Latar Belakang Proyek

Proyek ini menyediakan pemerintah serta lembaga penelitian di dalam negeri dan pemangku kepentingan relevan lainnya dengan alat dan analisis untuk memperkuat strategi jangka panjang dalam mitigasi gas rumah kaca (LTS) dengan fokus kuat pada energi serta sistem penggunaan lahan dan pangan, sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Oleh karena itu, proyek ini membantu menyelaraskan rencana sektoral, ekonomi, dan pembangunan nasional jangka pendek dan menengah dengan LTS, termasuk mendukung transisi yang adil. Ini mencakup identifikasi peluang untuk meningkatkan Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC), berdasarkan LTS, sambil mencapai tujuan pembangunan. Proyek ini juga membangun kapasitas di luar negara fokus melalui pertemuan, penelitian, dan berbagi pelajaran. Proyek ini meningkatkan kesiapan pemerintah untuk meningkatkan ambisi dan melaksanakan tindakan sesuai dengan transisi jangka panjang yang diperlukan untuk membatasi pemanasan dan beradaptasi dengan perubahan iklim sebagaimana dicita-citakan dalam Perjanjian Paris.

Lokasi Proyek

  • Argentina
  • Brazil
  • India
  • Indonesia (provinces: Bali, Central Sulawesi, South Sumatera, and West Sumatera) 

Latar Belakang Isu

Proyek ini bertujuan untuk menekankan pentingnya ambisi iklim Indonesia dan tindakan yang sejalan dengan tujuan pembangunan sosial-ekonomi negara. Menurut berbagai pendekatan, proyeksi mitigasi iklim Indonesia saat ini dianggap belum cukup untuk berkontribusi pada target iklim global dalam membatasi kenaikan suhu hingga 1,5°C pada tahun 2050. Pada saat yang sama, negara ini menghadapi tantangan pembangunan dalam meningkatkan kondisi sosial-ekonominya. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memerlukan strategi untuk mendukung pencapaian ambisi iklimnya bersamaan dengan upaya pembangunan, terutama mengingat bahwa Indonesia adalah ekonomi global yang berkembang pesat. Selain itu, diperlukan pendekatan untuk memastikan bahwa semua upaya aksi iklim memberikan manfaat bagi banyak pemangku kepentingan dan lingkungan.
 

Aktivitas Proyek

  • Memberikan dukungan teknis berbasis sains, seperti melalui pemodelan, untuk memastikan bahwa target iklim dapat digabungkan dengan agenda pembangunan, sambil juga meningkatkan ketahanan iklim negara.
  • Mendukung pemerintah nasional dan sub-nasional serta para pemangku kepentingan dalam mengembangkan dokumen pembangunan rendah karbon dan komitmen iklim di tingkat nasional dan sub-nasional, mencakup berbagai emisi gas rumah kaca.
  • Membekali berbagai pemangku kepentingan dengan pengetahuan tentang pendekatan transisi adil terhadap berbagai tindakan iklim.
  • Mengembangkan lingkungan, tata kelola, dan kebijakan yang mendukung iklim, seperti pembiayaan iklim dan penetapan harga karbon, akan membantu menciptakan lingkungan perubahan iklim nasional yang kuat.

Mitra Proyek

  • Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas): mitra politik utama.
  • Kementerian Lingkungan Hidup: mitra dalam meningkatkan ambisi dan tindakan iklim di Indonesia.
  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat: mitra utama dalam koordinasi pengembangan Rencana Pembangunan Rendah Karbon Provinsi (RPRKD) di masing-masing provinsi.