Jakarta, 31 Maret 2026 — PT MRT Jakarta (Perseroda), bekerja sama dengan WRI Indonesia dan didukung oleh Pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), secara resmi telah menginisiasi kemitraan untuk mengembangkan metodologi penghitungan emisi dari sektor transportasi publik. Kerja sama ini diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara Strategic Dialogue on Low-Carbon Urban Transport yang diselenggarakan di Jakarta.

Melalui dukungan UK PACT, WRI Indonesia memberikan bantuan teknis kepada MRT Jakarta untuk mengembangkan metodologi yang kredibel dan terstandardisasi guna mengkuantifikasi pengurangan emisi dari operasional MRT, memperkuat sistem pengukuran dan pelaporan, serta mendorong pendekatan berbasis bukti dalam kerangka Measurement, Reporting, and Verification (MRV) dan aksi mitigasi. Kemitraan ini juga akan mengkaji dampak perpindahan moda transportasi, mengestimasi nilai ekonomi karbon, serta mendukung integrasi ke dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Hal ini juga terhubung dengan kerja WRI Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam mendorong upaya dekarbonisasi transportasi dari tingkat kebijakan hingga implementasi oleh operator transportasi publik.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen MRT Jakarta dalam mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, “Transportasi publik bukan hanya solusi mobilitas, tetapi juga solusi iklim. Melalui kolaborasi ini, kami bertujuan untuk memastikan bahwa setiap investasi dan operasi MRT memberikan dampak lingkungan yang terukur dan kredibel, serta menjadi referensi bagi kota-kota lain di Indonesia.”

Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya, menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam memperkuat peran transportasi publik dalam aksi iklim, “Kontribusi transportasi publik terhadap pengurangan emisi seringkali belum tercermin secara jelas dalam angka yang terukur. Dengan metodologi yang kuat, kita dapat membuktikan bahwa transportasi publik merupakan salah satu intervensi paling strategis untuk mencapai target iklim perkotaan.”

British Chargé d’affaires untuk Indonesia, Matthew Downing, menyampaikan “Dukungan kami melalui UK PACT berfokus pada penyediaan solusi praktis terhadap tantangan perubahan iklim. Pengembangan metodologi penghitungan emisi ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa investasi transportasi publik menghasilkan manfaat iklim yang terukur dan berkelanjutan. Proyek ini merupakan contoh nyata Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia; bekerja sama untuk memajukan infrastruktur berkelanjutan yang memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas bagi masyarakat, dan membangun ketahanan terhadap perubahan iklim.”

Acara ini juga menjadi platform dialog multi-pemangku kepentingan, mempertemukan perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, operator transportasi publik, serta mitra pembangunan untuk membahas peran transportasi publik dalam mencapai target net zero emissions, tantangan dalam mengintegrasikan sistem transportasi perkotaan, serta pembiayaan dan transformasi operasional yang diperlukan untuk mendukung transisi menuju sistem transportasi rendah karbon.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (2025), jumlah kendaraan bermotor di kawasan Jadetabek kini telah melampaui 25 juta unit, menjadikan sektor transportasi sebagai sumber emisi utama sekaligus kontributor signifikan terhadap penurunan kualitas udara. Lebih lanjut, data dari Air Quality Life Index (AQLI) yang diterbitkan University of Chicago pada 2026 menunjukkan bahwa kadar PM2.5 di kawasan Jabodetabek mencapai sekitar 31,9 μg/m³, lebih dari enam kali lipat ambang batas yang ditetapkan WHO, dan berpotensi mengurangi harapan hidup hingga 2,6 tahun.

Sebagai salah satu sistem angkutan massal utama Jakarta, MRT Jakarta tidak hanya berperan dalam mengurangi kemacetan, tetapi juga memiliki potensi signifikan untuk menurunkan emisi melalui perpindahan moda dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Namun, kontribusi ini belum diukur secara sistematis.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan metodologi penghitungan emisi yang andal, tetapi juga memperkuat tata kelola emisi di sektor transportasi dan memungkinkan replikasi di sistem transportasi publik lainnya di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis data dan kerja sama lintas sektor, MRT Jakarta dan WRI Indonesia berkomitmen untuk memposisikan transportasi publik sebagai pendorong utama transisi menuju kota-kota rendah karbon.

Tentang PT MRT Jakarta (Perseroda)

PT MRT Jakarta (Perseroda) adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertanggung jawab mengelola sistem transportasi publik berbasis rel sebagai bagian dari solusi mobilitas perkotaan yang modern dan berkelanjutan di Jakarta.

Tentang WRI Indonesia

WRI Indonesia adalah organisasi riset independen yang berfokus pada pengembangan solusi berbasis data untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang UK PACT

UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions) adalah program pengembangan kapasitas yang unik. Dikelola bersama dan didanai oleh Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) serta Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ) Pemerintah Inggris melalui International Climate Finance Inggris, programme ini bermitra dengan negara-negara yang memiliki potensi besar dalam pengurangan emisi untuk mendukung implementasi dan peningkatan ambisi mereka dalam penanggulangan perubahan iklim. Di Indonesia, dalam portfolio Low Carbon Transport fase II bersama WRI Indonesia, programme ini bertujuan memperluas dukungan melalui pengembangan sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) yang komprehensif lintas moda transportasi, serta memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk meningkatkan perencanaan transportasi berbasis data yang selaras dengan target iklim nasional dan implementasi jangka panjang. 


Narahubung

WRI Indonesia: Yurgen Alifia Sutarno, Senior Communications Specialist for Cities, [email protected] 

Lihat juga:
Kota & Transportasi