Tujuan

Proyek Sustainable Gayo Coffee adalah upaya pemberdayaan petani kopi gayo di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh melalui peningkatan produktivitas dan kualitas kopi gayo sebagai kopi spesialti, dengan tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan. Proyek ini menargetkan bahwa pada akhir tahun 2027, komunitas petani di dua desa di Kabupaten Bener Meriah memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menerapkan praktik produksi kopi berkelanjutan dengan mengadopsi konsep perhutanan sosial.

Setelah banjir dan longsor terjadi pada akhir 2025, inisiatif ini diintegrasikan dengan upaya pemulihan pascabencana untuk memulihkan mata pencaharian petani, memperbaiki sistem produksi kopi yang terdampak, serta meningkatkan ketangguhan komunitas kopi terhadap risiko bencana di masa depan.

Di Mana

Desa Bale Redelong dan Waq Pondok Sayur, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Mengapa

Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Pada tahun 2023, produksi kopi Indonesia mencapai 758,73 ribu ton, melibatkan lebih dari 1,3 juta petani lokal. Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia, ekspor kopi Indonesia mencapai 279,94 ribu ton. Namun, secara kualitas, kopi Indonesia masih kalah bersaing dengan negata seperti Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Kopi spesialti merupakan kopi berkualitas tinggi yang dikenal dengan rasa dan aromanya yang unik. Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman kopi spesialti, mulai dari gayo asal Aceh, ijen raung dari Jawa Timur, hingga arabika wamena dari Papua. Namun, krisis iklim telah meningkatkan tekanan terhadap keberalangsungan komoditas kopi, termasuk kopi spesialti seperti kopi gayo. 

Perubahan pola hujan, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, serta degradasi lingkungan berdampak pada penurunan hasil panen dan kualitas mutu biji kopi. Krisis iklim juga memperbesar kerentanan lanskap dan komunitas petani terhadap bencana banjir dan tanah longsor, seperti yang terjadi pada akhir tahun 2025.

Dampak krisis iklim, dikombinasikan dengan kondisi lahan yang rentan dan praktik pertanian yang belum berkelanjutan, menciptakan efek berantai yang mengancam keberalngsungan produksi kopi dan mata pencaharian petani lokal.
 

Bagaimana

Untuk menciptakan dampak yang signifikan, proyek ini akan berfokus pada intervensi berikut:

1. Penerapan Praktik Pertanian Berkelanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas Petani Kopi
•    Pemulihan dan penanaman kembali kebun kopi yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor
•    Peningkatan kapasitas petani terkait praktik pertanian berkelanjutan melalui pelatihan seperti; Good Agricultural Practices (GAP)dan Sustainable Coffee Farming (SCF)
•    Pelatihan agroforestri kopi bagi petani

2. Peningkatan Pengolahan Pascapanen dan Penguatan Nilai Tambah Produk
•    Pendampingan dan peningkatan kapasitas petani dalam pengolahan biji kopi sesuai dengan kriteria kopi spesialti
•    Pendampingan bagi komunitas petani dalam mengembangkan model bisnis kopi yang berkelanjutan 
•    Peningkatan ketahanan (resiliensi) ekonomi keluarga petani kopi
•    Fasilitasi keterlibatan petani dalam berbagai kegiatan promosi, lokakarya, dan acara terkait.

3. Penguatan Nilai Tambah Produk Kopi melalui Pemanfaatan Limbah menjadi Energi
•    Studi kelayakan dan uji coba penerapan teknologi tepat guna waste-to-energy dari limbah pengolahan kopi
•    Pengembangan model bisnis waste-to-energy yang berkelanjutan
 

Donor

HSBC Philanthropy Program

 

Publikasi Terkait