Kota Bandung menghasilkan 1.600 ton sampah per hari (DLH Kota Bandung, 2024), dengan sampah makanan menyumbang sekitar 44–45% dari total timbulan tersebut. Ironisnya, hampir separuh dari sampah makanan itu sebenarnya masih layak dikonsumsi. Kondisi ini semakin kritis mengingat TPA Sarimukti kini telah beroperasi 7–8 kali melebihi kapasitasnya.

Persoalan sampah makanan ini utamanya datang dari perilaku masyarakat. Dalam aspek inilah, peran orang muda Bandung menjadi semakin penting. Dengan lebih dari 20% penduduk Bandung adalah orang muda (BPS Kota Bandung, 2022), kelompok ini berpotensi menjadi agen perubahan yang mampu membentuk norma sosial baru di komunitasnya.

Ketika berbicara soal orang muda di Bandung, kita tidak bisa melepaskan mereka dari budaya nongkrong di kafe. Kebiasaan ini dinilai dapat menjadi titik masuk yang strategis dalam mendorong perubahan perilaku. Didukung oleh temuan riset WRI Indonesia dan Advislab tentang efektifnya penggunaan insentif ekonomi dan rekognisi sosial dalam mengubah perilaku, kampanye "Tong Kalap, Tong Nyesa!" hadir untuk mengajak orang muda Bandung bergerak bersama, mulai dari menghabiskan makanan di piring sendiri, hingga mendorong komunitasnya untuk mulai melakukan hal yang sama. 


Aktivasi di Kafe dan Restoran

Budaya nongkrong di kafe telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian orang muda Bandung. Dengan ribuan kafe dan restoran yang tersebar di seluruh penjuru kota, ruang-ruang ini tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga telah menjadi ruang sosial untuk bercengkerama, berkumpul, dan berkreasi. 

Selama kampanye berlangsung, kamu bisa ikut permainan interaktif dan kompetisi konten yang informasi lebih lanjutnya dapat kamu temukan langsung di kafe dan restoran mitra kami. Sambil nongkrong, kamu telah turut berkontribusi dalam mengajak masyarakat Bandung untuk berpikir ulang soal kebiasaan konsumsi makanan mereka.

Yuk, datangi kafe dan restoran berikut dan ikut ambil bagian!

  1. Bagi Kopi Dago
  2. Greens and Beans
  3. Hutanika
  4. Kopitera
  5. Milestone 
  6. Nara Park
  7. Nerd Laboratory
  8. Pho Ngon
  9. Tedja Coffee
  10. Work Unusual

Apa saja aktivitas seru yang bisa dilakukan di kafe dan restoran?

  1. Mirror selfie dengan pesan untuk menghabiskan makanan
  2. Permainan kartu fakta dan respons seputar sampah makanan
  3. Upload keseruannya ke Instagram, tag @wriindonesia dan gunakan tagar #TongKalapTongNyesa. Akan ada hadiah menarik di akhir kampanye untuk konten terpilih.

Barudak Ngajarkeun: Training of Trainers Modul Pengelolaan Sampah Makanan

Barudak Ngajarkeun adalah program peningkatan kapasitas orang muda di Bandung untuk menjadi fasilitator modul edukasi pengelolaan sisa pangan dan sampah makanan. Modul yang akan dilatih merupakan modul yang telah dikembangkan oleh WRI Indonesia bersama Advislab, dan telah terbukti dapat mengurangi pengurangan sampah makanan di salah satu kelurahan di Bandung, yakni Kelurahan Nyengseret, hingga 32%. 

Keuntungan bagi peserta terpilih

  • Peningkatan kapasitas
  • Dukungan biaya untuk edukasi lanjutan
  • Sertifikat fasilitator
  • Kesempatan untuk memperluas jejaring dan berkolaborasi dalam aksi lingkungan di Kota Bandung

Lini Masa

TanggalAgenda
11-26 Juli 2026Pendaftaran peserta
2 AgustusPengumuman peserta terpilih
6-7 Agustus 2026*

Training of Trainers (ToT) selama 2 hari untuk peserta terpilih**

 

Hari ke-1, 6 Agustus 2026: Pendalaman modul edukasi pengelolaan sisa pangan dan sampah makanan rumah tangga

 

Hari ke-2, 7 Agustus 2026: Sesi praktik dan simulasi fasilitas

10 Agustus-10 September 2026**Implementasi rencana aksi oleh enam kelompok terpilih

*tentatif

**wajib bagi peserta terpilih

Syarat dan Ketentuan Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk enam kelompok terpilih dengan anggota sebanyak 4 orang muda, dengan syarat dan ketentuan berikut:

  1. Mendaftar dalam kelompok yang berisikan 4 orang muda berusia 18-35 tahun.
  2. Setiap anggota merupakan WNI yang berdomisili di Kota Bandung.
  3. Setiap kelompok wajib memiliki anggota perempuan.
  4. Setidaknya aktif/pernah mengikuti kegiatan sosial di lingkungan sekitarnya.
  5. Seluruh anggota bersedia mengikuti rangkaian pelatihan di Kota Bandung pada 6-7 Agustus 2026* dan berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
  6. Bersedia mengedukasi minimal 40 orang muda lainnya.  

