Anda di sini

Mengapa

Indonesia menargetkan pencapaian akses listrik universal pada tahun 2019. Namun, proyek elektrifikasi tersebut masih digerakkan oleh pembangkit listrik batu bara. Padahal, Indonesia memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah, seperti panas bumi, tenaga surya, arus laut, dan air. Jika pemerintah tetap menggunakan batu bara untuk memenuhi kebutuhan listriknya, Indonesia mungkin tidak akan dapat mencapai target 23 persen bauran energi terbarukan pada tahun 2025 sesuai dengan mandat Kebijakan Energi Nasional. Selain itu, penggunaan batu bara juga dapat menghambat upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030, khususnya karena sektor energi merupakan salah satu kontributor emisi terbesar. Di dalam dokumen Kontribusi Nasional (NDC), pemerintah Indonesia juga telah mencanangkan pengurangan emisi dari sektor energi sebesar 11 persen pada tahun 2030.

Kegiatan Kami

WRI Indonesia turut mempercepat pengembangan energi bersih, baru, dan terbarukan (EBBT) dengan memicu pasar EBBT melalui kemitraan sektor publik dan privat, mengembangkan rekomendasi kebijakan tata kelola energi, dan memobilisasi investasi. Kegiatan kami mencakup:

  • Sustainable Energy One Map
  • Clean and Advanced Energy Investment Accelerator

Proyek Energi

Tetap Terhubung

Dapatkan Nawala Kami

Dapatkan tulisan, kegiatan, publikasi, dan materi multimedia terbaru. Silakan berlangganan nawala WRI Indonesia yang terbit setiap bulan.