Menata Jakarta ke Atas: Konsolidasi Tanah Vertikal untuk Hunian yang Lebih Adil dan Terjangkau
Publikasi ini adalah penelitian berjalan yang dilakukan oleh WRI Indonesia bersama RUJAK Center for Urban Studies (RCUS) dan Jakarta Property Institute (JPI), didukung oleh program Deep Dive Cities Initiative, mengenai penyusunan strategi implementasi Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) di Jakarta.
Jakarta menghadapi tantangan struktural dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau, mulai dari keterbatasan lahan, tingginya harga tanah, keterbatasan akses pembiayaan, hingga kerentanan sosial dan lingkungan. Meskipun kerap dipersepsikan sebagai kota yang sangat padat, persoalan utama Jakarta bukan semata jumlah penduduk, melainkan pola pemanfaatan ruang yang tidak optimal (Tanny, 2022).
Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran KTV sebagai instrumen penataan ruang kota dalam merespons keterbatasan lahan, tantangan keterjangkauan hunian, permasalahan agraria, fenomena urban sprawl, serta persoalan sosial-ekonomi yang muncul akibat keterbatasan akses terhadap hunian yang layak di Jakarta. Selain itu, studi ini juga merumuskan strategi implementasi KTV dari perspektif kebijakan penyediaan hunian, pembiayaan, dan kelembagaan. Sebagai langkah operasional, studi ini juga menyusun rencana aksi implementasi KTV dalam rentang waktu lima tahun, untuk memberikan rekomendasi bagi para pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi penyediaan hunian yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Jakarta.
Poin Kunci:
- Jakarta menghadapi tantangan struktural dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau akibat keterbatasan lahan, tingginya harga tanah, terbatasnya akses terhadap pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, hingga berbagai kerentanan sosial dan lingkungan
- Pola pemanfaatan ruang yang belum optimal, permasalahan agraria, stagnasi ekonomi kawasan, serta dominasi hunian tapak berintensitas rendah membatasi kapasitas kota dalam menyediakan hunian secara lebih efisien dan menghambat pemanfaatan ruang vertikal secara optimal
- Berbagai tantangan tersebut mendorong perluasan permukiman baru ke wilayah penyangga Jakarta dan memicu urban sprawl yang meningkatkan jarak tempuh, memperbesar beban transportasi rumah tangga, serta memperdalam ketimpangan spasial dan sosial
- Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) menawarkan pendekatan penataan ulang lahan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara sukarela yang menggabungkan kepemilikan terfragmentasi untuk dikembangkan kembali menjadi hunian vertikal tanpa penggusuran
- KTV memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan lahan, mengurangi ekspansi ke wilayah penyangga, meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, serta memperkuat konsep kota kompak berbasis transportasi publik
- Untuk memastikan implementasi KTV yang efektif, diperlukan tiga strategi utama, yaitu Penyediaan, Pembiayaan, dan Kelembagaan, yang diterjemahkan ke dalam rencana aksi prioritas mulai dari penguatan keterlibatan pemangku kepentingan, percepatan regulasi, pembentukan kelembagaan, dukungan pembiayaan, hingga pelaksanaan proyek percontohan partisipatif.