Mekanisme Pendaftaran

Peserta perlu mengisi formulir daring serta mengirimkan proposal dengan templat berikut, yang berisi:

  1. Rencana detail implementasi kegiatan.
  2. Profil singkat masing-masing anggota.
  3. Dokumen singkat (maks. 250 kata) terkait motivasi mengikuti kompetisi.
  4. Registrasi ditutup pada 26 Juli 2026 pukul 23.59 WIB.

Jika ada pertanyaan seputar Barudak Ngajarkeun, silakan menghubungi [email protected].

Registrasi Barudak Ngajarkeun


Barudak Beraksi: Kompetisi Pengurangan Sampah Makanan di 

Melalui Barudak Beraksi, orang muda Bandung diajak untuk sama-sama berpikir dan bergerak dalam merancang sebuah solusi pengurangan sampah makanan di komunitas mereka masing-masing. Setiap kelompok didorong untuk mengidentifikasi kebiasaan konsumsi di lingkungan terdekatnya dan kemudian merancang rencana aksi yang dapat langsung diimplementasikan. 

Deskripsi

Kami mencari 10 kelompok orang muda Kota Bandung untuk mendapatkan dampingan dalam mengurangi sampah makanan di komunitas atau kelompok masyarakat di sekitar mereka. Kompetisi akan dimulai dengan pengajuan proposal Rancangan Aksi dan rancangan terbaik akan diundang mengikuti bootcamp. 

Dalam sesi bootcamp, masing-masing kelompok akan mendapatkan pendalaman materi seputar sampah makanan dan inisiatif orang muda. Di sesi bootcamp, masing-masing kelompok juga akan memfinalisasi rancangan kegiatan serta anggaran aksi dengan didampingi mentor. 

Setelah bootcamp, setiap kelompok akan mengimplementasikan rencana aksi mereka. Sebelum dimulai, mereka akan didampingi untuk menghitung data awal (baseline) dari sampah makanan di komunitas mereka. Setelah waktu intervensi selesai, kelompok juga akan menghitung data akhir (endline).

Proses, pengalaman, dan hasil dari aksi tersebut kemudian akan dipresentasikan pada sesi penjurian. Satu kelompok pemenang utama akan memperoleh hadiah utama berupa eduwisata ke Labuan Bajo, NTT - lokasi program Urban Futures di Indonesia selain Kota Bandung untuk melihat pengelolaan sampah makanan di sana.

Target Peserta

Kompetisi ditujukan untuk 10 kelompok orang muda yang terdiri dari 5 orang.

Persyaratan peserta:

  1. Berusia 18-35 tahun.
  2. Tinggal di Kota Bandung (dibuktikan dengan KTP, kartu mahasiswa kampus di Kota Bandung, atau surat keterangan kerja di Kota Bandung).
  3. Wajib memiliki anggota perempuan.
  4. Mengutamakan kelompok yang menyertakan anggota penyandang disabilitas.
  5. Seluruh anggota aktif di media sosial (Instagram) dan bersedia membuka akun menjadi publik selama kegiatan berlangsung.
  6. Peserta perlu mengisi formulir pendaftaran serta melampirkan rancangan aksi dan anggaran kegiatan pengurangan sampah makanan selama 31 Agustus-19 September 2026.
  7. Profil dan rancangan aksi diisi sesuai dengan templat berikut.
  8. Registrasi ditutup pada 4 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.

Masing-masing kelompok yang terpilih akan mendapatkan biaya implementasi sesuai yang disepakati saat bootcamp.  

Hadiah

Kelompok dengan hasil implementasi terbaik akan mendapatkan hadiah berupa paket edutrip 3 hari 2 malam ke Labuan Bajo, NTT, serta piagam penghargaan.

Linimasa

WaktuAktivitasTempat

11 Juli-4 Agustus 2026

Registrasi

Daring

5-11 Agustus 2026 

Seleksi, konfirmasi,  pengumuman 10 kelompok finalis 

Daring

18-19 Agustus 2026 

Bootcamp 

Luring, Bandung

24-30 Agustus 2026

Penghitungan baseline sampah makanan di komunitas

Luring, Bandung 

31 Agustus-19 September 2026

Implementasi kegiatan pengurangan sampah makanan di komunitas

Di lingkungan masing-masing 

21-25 September 2026 

Penghitungan data endline sampah makanan di komunitas

Bandung 

30 Oktober 2026

Sesi penjurian dan penentuan pemenang 

Luring, Bandung

   

Jika ada pertanyaan seputar Barudak Beraksi, silakan menghubungi [email protected].

Registrasi Barudak Beraksi