Komitmen Pembangunan Mineral Hijau dalam Indonesia Green Mineral Investment Forum (IGMIF) 2025
Jakarta, 2 Oktober 2025 – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama WRI Indonesia menyelenggarakan Indonesia Green Mineral Investment Forum (IGMIF) 2025 di Auditorium Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta.
Pemerintah menargetkan peningkatan investasi hijau yang mampu mendukung transformasi industri mineral. Hilirisasi nikel, misalnya, menargetkan Indonesia masuk lima besar produsen baterai kendaraan listrik global dengan kapasitas 700 GWh per tahun. Di saat yang bersamaan, PT.PLN (Persero) juga menyatakan kesiapan dalam mendukung hilirisasi berbasis green energy. Melalui RUPTL PLN 2025-2034, akan dilakukan penambahan infrastruktur di wilayah produsen mineral untuk memperkuat pasokan. Telah disiapkan juga skema Green Energy as a Service (GEaS) untuk meningkatkan ketertarikan industri dalam menggunakan green energy.
Sebagai bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2025, forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat menegaskan komitmen Indonesia dalam agenda hilirisasi mineral, transisi energi bersih, serta penciptaan iklim investasi yang lebih inklusif dan ramah lingkungan. Agenda ini juga selaras dengan RPJMN 2025–2029 yang menargetkan investasi sebesar Rp13.032 triliun, termasuk lebih dari Rp 700 triliun dari sektor mineral penting.
Dalam pidato pembukaannya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyoroti pentingnya hilirisasi mineral untuk pertumbuhan ekonomi, sekaligus untuk kepemimpinan Indonesia dalam rantai pasok global yang rendah karbon.
“Hilirisasi mineral bukan hanya tentang menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia dapat memimpin dalam menghasilkan produk rendah karbon yang dibutuhkan dunia. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai destinasi utama investasi hijau dan mitra strategis dalam membangun industri global yang berkelanjutan,” ujar Todotua.
Deputi Bidang Promosi Investasi, Nurul Ichwan, menekankan bahwa forum ini membuka peluang nyata bagi investor internasional. “Permintaan global untuk produk hijau semakin meningkat, dan Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhinya. Forum ini membuka peluang nyata bagi para investor untuk terhubung dengan proyek-proyek strategis di sektor mineral hijau, sekaligus mendorong inovasi, efisiensi, dan kerja sama lintas sektor,” jelas Nurul.
Para pemangku industri membahas isu-isu kritis termasuk praktik pertambangan bertanggung jawab, peluang hilirisasi menuju sektor teknologi tinggi, serta penyediaan energi bersih untuk mendukung rantai pasok mineral rendah karbon. Indonesia saat ini menjadikan mineral sebagai penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan, misalnya dengan dipublikasikannya Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel Nasional 2025-2045 oleh Kementerian PPN/Bappenas yang menambah potensi investasi di sektor nikel sebesar 31 miliar dolar AS.
Nirarta Samadhi, Country Director WRI Indonesia, mengungkapkan, “Investasi hijau dapat menjawab isu pembangunan hijau dengan menciptakan berbagai manfaat. Bagi perusahaan, investasi hijau memperkuat izin sosial untuk beroperasi, menekan biaya, serta membuka akses terhadap pembiayaan hijau. Bagi masyarakat dan negara, investasi hijau dapat menciptakan iklim investasi yang lebih pasti dan atraktif, sehingga meningkatkan daya saing dan pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi. Bagi rantai pasok dunia, hal ini menjamin pasokan mineral yang andal dan mendukung transisi energi yang berkeadilan.”
Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, investor global, pelaku industri, penyedia teknologi bersih, akademisi, dan mitra pembangunan untuk memperkuat ekosistem investasi hijau di sektor mineral serta menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok global yang berkelanjutan. Di antaranya adalah prof. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi/ Kepala Badan Industri Mineral), prof. Evvy Kartini (National Battery Research Institute/NBRI), Jerome Baudelet, (Eramet Indonesia), Tony Wenas (PT Freeport Indonesia), Wang Yaning (GEM Co Ltd), serta perwakilan dari kamar dagang Tiongkok, Eropa, dan Amerika Serikat turut berbagi wawasan tentang transformasi industri mineral hijau melalui kerja sama lintas negara dan inovasi teknologi.
Kontak Media:
Usamah, BKPM (+6281212279825)
Enggi Dewanti, WRI Indonesia (+6285249388191)