Reza memimpin portofolio mineral kritis di WRI Indonesia, yang berfokus pada penerapan praktik pertambangan dan pengolahan yang bertanggung jawab. Dalam perannya, Reza mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat regulasi dan meningkatkan kepatuhan industri, melalui riset kebijakan dan pengembangan kapasitas.

Beberapa inisiatif utama yang dikelola dalam portofolio ini mencakup penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel Nasional, studi mengenai investasi dan perdagangan hijau antara Indonesia dan Tiongkok, serta studi kerangka regulasi ESG untuk sektor nikel.

Sebelum bergabung dengan WRI, Reza berkarier sebagai konsultan di berbagai organisasi internasional dan lembaga pemerintah, termasuk GIZ, Kementerian PPN/Bappenas, dan Low Carbon Development Indonesia (LCDI). Ia secara khusus menangani pemodelan kuantitatif untuk mendukung perumusan strategi dekarbonisasi di tingkat nasional dan regional.

Ketertarikannya terhadap isu keberlanjutan dan kebijakan publik berakar sejak masa kuliah di jurusan Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat itu, Reza menaruh perhatian pada pemodelan kuantitatif untuk mendukung kebijakan berbasis bukti dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).