Pengantar

Laporan ini menjelaskan hasil analisis untuk perumusan target adopsi dan penurunan emisi GRK dan polutan dari target tersebut. Perumusan kebijakan multisektor dan multiaktor juga dilakukan untuk mendukung tercapainya target tersebut di atas. Survei kepada masyarakat Kota Surabaya terkait profil mobilitas, kepemilikan kendaraan, tantangan dan preferensi adopsi kendaraan bermotor listrik berbasis
baterai (KBLBB), pengumpulan data dari uji coba bus listrik, serta diskusi terarah dengan pemerintah, industri, asosiasi, dan akademisi digunakan sebagai basis data analisis.

Model pemilihan keputusan (choice model) digunakan untuk estimasi adopsi KBLBB. Berbeda dengan studi terdahulu yang berfokus pada satu moda, laporan ini mengintegrasikan analisis sepeda motor, mobil pribadi, dan angkutan umum dengan proyeksi adopsi berbasis model perilaku. Laporan ini juga merumuskan strategi dan kebijakan untuk mempercepat transisi KBLBB secara holistik pada skala perkotaan. Hasil analisis diharapkan bermanfaat untuk Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka penyusunan kebijakan percepatan ekosistem KBLBB di Kota Surabaya.

Ide Pokok

  • Kota Surabaya menghadapi peningkatan risiko perubahan iklim dan polusi udara. Karena itu, diperlukan perencanaan komprehensif dan terintegrasi untuk mempercepat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai panduan bagi pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Laporan ini menganalisis target adopsi KBLBB, potensi penurunan emisi, serta merumuskan kebijakan holistik untuk mendukung pencapaian target pada periode 2025–2029.
  • Adopsi KBLBB tidak hanya memberikan manfaat bagi Kota Surabaya, tetapi juga berdampak regional bagi kawasan aglomerasi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila).
  • Potensi penerapan angkutan umum listrik di Kota Surabaya sangat besar. Namun, implementasinya perlu dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan aspek operasional, karakteristik rute, dan kondisi geografis perkotaan.
  • Berdasarkan preferensi masyarakat, aspirasi pemerintah, badan usaha, dan asosiasi transportasi, serta kombinasi kebijakan insentif dan disinsentif, diproyeksikan capaian adopsi kendaraan listrik adalah sebesar 20.691 mobil, 92.893 sepeda motor, dan 111 armada bus listrik pada 2029.
  • Adopsi KBLBB sepeda motor dan mobil berpotensi menurunkan emisi sebesar 36 juta kg CO2 dan menurunkan polutan hingga 11 juta kg CO, 364.000 kg NOx, dan 20.000 kg PM2.5 pada 2029.
  • Kajian ini mengusulkan peta jalan kebijakan multisektor untuk akselerasi ekosistem KBLBB yang meliputi dimensi infrastruktur, industri dan baterai, kebijakan dan manajemen, serta ketenagakerjaan dan komunikasi.