis pendekatan iklim.”
Kompetisi yang merupakan bagian dari inisiatif 2050 is now ini didukung oleh Internationa Climate Initiative (IKI). Selama lima bulan sejak Agustus 2025, kompetisi diadakan lewat pengumuman publik dan roadshow di berbagai kota di Indonesia dengan puluhan abstrak yang dikumpulkan lewat tautan resmi WRI Indonesia. Pemenang terbaik akan menerima program magang untuk mematangkan skema pemodelan yang telah dibuat.