Satya Budi Utama
Urban Development and Clean Air Manager
Satya Budi Utama adalah Air Quality Project Manager di WRI Indonesia yang memimpin inisiatif Clean Air Catalyst—program kolaboratif internasional yang dilaksanakan di Jakarta (Indonesia), Nairobi (Kenya), dan Indore (India). Program ini berfokus pada peningkatan kualitas udara perkotaan melalui riset, instalasi instrumen pemantauan, serta pelatihan bagi pemerintah daerah. Selain itu, Satya juga mengelola proyek SMART Waste Indonesia yang memperkuat sistem pemantauan emisi metana dari sektor limbah organik. Proyek ini berkontribusi langsung pada target nasional penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 43,2% pada 2030, termasuk pengurangan emisi metana 30% sesuai komitmen Global Methane Pledge.
Sebelumnya, Satya menjabat sebagai Senior Project Lead untuk proyek Sustainable Use of Peatland and Haze Mitigation in ASEAN (SUPA) di bawah Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN. Dalam peran tersebut, ia memimpin pengembangan, implementasi, pemantauan, serta evaluasi program pengelolaan lahan gambut berkelanjutan di delapan negara Asia Tenggara bersama mitra, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, Satya telah berkecimpung dalam manajemen program lintas isu, mulai dari pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim, hingga energi terbarukan. Kariernya dimulai sebagai Manajer Program Manajemen Bencana di Palang Merah Prancis (2007–2012), dilanjutkan sebagai Koordinator Program Pusat Operasi Darurat Bencana di IOM selama tiga tahun. Ia kemudian memperluas kiprahnya ke sektor energi terbarukan sebagai Wakil Manajer Program Yayasan Rumah Energi, mempromosikan biogas rumah tangga di tujuh provinsi Indonesia. Sebelum bergabung dengan WRI, ia menjabat Senior Manager Program Unit CARE International Indonesia, dengan tanggung jawab pada portofolio pemberdayaan perempuan, ketahanan masyarakat, dan adaptasi perubahan iklim.
Di luar pekerjaan, Satya menikmati membaca, menonton film, serta beraktivitas di alam bersama keluarganya.